Tips sebelum memutuskan berwirausaha

Berwirausaha merupakan pilihan dan sekaligus impian banyak orang sebab dengan memiliki usaha sendiri itu artinya semua kendali baik maju maupun bankrut suatu usaha yang kita jalankan berada pada diri kita sendiri, intinya kamu sebagai pimpinan sekaligus pemilik, beda halnya bila bekerja pada perusahaan orang lain mau tidak mau harus mengikuti semua  Standar Operasional Prosedur yang ditetapkan perusahaan. Perlu diketahui menjalankan sebuah bisnis bukan tanpa modal perlu sejumlah pengorbanan apalagi tahap awal (merintis) banyak sekali yang harus dipersiapkan. Untuk itu jangan terburu buru keluar dari pekerjaan anda saat ini demi satu kata “berwirausaha”.

berwirausaha
image by: http-.mtmconsulting.co.uk

Berikut sejumlah pertimbangan sebelum memutuskan berwirausaha

  • Modal usaha

Seperti dijelaskan diatas untuk memulai suatu bisnis diperlukan modal usaha, biasanya modal usaha bisa diperoleh dari beberapa sumber misalkan modal sendiri (uang pribadi), pinjaman dan modal dari investor. Untuk besaran modal yang dibutuhkan tergantung jenis usaha dan ruang lingkup besar atau kecil usaha yang dijalankan. Mengandalkan 100% modal yang bersumber dari pinjaman untuk memulai usaha bukan masuk dalam rekomendasi sebab diawal usaha untuk mendapatkan keuntungan sepertinya masih sangat susah bisa bisa tambah modal lagi sementara kamu harus membayar cicilan yang dipinjam guna modal usaha tadi. Pertimbangkan ini..

  • Tenaga kerja

Apakah usaha yang hendak dirintis langsung dalam skala besar atau memulai dari hal kecil yang bisa dikerjakan sendiri tanpa butuh karyawan, namun bila anda kamu memutuskan untuk skala besar itu artinya kamu harus merekrut sejumlah karyawan. Memilih karyawan sesuai dengan posisi yang tepat merupakan hal yang penting untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya human eror. Ingat karyawan termasuk salah satu aset/investasi, sebaiknya  agar karyawan tersebut menjadi investasi yang menguntungkan  anda harus menyiapkan budget yang memadai untuk menggaji mereka sesuai dengan posisi dan tingkat kinerja.

  • Bahan baku/raw material

Pikirkan sekali lagi tentang ketersediaan bahan secara terus menerus dan berkelanjutan bila usaha yang hendak dirintis di bidang produksi barang maupun sejenisnya, Ketersedian bahan baku untuk jangka panjang merupakan hal yang krusial tidak sedikit perusahaan mengalami kesulitan memperoleh bahan baku untuk melakukan produksi barang. NB: Perhatikan apakah memperoleh bahan baku tersebut susah atau mudah baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

  • Tekhnik dalam menjalankan usaha/technik

Semua pelaku bisnis tentunya memiliki cara dan strategi sendiri dalam menggolkan usaha yang dijalankan, artinya kamu harus menyusun strategi yang matang dalam mencapai target yang telah ditetapkan, tidak mungkin suatu target tercapai tanpa strategi yang matang. Sebenarnya banyak cara dalam mensukseskan usaha tersebut bisa dengan meniru atau bertanya langsung kepada mereka yang lebih dahulu sukses dibidang usaha yang kamu jalankan, bisa juga dengan menyewa seorang yang ahli dibidangnya.

  • Pemasaran/market

Fase merupakan kelanjutan diatas. Karena pemasaran hal yang terpenting dalam berbisnis untuk itu saya pisahkan secara sendiri. Ingat perusahaan-perusahaan besar yang telah sukses mereka menghabiskan dana hampir 70% lebih banyak dari biaya produksi. Pemasaran dapat dilakukan secara online maupun secara ofline kembali  lagi pada diri kamu sendiri mana yang lebih efektif dalam beriklan produk tersebut.

  • Keuntungan/profit

Ingat tujuan akhir dari semua usaha adalah profit, kecuali usaha yang dirintis berbasis sosial bukan konvensional. Coba kamu analisa kembali sejauh mana usaha yang kamu jalankan nantinya dalam menghasilkan laba lalu bandingkan dengan nilai investasi yang dimasukkan.

  • Resiko/Risk

Selain keuntungan resiko kemungkinan yang terjadi dalam berwirausaha adalah kerugian, jadi jangan beranggapan usaha yang hendak dijalankan merupakan peluang bisnis yang menguntungkan tanpa adanya analisa resiko kemungkinan terjadi hal ini dapat membawa suatu bencana untuk anda.

  • Kompetitor dan lingkungan sekitar./competitor & socioty

Sepertinya hampir semua jenis usaha memiliki kompetitor terlepas tinggi rendahnya tingkat persaingan tersebut. Ini juga perlu menjadi pertimbangan demi keberlangsungan usaha anda nantinya. Sementara dari faktor lingkungan seperti tingkat keamanan maupun lainnya. Faktor lingkungan juga berhubungan dengan masyarakat setempat dan pemerintahan mulai dari perizinan, budaya masyarakat setempat dan seterusnya.

Itu tips sebelum memutuskan berwirausaha, sebenarya anda bisa berbisnis tanpa harus keluar dari pekerjaan utama saat ini melalui Usaha sampingan. Terimakasih

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *