9 Ciri ciri makhluk hidup dan klasifikasi makhluk hidup

Dipublikasikan oleh admin pada

Ciri ciri adalah hal yang kita berbeda dengan orang lain. Contohnya dina berbeda dengan doni, kalkulator berbeda dengan HP. Ciri ciri merupakan hal hal tertentu yang spesial dan unik dari sesuatu atau seseorang. Kalau begitu, bagaimana ciri ciri makhluk hidup? Simak pembahasan berikut:

Ciri ciri Makhluk Hidup

  1. Makhluk hidup terdiri dari sel hidup

Semua makhluk hidup terbentuk dari sel hidup (protoplasma). Protoplasma berupa bagian yang kompleks dan memiliki aktivitas

Sel sel hidup  memiliki proses metabolisme di dalamnya dan apabila berkumpul akan membentuk kumpulan sel yang disebut jaringan. Kumpulan dari beberapa jaringan akan membentuk organ. Organ organ ini saling berinteraksi  di dalam tubuh organisme (mahkluk hidup). Jadi dapat disimpulkan bahwa semua sel sel ini hidup! Itulah yang membedakan menusia dengan batu (tersusun dari sel sel mati/tidak aktif)

  1. Makhluk hidup membutuhkan energi

Kita sebagai makhluk hidup membutuhkan tenaga atau energi untuk beraktivitas. No enregy, no liife. Tanpa energi kita akan menjadi lapar dan lemas. Darimana datangnya energi? Tentu saa dari makanan yang diproses dengan bantuan oksigen yang kita hirup waktu bernapas. Karena itu, makhluk hidup butuh makan. Makanan dapat diibaratkan “bensin” untuk menggerakkan “mesin” di dalam tubuh kita. Jadi sumber energi yang kita butuhkan untuk bergerak, tumbuh, berkembang dan mengganti sels sel yang mati atau rusak.

Diantara jenis jenis organisme, tumbuhan adalah makhluk hidup yang sangat spesial. Tumbuhan berrbeda dengan manusia atau hewan. Tumbuhan mampu membuat sendiri makanannya berupa bahan organik melalui proses fotosintesis. Hanya tumbuhan yang mampu memproduksi makanan sehingga makhluk lainnya tergantung pada tumbuhan untuk memperoleh energi. Bayangkan jika tidak ada tumbuhan di planet ini. apa yang terjadi ?

  1. Bernafas

Bagaimana proses bernapas ?

Waktu kita menarik napas dalam dalam, lalu menghembuskannya, “Huaaaahh”! saat itulah sebenarnya kita sedang bernapas dengan memasukkan oksigen ke dalam tubuh dan membuang karbon dioksida keluar tubuh.

Oksigen dan karbon dioksida merupakan komponen  udara. Tetapi saat bernapas,  tubuh kita mampu menyaring udara sehingga hanya oksigen saja yang masuk ke dalam tubuh. Selanjutnya  gas lain yang tidak diperlukan seperti gas CO2  akan dikeluarkan

Apa fungsi dari oksigen sehingga kita harus terus menghirup oksigen untuk bernapas? Salah satu fungsi oksigen adalah untuk membakar bahan makanan agar dapat diserap tubuh sehingga kita memperoleh tenaga atau energi.

Tubuh kita telah dilengkapi alat super canggih untuk bernapas. Begitu pula pada makhluk hidup lainnya. Tumbuhan bernapas melalui mulut daun (stomata) yang terdapat di permukaan daun, atau melalui lubang kecil (lentisel) di permukaan batang. Hewan daratan  bernapas dengan paru – paru atau trakea. Hewan air bernapas dengan insang. Bahkan, hewan bersel satu juga mampu bernapas walau bukan dengan alat pernapasan khusus, tetapi melalui permukaan tubuhnya.

  1. Mengeluarkan zat sisa (eksresi)

Ekskresi berkaitan dengan proses menghasilkan dan menggunakan energi. Zat yang harus dibuang dengan proses ekskresi adalah zat sisa metabolisme. Tubuh makhluk hidup telah dilengkapi dengan alat khusus, misalnya kulit (mengeluarkan keringat), paru paru (mengeluarkan karbon dioksida), dan ginjal (mengeluarkan urin/air seni).

