Tips ternak dan cara budidaya belut pada media Drum dengan mudah
Tips dan Cara /  -

Tips Ternak dan cara budidaya belut pada media Drum dengan mudah

Juli 19th, 2016 | Posted in Tips dan Cara | |
2017-07-21 04:29

Tips Berternak dan Cara Budidaya Belut

Belut merupakan salah satu  binatang air yang masuk dalam kelompok ikan. Berbeda hal-nya dengan kebanyakan jenis ikan pada umumnya, belut dapat hidup dan bertahan  pada lumpur meski hanya sedikit air, Sistem pernafasan belut tidak berbeda dengan jenis ikan lainnya yakni dengan insang yang dilengkapi dengan dua fase yakni fase infirasi ketika air masuk kerongga mulut, air bisa masuk disebabkan tekanan udara yang berada di rongga mulut belut lebih kecil daripada tekanan udara yang ada di-air. Sedangkan fase yang kedua yaitu fase ekspirasi   terjadi ketika mulut dalam keadaan tertutup. Hal ini terjadi udara yang masuk ke insang terjadi secara defusi, disaat bersamaan tutup insang membuka, sehingga air yang masuk melalui celah insang juga menyentuh celah lembaran insang. Pada kejadian tersebut karbondioksida dibuang oleh darah sekaligus oksigen diikat.

Belut juga memiliki alat bantu pernafasan selain insang yakni kulit tipis yang berada didalam mulut belut yang disebut dengan labirin. Labirin fungsi utamanya ialah untuk menyimpan udara untuk bertahan dalam keadaan oksigennya rendah yang memungkinkan belut dapat hidup dilumpur maupun dimedia yang kadar oksigennya rendah.

Jenis – jenis belut

jenis dan bentuk belut pada umumnya semua orang mengetahui jenis ikan ini yang menyerupai ular ini. Salah satu yang cukup banyak dikenal banyak orang adalah belut sawah, tetapi jenis belut itu tidak hanya belut sawah melainkan belut rawa, belut laut dan belut muara.

  • Belut sawah/Monopterus albus

Sesuai dengan namanya belut sawah dan masuk dalam kerajaan Animalia, jenis belut ini lebih banyak kita jumpai dipersawahan yang memiliki kebiasaan berdiam dilbubang kecil sambil menunggu hewan mangsaannya. ukuran belut ini umumnya sekitara ±40cm. Sedangkan untuk bobot tubuhnya mencapai 200-250gr/ekor, sementara dari segi warna cukup bervariasi tetapi kebanyakan dari belut sawah memiliki warna coklat dan kelabu.

  • Belut Rawa/Synbrancus bengalensis

Belut rawa pada umumnya tidak berbeda jauh dengan belut sawah, bila diperhatikan dengan sekilas tidak terlihat perbedaan diantara kedua jenis belut tersebut. Ciri-ciri dari belut rawa antara lain memiliki panjang 50-60 cm atau 30 x dari tinggi tubuhnya, dari segi warna sedikit lebih gelap dari belut sawah, sementara dari 150 s.d 300 gr. pada bagian perut terdapat insang kecil yang terdiri dari 4 lengkung insang.

  • Belut laut/ Anguilla sp

Sekilas Belut ini menyerupai ular bahkan tidak sedikit yang bertanya apakah jenis belut ini aman untuk dimakan. Jenis belut ini dikenal dengan sebutan sidat. Umumnya budidaya belut seperti ini memiliki ciri ciri bentuk tubuh panjang yang menyerupai seperti ular, memiliki 2 sirip didekat kepala, memiliki tekstur yang lembut dn halus, umumnya terdapat diperairan laut.

Budi Daya Belut

budidaya belut
ilustrasi gambar via-juaka.com

Dalam ternak belut kebanyakan melakukannya dengan media lumpur basah, baik itu yang diperoleh dari sawah atau dengan lumpur buatan/olahan melalui batang pisang dan jerami yang sudah difermentasikan hingga membusuk dan menjadi lumpur.

Dalam Budidaya belut media atau tempat pembesaran hal penting untuk diperhatikan, media yang pas dan cocok digunakan yakni Kolam maupun Drum yang berisi lumpur kering, jerami padi, kompos, pupuk TSP mikroorganisme stater.  Pada bagian dasar kolam maupun drum letakkan jerami pada setinggi kurang lebih 50 cm, selanjutnya diatas jerami tersebut siram dengan 1L mikroorganisme stater dan pada bagian atasnya letakkan kompos sitinggi 5cm. Dibagian media paling atas adalah lumpur kering yang sudah disiram dengan pupuk TSP sebanyak 5kg. Meski belut dapat bertahan hidup dilumpur, belut tetap saja membutuhkan air, untuk itu isi drum tersebut dengan air dengan ketinggian kurang lebih 15cm. Untuk lebih sempurna pada bagian atas kolam maupun durum ditumbuhi dengan tanaman eceng gondok sebagai persembunyian belut, setidaknya eceng gondok harus menutupi permukaan media ¾ lebar kolam maupun drum.

