Pertimbangan sebelum mengajukan Pinjaman untuk biaya nikah | Cekkembali
Keuangan dan Kredit /  -

Pertimbangan sebelum mengajukan Pinjaman untuk biaya nikah

September 20th, 2016 | Posted in Keuangan dan Kredit | |
2017-08-18 19:58

Sudah menjadi suatu kebiasaan jika beberapa orang memanfaatkan layanan pinjaman dari bank untuk biaya nikah. Hal tersebut merupakan langkah awal dalam membangun suatu keluarga dan rumah tangga dengan pasangan. Walau sudah dihitung secara teliti ,  kesalahan penghitungan perencanaan tentu akan selalu ada, hal tersebut terlihat dari penanggulangan kejadian tak terduga yang sering kali mewajibkan beberapa pasangan untuk berhutang kepada keluarga.

Perasaan enggan untuk berhutang kepada keluarga menjadi salah satu penyebab utama sebagian orang untuk lebih memilih pinjaman di bank karena pinjaman tersebut resmi dan Anda tidak harus melibatkan perasaan tidak enak terhadap keluarga untuk kebutuhan menikah. Apalagi saat ini sudah ada pinjaman tanpa jaminan yang memperbolehkan Anda berhutang untuk membiayai kebutuhan pribadi Anda atau biaya nikah dengan berbagai syarat tertentu tentu saja.

BIAYA NIKAH

Anggapan positif dan negatif tentang pinjaman kepada bank untuk pembiayaan keperluan pribadi sering kali terjadi. Pada umumnya orang yang suka dengan pinjaman bank untuk pembiayaan kebutuhan pribadi tersebut belum siap secara keuangan untuk menyelenggarakan pernikahan.  Apalagi jika mempunyai harapan pestanya megah dan mewah , sedangkan yang tidak suka dengan pinjaman di bank adalah beberapa pihak yang merasa sudah menyiapkan semuanya untuk kelancaran acara pernikahan mereka.

Apapun pilihan Anda, lebih baik pinjaman tersebut bukan merupakan hal negatif karena setiap orang meminjam dana bukan berarti tidak mempunyai uang atau orang yang tidak mengajukan pinjaman bank untuk menikah bukan berarti sudah mempunyai dana yang berlebih . Hal ini merupakan tentang kondisi dan pemikiran yang bisa jadi beberapa orang mempunyai alasan khusus. Jika Anda mau mengajukan pinjaman kepada bank untuk melengkapi biaya pernikahan, tentu boleh-boleh  saja.

Bahkan beberapa bank secara langsung memberikan promosi bahwa produk layanan pinjaman tanpa jaminan mereka dapat digunakan untuk keperluan pribadi , misalnya saja renovasi rumah dan biaya nikah. Tidak perlu ragu jika memang Anda membutuhkan dana tersebut, namun dalam pengajuannya Anda harus memperhatikan beberapa hal yang menjadi pertimbangan khusus dalam mengajukan pinjaman kepada bank berikut ini ;

Pertama yaitu Menentukan Nominal Sedikit Mungkin

Waspadalah dalam mengajukan pinjaman kepada bank. Usahakan anda menggelar pesta pernikahan dengan biaya sendiri dan jika memang harus meminjam, usahakan pinjaman bank hanya sebagai pelengkap bukan biaya utama dalam pesta pernikahan Anda. Hitunglah secara teliti biaya nikah yang akan Anda selenggarakan , jadi Anda harus dapat menentukan dan menghitung berapa tamu undangan yang akan hadir, luas gedung yang akan anda butuhkan, kebutuhan pendukung.

Misalnya saja AC dan sound system, jasa pengiring dan pembawa acara, persewaan mobil pengantin, persewaan kamera dan video , sampai membayar kamar hotel untuk menyediakan ruang tidur untuk para saudara yang datang dari jauh. Anda perlu Ingat bahwa berhutang di bank tentu akan dikenakan bunga.

Semakin besar dan semakin lama Anda mengajukan pinjaman kepada bank, maka Anda akan terbebani dengan angsuran yang semakin besar. Disamping itu , bisa jadi Anda semakin terbebani sebab Anda mungkin merencanakan mempunyai anak dalam waktu berdekatan sesudah resmi berganti status sebagai suami istri. Itu artinya kebutuhan anak Anda juga perlu anda penuhi dengan membeli perlengkapan dan membiayai kehidupan sehari-hari . Belum lagi biaya sekolah saat ini semakin tinggi, tidak sesuai dengan tingkat suku bunga tabungan yang  Anda punya .