Alat pengeluaran zat sisa metabolisme pada tumbuhan sama dengan tempat masuknya oksigen, yaitu melalui stomata dan lentisel. Lalu pada mahkluk bersel tunggal, zat sisa metabolisme diekskresikan melalui permukaan tubuhnya, sama seperti saat dia bernapas/mengambil oksigen.

  1. Makhluk hidup bergerak

Bergerak artinya berpindah. Semua makhluk hidup dapat bergerak, baik bergerak yang cepat atau lambat, mudah terlihat atau sukar terlihat. Organisme yang bergerak bisa sebagian tubuh atau seluruh bagian tubuh. Hewan dan manusia mempunyai alat gerak berupa kaki, sirip atau sayap. Sedangkan pada tumbuhan, umumnya bergerak dengan cara tumbuh (menjadi lebih tinggi) atau menggerakkan diri ke cahaya matahari. Jadi, gerak tumbuhan umumnya karena merespon ransangan dari lingkungannya.

  1. Sensitif terhadap lingkungan

Mahkluk hidup sensitif terhadap lingkungannya. Oleh karena itu, makhluk hidup bereaksi jika terkena ransangan (peka terhadap rangsangan)

Apa maksud bereaksi? Makhluk hidup merespon pengaruh lingkungannya dengan cara bergerak, berubah warna, atau perubahan ukuran. Contohnya bunglon (Chameleo calyptratus) makhluk hidup yang bisa mengubah warna kulitnya sesuai warna dominan lingkungannya.

Info: putri malu (mimosa pudica) bergerak menutup diri bila tersentu, seperti malu. Kok bisa? Pergerakan ini dinamakan tigmonasti, artinya pergerakan yang disebabkan karena sentuhan ini terjadi karena perubahan tekanan ari pada daun akibat terkena sentuhan. Si putri malu butuh waktu kira kira setengah jam, untuk membuka daunnya kembali.

  1. Menyesuaikan diri dengan lingkungan

Masuk kandang kambing, mengembik, masuk kandang harimau, mengaum. Artinya? Kalau mau diterima di sautu lingkungan, kita harus bisa menyesuaikan diri. Ini prinsip utama untuk bertahan hiudp, dan seharusnya semua makhluk hidup mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya. Penyesuaian ini bisa saja terhadap suhu, cahaya, ataupun udara. Contohnya, Unta, (camel dromedarius) yang bisa bertahan hidup  di gurun pasir tanpa makan dan minum berhari hari. Itu dikarenakan untah memiliki punuk (kelenjar lemak yang menonjol dipunggung untah). Selama dipadang pasir yang kering kerontang, untuk menggunakan kelenjar lemaknya sebagai sumber makanan dan air. Selain itu, untuk hidup di suhu  panas seperti gurun pasir untuk memiliki sistem metabolisme tubuh yang unik sehingga air seni (urin) yang harusnya dibuang oleh tubuh unta dapat diolah lagi menjadi asam amino yang berguna bagi tubuhnya. Tubuhnya juga mampu mengatur suhunya sendiri sehingga walaupun berada ditempat bersuhu diatas 400C, suhu tubuhnya sendiri tetapi berada di 370C.

  1. Bertumbuh dan berkembang

Apa ada beda antara tumbuh dan berkembang? Tumbuh berarti berubah ukuran menjadi lebih tinggi dan besar. Tumbuh adalah proses satu arah dan tidak bisa kembali ke keadaan semula. Pertumbuhan terjadi karena faktor dalam (hormon, gen) atau faktor luark (aktivitas/gerak, makanan). Sedangkan berkembang, berarti menjadi lebih kompleks dan lebih lengkap. Contohnya, waktu kita berumur 3 tahun, tinggi kita Cuma 1 meter, sekarang menjadi 1,5 meter. Berarti kita tumbuh. Pada umur 3 tahun belum pandai menulus A, B, C, tetapi sekarang sudah bisa menulis kalimat hingga 10 lembar kertas. Hal itu menunjukkan perkembangan, baik dari segi kecerdasan maupun keterampilan.