Bibit belut tidak serta merta dimasukkan kedalam media perlu menunggu selam 2 minggu agar terjadi fermentasi. Setelah menunggu lamanya 2 minggu fermentasi sudah terjadi akan menambah makanan cadangan yang terdapat pada media tersebut seperti zentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. selanjutnya bibit belut sudah siap dimasukkan untuk pembesaran.

Bibit belut

Bibit belut tidak serta merta dimasukkan kedalam media perlu menunggu selam 2 minggu agar terjadi fermentasi. Setelah menunggu lamanya 2 minggu fermentasi sudah terjadi akan menambah makanan cadangan yang terdapat pada media tersebut seperti zentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. selanjutnya bibit belut sudah siap dimasukkan untuk pembesaran. Belut tidak memiliki sifat kanibalisme selama cadangan makanan didalam kolam maupun drum tetap tersedia, jadi selama masa pembesaran anda tidak perlu khawatir belut akan saling memangsa, kamu bisa memasukkan bibit dengan jumlah ribuan ekor dalam satu media. selama masih kecil terkecuali belut tersebut sudah memasuki usia 10 bulan.

Bibit yang baik untuk pembesaran yakni bibit yang berasal dari budidaya belut yang memiliki ciri-ciri gerakan yang gesit, memiliki respon yang tinggi bila hendak dipegang, tidak terdapat tanda tanda penyakit maupun cacat pada bagian tubuh. Meski tidak memiliki sifat kanibalisme, untuk mendapatkan hasil pembesaran yang seragam  bibit yang dilepas juga seragam dengan ukuran kurang lebih 10cm. Pastikan sebelum bibit dilepas sudah dikarantina dengan cara: masukkan kedalam bak yang berisi air bersih yang diberikan mesin sirkulasi agar kualitas air tetap terjaga selama satu minggu sambail diberi pakan seperti cacing, plankton yang dipadukan dengan pelet. Bila air yang ada di-bak tersebut tampak keruh sebaiknya lakukan pergantian untuk tetap bersih. Belut lebih suka yang gelap sebaiknya tutupi dengan kain yang berwarna hitam

Bibit belut bisa didapatkan dengan dua cara yakni melalui budidaya (pemijahan) dan berasal dari tangkapan. Kedua jenis bibit memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing, bibit yang diperoleh dari budidaya akan lebih mudah mendapatkan yang seragam, biasanya jenis bibit ini dilakukan dengan pemijahan antara belut jantan dengan belut betina, tersedia dalam jumlah yang banyak, kelemahan dari jenis bibit ini ialah harga jual lebih rendah bila dibandingkan dengan hasil tangkapan. Sementara bibit yang diperoleh dari hasil tangkapan memiliki rasa yang lebih gurih dan harga yang lebih tinggi. kelemahan dari bibit ialah susah mendapatkan bibit yang seragam dalam jumlah yang banyak dan adanya kemungkinan rasa trauma pada belut pada saat dilakukan penangkapan.

Media/Kolam

Seperti dijelaskan diatas media yang paling pas untuk melakukan pembesaran/budidaya ikan belut adalah kolam dan drum. Sesuai dengan judul diatas masa saya lebih fokus cara budidaya belut pada drum/tong. Adapun perlengkapan yang dibutuhkan dalam pembuatan kolam ini drum/tong, paralon, kawat kasa, tandon penampungan air, ember, serok cangkul dan sebagainya

Drum/tong yang digunakan nantinya tidak berkarat maupun bocor, bila drum tersebut tampak karat sebaiknya bersihkan terlebih dahulu lalu lakukan pengecatan ulang. Diamkan selama 2-3 hari sampai benar benar kering dan tidak memiliki bau cat. Untuk cara lebih detail sebagai berikut