Kedua yaitu Hutang Bisa Mengganggu Hubungan Anda Dan Pasangan Anda

Pembahasannya sama juga dengan yang sebelumnya bahwa semakin besar jumlah pinjaman dan semakin lama masa  pembayaran pinjaman Anda, maka semakin besar angsuran pembayaran pinjaman dan semakin lama Anda akan terbebani dengan hutang yang perlu anda bayar padahal Anda mempunyai kebutuhan lain yang perlu anda penuhi.

Selain membebani Anda dari sisi banyaknya jumlahpembayaran dan lama waktunya, masalah ini dapat menjadi menganggu hubungan Anda dengan pasangan anda . Bahkan masalah tersebut pada akhirnya dapat  membuat hubungan Anda dan pasangan anda mengalami perceraian sebab masalah ekonomi atau keuangan yang anda hadapi sangat sulit . Oleh karena itu ,  alangkah baiknya jika sebelum menikah Anda mempersiapkan secara matang tentang apa saja yang akan anda hadapi bersama dan masalah keuangan adalah suatu kebutuhan yang perlu anda perhatikan dengan sungguh-sungguh.

Itulah sebabnya mengapa pinjaman bank untuk menikah sesungguhnya bukan solusi yang paling tepat sebab setelah pesta pernikahan berakhir, mulai dari situlah kehidupan Anda baru dimulai dan termasuk bagaimana cara Anda dalam mengatasi masalah keuangan bersama dengan pasangan anda .

Ketiga yaitu Masuk Blacklist Atau Daftar Hitam Bank Indonesia

Waspadalah jika mengajukan pinjaman ke bank , jika Anda sadar tidak dapat melunasi cicilan pembayaran pinjaman sesuai dengan waktu yang sudah disepakati. Sudah banyak sekali kasus orang yang meminjam ke bank dan tidak disiplin dalam membayarkan cicilannya sesuai dengan kesepakatan sehingga akan masuk dalam daftar hitam Bank Indonesia. Itu artinya mereka akan sangat susah untuk memperoleh akses pinjaman dana baik itu kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan, atau kredit tanpa agunan (KTA) untuk kebutuhan lainnya. Saat  Anda mempunyai riwayat pinjaman yang buruk dalam sistem informasi debitur, maka Anda akan kesulitan memperoleh fasilitas kredit bahkan ada kemungkinan Anda tidak dapat lagi memperoleh  fasilitas kredit  sama sekali.

Hal tersebut yang menjadi salah satu poin yang harus Anda perhatikan saat  mengajukan pinjaman bank untuk pembiayaan kebutuhan pribadi. Anda harus memastikan dan meyakinkan bank bahwa Anda akan membayar pinjaman secara tepat waktu sesuai dengan kesepakatan yang telah anda sepakati dengan bank .  Anda juga perlu memperhitungkan bagaimana kehidupan di hari yang akan datang  dan ketika masa pembayaran cicilan pinjaman tersebut. Jangan sampai Anda mampu mengajukan pinjaman dan berani membayar cicilan tanpa memperhatikan bahwa sesudah pesta pernikahan berakhir Anda tetap membutuhkan biaya untuk hidup bersama pasangan.

Keempat yaitu Mengetahui Batasan Dalam Berhutang

Hal-hal  yang sudah saya jelaskan di atas tadi bukan berarti membuat Anda untuk tidak mengajukan hutang atau pinjaman untuk pembiayaan kebutuhan pribadi dan khususnya untuk biaya nikah. Namun saya sarankan bahwa pinjaman dilakukan hanya dalam keadaan tertentu saja. Anda harus dapat memperhitungkan jumlah biaya yang boleh Anda pinjam dan itu ada hubungannya dengan kemampuan membayar Anda yang didukung dari pekerjaan yang Anda punya sekarang. Batas maksimal hutang atau pinjaman yang disarankan yaitu  30 persen dari gabungan penghasilan bersih antara Anda dan pasangan , semakin kecil hutang anda maka semakin baik. Setelah Anda memahami batasan dalam berhutang atau meminjam dari bank tersebut , Anda juga harus pandai dalam memilih produk pinjaman yang sesuai dengan kondisi keuangan anda.

 

Komentar