  1. Berkembangbiak (Reproduksi)

Setiap makhluk hidup memiliki keturunan. Maksud dari keturunan adalah makhluk hidup baru yang sifatn dan penampilannya mirip dengan orang tuanya. Dengan memiliki keturunan, suatu makhluk hidup dapat dikatakan mempertahankan kelangsungan hidupnya (tidak punah)

Klasifikasi Mahkluk Hidup

Hingga sekarang, para ilmuwan telah menemukan lebih dari 2 juta jenis makhluk hidup (disebut juga spesies). Bisa juga nanti bakal ditemukan spesies spesie baru sehingga jumlahnya bertambah. Untuk mempelajari sedemikian banyaknya makhluk hidup, para ilmuwan menggunakan suatu sistem yang disebut klasifikasi yang artinya pengelompokkan.

  1. Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi mahkluk hidup dilakukan, agar kita:

  • Dapat mengelompokkan mahkluk hidup berdasarkan persamaan yang dimiliki sehingga lebih mudah untuk dikenal dan dipelajari
  • Dapat mengidentifikasi beragam hubungan antarmakluk hidup (berkerabat atau tidak, salung tergantung atau tidak)
  • Mempermudah usaha penelitian untuk menemukan manfat tiap makhluk hidup bagi kehidupan manusia.
  1. Tata Nama Oleh Lennaeus

Ilmiwan yang memilikirkan sistem persamaan makhluk hidup pertamakali adalah karl Von Linne, dokter dan ahli botani dari Swedia. Ahli ini lebih dikenal dengan nama Carolus Linnaeus, dan dianggap sebagap bapak taksomoni (ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi). Makhluk hidup dikelompokkan dalam tingkatan tingkatan kelompok yang disebut takson, dengan urutan dari yang paling umum (tertinggi), sampai pada urutan yang paling khusus/spesifik (terendah). Urutan urutannya adalah sebagai berikut:

Takson pada hewan Artinya Takson pada tumbuhan
Domain Hidup Domain
Kingdom Dunia Kingdom
Filum Filum/Divisi Kingdom
Kelas Kelas Kelas
Ordo Bangsa Ordo
Famili Suku Famili
Genus Marga Genus
Spesies Jenis spesies

Selain klasifikasi, Linnaeus juga memikirkan cara penamaan mahkluk hidup yang disebut tata naman ganda. Mangapa pemberian nama harus diatur? Suatu mahluk hidup pasti diberi nama yang berbeda. Misalnya mentimun, di indonesia saja sudah punya beberapa nama, seperti ketimun, bonteng dan lain lain. Belum lagi nama dari bahasa inggris. Jadi, supaya semua orang di seluruh dunia sepakat terhadap suatu nama, maka diperlukan naman yang dapat diakui seluruh dunia. Hasilnya, jika si Bonteng disebut Cucumis sativus, maka semua orang akan mengerti. Tapi, bagaimana cara memberi namanya?

Sistem penamaan yang dibuat linnaeus berdasarkan pada persamaan sturuktur tubuh makhluk hidup. Sistem panamaan ini menggunakan dua kategori nama ilmiah dalam bahasa latin yaitu genus dan spesies untuk menamai semua mahkluk hidup secara khusus. Sistem ini dinamakan tata nama ganda atau binomial nomenklatur. Misalnya, manusia diberi nama Homo sapiens menggunakan tata nama ganda, yang artinya mahkluk yang cerdas

Genus = Homo

Spesies = sapiens

Homo sapiens

Dalam hal ini Homo adalah genus, sapiens adalah spesies. Sistem binomial nomenklatur memiliki aturan sebagai berikut:

  • Tiap makhluk hidup diberi nama menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan
  • Pada kata pertama, yaitu genus: ditulis dengan huruf awal huruf besar. Sedangkan kata kedua, yaitu sapiens ditulis dengan huruf kecil.
  • Nama mahkluk hidup ditulis dengan huruf miring atau diberi garis bawah, misalnya, nama ilmiah dari mentimun, Cucumis sativus
  • Kalau kata untuk spesies lebih dari satu kata, digunakan tanda hubung, misalnya pada nama ilmiah kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
  • Nama orang yang memberi nama makhluk hidup dapat dicantumkan sebagai singkatan di akhir nama makhluk hidupnya, contoh, untuk penamaan tumbuhan kentang, Solanum tuberosum L.