  • Untuk mendapatkan media yang lebih luas sebaiknya letakkan drum secara mendatar.
  • Buka pada bagian tengah dan sisakan sekitar 5cm pada bagian kiri dan kanan
  • Untuk menghidari media tidak bergerak atau menggelinding buat ganjal pada setiap sudut bawah.
  • Buat lubang pada bagian bawah drum yang berfungsi untuk membuang/mengganti air, Lubang dapat disesuaikan dengan pembuangan limbah.
  • Karena belut lebih suka dengan hawa yang dingin sebaiknya buat pelindung agar sinar matahari tidak langsung menembus kepermukaan bisa dengan menggunakan shading net atau dengan bahan lainnya yang dapat melindungi permukaan kolam dari sinar matahari langsung. Untuk suhu air sebaiknya dipertahankan pada suhu 25° –  28°

Sementara dari segi tanah yang digunakan upayakan jangan berpasir dan mengandung unsur hara yang tinggi, Untuk lebih baik gunakan media tanah dari sawah langsung. Untuk cara pengerjaannya sebagai berikut: Khusus tanah yang diperoleh dari sawah tidak diperlukan cara seperti ini.

  1. Masukkan tanah kedalam drum setinggi 30 hingga 40 cm
  2. Isi drum dengan air kedalam drum hingga becek tetapi tidak sampai tergenang
  3. Masukkan EM-4 sebanyak 3-4 botol.
  4. Bolak balik tanah sampai terlihat gembur, lakukan selama 2 sehari.

Untuk media instan bokasi dibuat diluar drum, terbuat dari bahan camputan utama serta bahan campuran lainnya. Pneggunaan bahan sebanyak 10kg dapat menghasilkan sampai dengan 90kg media instan bokhasi. Setiap media kolam yang terbuat dari drum dengan ukuran 200L dibutuhkan sebanyak 45 kg media instan bokhasi dengan komposisi sebagai berikut:

  • Jerami sebanyak 40%
  • Pupuk kandang/kompos sebanyak 30%
  • Bekatul sebanyak 20%
  • batang pisang yang sudah dhancurkan sebanyak 10%

Untuk bahan campuran dibutuhkan seperti berikut ini

  • EM4 sebanyak 4 botol
  • Air
  • Larutan sebanyak 250gr gula pasir untuk menghasilkan sebanyak 1 L larutan (molases)

Menggabungkan media utama dengan media tambahan

  • Masukkan media instan bokhasi kedalam drum dan aduk sampai terlihat rata secara keseluruhan
  • Isi drum dengan air hingga ketinggian 5cm, diamkan selama 7hr hingga terlihat pelankton dan cacing yang berfungsi sebagai makanan tambahan
  • Setelah satu minggu, cacing dan flankton sudah tumbuh, ganti air tersebut dengan air bersih  dengan membuka lubang yang sudah dibuat pada bagian bawah tadi
  • Masukkan tumbuhan air yang tidak begitu lebat sepeti eceng gondok dan ikan kecil
  • Masukkan juga vetsi yang berfungsi sebagai penambah nafsu makan belut, selanjutnya diamkan selama 2 hr. dan
  • Bibit sudah siap ditebar

Pakan dan Pengaturan Air

  • Pakan

Dalam budidaya belut untuk volume pakan yang diberikan tidak ada ukurannya tetapi pakan yang lebih baik digunakan ialah binatang hidup seperti cacing cacing lor, cacing merah, cacing lumbricus, ikan cere, ikan cithol, ikan guppy, anakan ikan mas, berudu (kecebong), lambung katak, keong mas/sawah, ulat hongkong dan masih banyak yang lainnya. Sebagai makanan tambahan bisa dengan memberikan pelet ikan 2hr sekali dan pemberian makanan sebaiknya dilakukan pada sore hari maupun pada malam hari karena pada waktu tersebut belut cukup aktive.

  • Pengaturan air

lakukan pergantian air sekali dalam 2 dua minggu agar sisa makanan tidak menumpuk dan manghasilkan bau yang tidak. Pengaturan air dapat dilakukan dengan mengalirkan air bersih kedalam tong sebaiknya menggunakan  paralon media sebagai media aliran untuk mendapatkan percikan air yang berfungsi sebagai penambah oksigen. genangan air diisi sampai dengan ketinggian 5 cm.

Selain dengan melakukan pengaturan air agar sisa makanan tidak menumpuk yang berpengaruh kepada kualiats air, pemberian EM-4 yang berfungsi menetralisir sisa makanan. Sebaiknya lakukan 2x sehari dengan dosis 1 sendok makan dilarutkan dengan 1 L air.

Demikian tentang budidaya atau ternak belut dengan media drum, selamat bereksprimen.

sekian..

Komentar

One comment on “Tips Ternak dan cara budidaya belut pada media Drum dengan mudah