Tips Dan cara budidaya ikan lele pada kolam terpal

Sekilas tentang ikan lele

Budidaya ikan lele sudah dikenal masyarakat jauh sebelum pra-kemerdekaan, Ikan lele atau bahasa latinya Clarias yang diambil dari bahasa latin “chlaros” artinya lincah dan kuat merupakan salah satu jenis ikan tawar yang mudah dikembangbiakkan serta sebagai sumber protein yang tinggi. Ikan lele juga cukup bervariasi mulai dari lele lokal, lele dumbo, lele sangkurian lele phyton dan tiap daerah memiliki sebutan masing masing. lele memiliki klasifikasi sebagai berikut

Klasifikasi ikan lele

  • Kerajaan – Animalia
  • Filum – Chordata
  • Kelas – Actinopterygii
  • Ordo – Siluriformes
  • Famili – Clariidae
  • Genus – Clarias

Keuntungan budidaya ikan lele lewat kolam terpal

  • Dari aspek pemanfaatan lahan. Untuk membuat kolam lele dari terpal tidak membutuhkan begitu lebar cukup dengan ukuran 2x5M² estimasi 1000 ekor/kolam
  • Kondisi atau suhu air dalam kolam terpal lebih stabil
  • Ikan hasil panen tidak berbau tanah
  • Lebih mudah dikontrol dan pengelolaannya lebih cepat
  • Memudahkan saat musim panen
  • Penyakit terhadap ikan lebih jarang ditemukan dari pada dikolam biasa/empang
  • dll

Persiapan dalam budidaya ikan lele pada kolam terpal

Untuk memulai usaha ini sebaiknya kamu persiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam pembuatan media/kolam terpal tersebut.

  1. Pembuatan rangka. Umumnya rangka untuk pembuatan kolam bisa memanfaatkan bambu atau kayu terserah anda mana yang lebih mudah mendapatkan.
  2. Terpal. Sesuaikan lebar terpal dengan lebar kolam yang hendak dibuat hal ini kolam yang dibuat sekitar 2x5M² untuk 1000 ekor lele atau bisa ditambah sesuai dengan keinginan bila lahan masih memungkinkan. Sebagai tambahan untuk menahan debit air sebaiknya gali tanah dengan kedalam berkisar 30 sampai dengan 60cm dan dilapisi terpal agar kolam tidak meresap kedalam tanah yang memungkinkan kolam menjadi kering
  3. Alat maupun perlengkapan lain untuk menyiapkan kolam terpal seperti tali, paku, golok, gergaji.

Pemilihan bibit

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal ketika musim panen nanti sebaiknya kita menggunakan bibit yang baik, untuk mengetahui bibit lele baik/unggul perhatikan dibawah ini.

  • Dari segi kesehatan, bibit lele yang baik memiliki fostur yang profesional antara kepala dengan badan, tidak terdapat luka maupun cacat pada lele terserbut, memiliki warna yang begitu cerah serta mengkilap, liar dan tidak berkumpul dibagian pojok kolam
  • Ukuran yang seragam. Selain untuk mendapatkan hasil panen yang ukuran lele seragam juga untuk menghindari terjadinya saling memangsa karena ikan lele mempunyai sifat kanibal.
  • Riwayat induk dari bibit, kebanyakan penjual bibit ikan hasil dari pemijahan selain proses yang cepat bibit yang dihasilkan cukup banyak. Sebaiknya untuk mendapatkan bibit pastikan bibit tersebut bukan hasil dari pemijahan dengan tingkat kekerabatan yang dekat.
  • Riwayat penyakit. Hampir semua pedagang tidak ada yang mengatakan produknya jelek termasuk penjual bibit ikan, sebaiknya cara penjual bibit ikan yang bisa dipercaya dan sudah terbukti bibit yang dijual benar benar bibit unggul melalui pelanggan lainnya. Tanyakan apakah ikan tersebut pernah sakit atau tidak, bila pernah tanyakan bagaimana penangan yang dilakukan. Apakah sipenjual menggunakan vitamin, antibiotik maupun probiotik.

Masa perawatan/pembesaran

Seminggu sebelum lele dimasukka kekolam sebaiknya air dalam kolam tersebut biarkan agar plankton kecil tumbuh sebagai makanan lele nantinya tentu itu saja tidak cukup kita perlu memberikan pakan tambahan berupa pelet maupun pakan alternative lainnya.

Tips dalam  budidaya ikan lele maupun lainnya pakan pakan merupakan komponen penting dalam pembesaran ikan tersebut yang tentunya harus memenuhi kandungan nutri seperti protein, lemak, karbohidrat dan lain sebagainya. Sebagai pakan alternative tambahan kamu bisa memanfaatkan sisa sisa makanan atau sayuran yang layu karena ikan lele hampir semua dimakan baik sayuran maupun jenis daging. Ingat ini hanya sebagai pakan tambahan pakan utama sebaiknya gunakan pelet ikan karena didalam pelet tersebut sudah terdapat nutrisi yang lengkap.

Ikan lele memang tahan terhadap berbagai jenis kondisi air tetapi untuk menghindari penyakit terhadap ikan tdan menimbulkan bau yang tidak enak sebaiknya lakukan pergantian air sekali dalam 2 minggu dengan menyisakan 10% s/d 30% air yang lama dan mengganti dengan air yang baru.

Analisa budidaya ikan lele lewat kolam terpal

A). Investasi awal yang dikeluarkan Pembuatan kolam

Terval, biasanya dalam pembuatan 1 kolam membutuhkan biaya sebesar 200rb

Bambu, tali, paku dan perlengkapan lainya menghabiskan biaya sebesar 150rb

Total investasi awal yang dikeluarkan untuk media kolam 350rb/kolam

B). Bibit dan pakan

Harga bibit ikan lele dengan panjang 4 sampai dengan 6cm sebesar 150/ekor X 1000 =150.000

Biaya pakan (pelet + pakan alternative) selama 2,5bln 40kg X 8000/kg = 320.000

Total biaya yang dikeluarkan biaya bibit+pakan = 470.000

C). Estimasi hasil panen

Dari total 1000 ekor kita anggap berhasil dan layak dijual 80% dengan berat rata-rata 1kg 5 ekor

800:5 =160kg x 13000/kg =2.080.000

2.080.000-820.000=-1.260000 (total keuntungan/kolam)

Estimasi diatas merupakan perhitungan dalam satu kolam dan usia ikan lele setiap panen bila anda melakukan cara seperti diatas akan panen sekali dalam 2,5 bulan. Bila anda masih memiliki lahan/lokasi yang agak luas lebih baik membuat jumlah kolam yang lebih banyak untuk menekan biaya produksi yang lebih murah.

D). Pemasaran ikan lele

Ikan lele yang kita panen tentu harus dipasarkan karena misi utama dalam budidaya ikan lele untuk mendapatkan keuntungan/benefit. Seperti budidaya ikan lainya pertumbuhan ikan tersebut berbeda beda meski kita menyemai bibit ikan tersebut sama besar hal ini membuat ukuran ikan lele yang kita panen sebagian tidak rata. Biasanya hasil panen tersebut terdiri dari lele konsumsi, lele olahan, lele yang melebihi ukuran standar/besar hal ini memungkinkan anda sedikit lebih bingung dalam pemasarannya terlebih pada lele yang memiliki ukuran dan bobot yang lebih besar.

  • Pemasaran Ikan Lele Konsumsi

Pemasasran lele konsumsi biasa lebih mudah bahkan bisa dikatakan tanpa kendala karena permintaan terhadap jenis ukuran lele konsumsi sangat tinggi. Umumnya berat lele konsumsi ±6-10 ekor/kg. Ada dua cara dalam pemasaran lele konsumsi yakni sebagai berikut

  1. Menjual langsung kepada konsumen
  2. menjual melalui tengkulak
  • Pemasaran Ikan lele yang memiliki ukuran dan bobot yang lebih besar

lele yang berukuran diatas standar ini biasanya tidak begitu banyak bahkan tidak sampai 2% dari total ikan yang dipenen, tetapi bila dikonsumsi sendiri tentu tidak kuat. Anda tidak perlu bingung ikan yang ukurannya diatas standar tersebut kamu bisa bisa tawarkan ketempat tempat kolam pemancingan atau dijadikan sebagai induk dalam pembibitan ikan lele.