Hurup L merupakan singkatan dari penemunya, yaitu Linnaeus

  1. Perkembangan sistem Klasifikasi

Sistem klasifikasi terus berkembang, mengapa demikian? Karena jumlah mahkluk hidup yang ditemukan dan diteliti semakin banyak. Berikut contoh perkembangan sistem klasifikasi

Urutan Perkembangan Sistem Klasifikasi

  1. Dua kingdom: Aristoteles (pertengahan 1800 an)

Pengelompokkan mahkluk hidup dalam Kingdom Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan)

ciri ciri mahkluk hidup

  1. Tiga kingdom: Owen, Hogg dan Haeckel (1866)

Mengelompokkan mahluk hidup dalam tiga kingdom, yaitu Kingdom Protista (makhluk mikroskopis), Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan)

jenis jenis mahkluk hidup

  1. Dua Domain: E. Chatton (1937)

Membedakan mahkluk hidup dalam Domain. Prokariot (mahkluk hidup yang selnya tidak memiliki membran ini), yaitu Kingdom Bacteria, dan Eukariot (makhluk hidup yang selnya memiliki membran ini), yaitu kingdom Protista, Animalia, dan Plantae

ciri ciri mahkluk hidup besar gambarnya

  1. Lima Kingdom: R.H. Whittaker (1969)

Whittaker mengelompokkan mahluk hidup ke dalam lima kingdom sebagai berikut:

  • Kingdom Monera, yaitu Prokariot, Misalnya, bakteri dan ganggang hijau biru
  • Kingdom Protista, yaitu mahkluk hidup bersel tunggal dan eukariotik (bermembran inti), misalnya protozoa dan ganggang, kecuali ganggang hijau biru.
  • Kingdom Fungi, yaitu mahkluk hidup bersel banyak, eukariotik, memiliki dinding sel yang mengandung Kitin, tidak berklorofil, dan dapat mengeruaikan zat organik untuk mananannya. Contoh dari kingdom ini adalah jamur.
  • Kingdom Plantae, yaitu mahkluk hidup bersel banyak, eukariotik, berklorofil, mampu berfotosintesis, memiliki dinding sel yang mengandung selulosa. Contohnya tumbuhan berbiji
  • Kingdom Animalia, yaitu mahluk hidup bersel banyak, eukariotik, tidak memiliki dinding sel, dan tidak dapat membuat makanannya sendiri, misalnya cacing dan kucing

ciri ciri makhluk hidup kelas 7

  1. Tiga Domain : C Woose (1978)

Pengelompokan menurut Woose sebagai berikut:

  • Domain Bacteria: yaitu makhluk hidup yang di prokariotik dan dinding pembangun selnya peptidoglikan
  • Domain Archaea: yaitu mahluk hidup Prokariotik, tetapi dinding pembagun selnya pseudopeptidoglikan
  • Domain Eukarya: terdiri dari mahkluk hidup eukariotik

ciri-ciri makhluk hidup kelas 3 sd

  1. Enam Kingdom : Cavalier – Smith (2003)

Cavelier – Smith mengelompokkan makhluk hidup menjadi 6 kingdom yaitu sebagai berikut

  • Kingdom bacteria: makhluk hidup prokariotik, dinding pembangun sel peptidoglikan
  • Kingdom Chromista: makhluk hidup eukariotik, bersifat autotrof karena memiliki kloroplas
  • Kindom Protozoa: mahkluk hidup mikroskopis berupa satu sel atau berkoloni, eukariotik
  • Kindom Fungi: mahkluk hidup eukariotik yang tadinya dikelompokkan Plantae, dipisahkan karena perbedaan cara memperoleh makanan, yaitu dengan menyerap zat organik (saprofit)
  • Kingdom Plantae: makhluk hidup eukariotik yang mampu membuat makanannya sendiri dari bahan anorganik menjadi organik dengan bantuan sinar matahari
  • Kingdom Anamilia: mahkluk hidup eukariotik dan heterotrof (tidak dapat membuat makanannya sendiri)

ciri ciri makhluk hidup hewan

Kategori: pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *