Ciri ciri Demam Berdarah / DBD dan Cara mencegahnya

Dipublikasikan oleh admin pada

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular musiman yang cukup mematikan. Di Indonesia, puluhan ribu kasus DBD terjadi setiap tahun. Pada trimester pertama 2020, terdeteksi ada 16.000 kasus DBD yang telah menyebabkan kematian lebih dari 100 orang. Ada baiknya Anda juga mempertimbangkan asuransi kesehatan dari lembaga terpercaya seperti PFI Mega Life karena disini juga tersedia asuransi syariah di PFI.

gejala demam berdarah
ilustrasi image via : shutterstock.com

Cara mencegah DBD pun terus didengungkan guna bisa meminimalkan risiko terjadinya kasus penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti. Khususnya saat musim hujan, risiko terjadinya kasus DBD dinilai lebih tinggi karena genangan air yang menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti menjadi lebih banyak. Pencegahan pun dinilai menjadi langkah efektif guna menurunkan tingkat risiko fatalitas penyakit ini. Banyak kasus DBD yang baru ketahuan saat sudah memasuki fase darurat sehingga pengobatan untuk pemulihannya menjadi tidak efektif.

Untuk itu, pengetahuan mengenai cara mencegah DBD khususnya pada waktu musim hujan perlu terus ditingkatkan. Perlu pula edukasi yang lebih baik mengenai ciri-ciri dari penyakit DBD agar ketika orang yang terinfeksi bisa segera ditangani dan kemungkinan pulihnya lebih tinggi.

DBD dan Ciri-cirinya

DBD merupakan penyakit demam yang disebabkan virus Dengue yang umumnya dibawa nyamuk Aedes aegypti ataupun Aedes albopictus. Demam berdarah tidak bisa dipandang remeh. Jika virus sudah masuk ke tubuh dan berhasil menginfeksi, akan timbul kerusakan dan kebocoran pembuluh darah. Kerusakan inilah yang membuat penderita DBD mengalami penurunan trombosit secara drastis. Jika dibiarkan, kematian bisa mengancam.

Banyak kasus DBD terlambat ditangani karena penderitanya tidak menyadarinya sudah terinfeksi virus tersebut. Ini karena pada tahap-tahap awal, gejala dari DBD sulit dirasakan. Setelah melewati masa inkubasi DBD selama 4—10 hari setelah gigitan, barulah tanda-tanda penyakit DBD mulai tampak nyata. Berikut beberapa ciri orang yang sudah terinfeksi virus Dengue yang membuat DBD.

Demam Tinggi

Ketika sudah melewati masa inkubasi DBD, penderita akan diserang demam. Suhu badan penderita DBD bisa mencapai 40 derajat Celcius, bahkan lebih.

Nyeri

Infeksi virus Dengue pada pembuluh darah akan membuat seluruh tubuh Anda terasa nyeri. Nyeri yang penderita DBD rasakan akan meliputi nyeri sendi, otot, sampai tulang. Namun, ada satu ciri khas nyeri yang sangat mengarah ke gejala DBD, yaitu nyeri di bagian belakang mata.

Sakit Kepala

Trombosit yang terus turun dengan gejala demam tinggi akan membuat Anda yang terkena akan merasa pusing. Sakit kepala yang menimpa penderita DBD meliputi seluruh kepala dengan tingkat keparahan tinggi.

Nafsu Makan Hilang

Penderita DBD juga akan kehilangan nafsu makan. Situasi ini membuat kondisi tubuh penderita semakin lemah.

Mual dan Muntah

Penderita DBD juga akan mengalami mual dan muntah. Hal ini menjadi salah satu penyebab yang menguatkan gejala kehilangan nafsu makan bagi penderita penyakit ini.

Bintik-bintik Merah

Bintik-bintik merah pada kulit menjadi ciri khas ketika seseorang terserang DBD. Hanya saja, gejala yang satu tidak bisa langsung tampak ketika masa inkubasi DBD selesai. Bintik-bintik merah pada kulit baru akan terlihat 2-5 hari setelah penderita DBD mengalami demam tinggi.

Kelenjar Getah Bening Membengkak

Pembengkakan pada kelenjar getah benih juga menjadi ciri khas yang kuat pada penderita DBD. Coba perhatikan apakah ada pembengkakan di area leher, lipatan ketiak, maupun selangkangan yang disertai gejala demam tinggi dan bintik merah. Jika ada, sudah bisa dipastikan seseorang tersebut tengah terserang DBD. Namun, untuk diagnosis lebih pasti, Anda perlu melakukan pemeriksaan secara klinis.

Penting diketahui, ciri-ciri penyakit DBD berupa demam tinggi menjadi gejala paling kuat telah berakhirnya masa inkubasi virus Dengue pada tubuh. Fase demam tinggi akan berlangsung 2-7 hari dan menimbulkan berbagai gejala khas DBD lainnya.

Ketika demam berakhir, bukan berarti Anda bisa tenang. Itu justru merupakan fase kritis yang bisa merenggut nyawa penderita DBD. Ini karena setelah demam usai, potensi kebocoran pembuluh darah justru semakin besar hingga bisa sampai ke bagian plasma darah.

Fase kritis ini akan berlangsung 1-2 hari. Jika berhasil melewatinya, penderita DBD akan memasuki fase penyembuhan DBD. Pada masa inilah secara perlahan trombosit penderita akan mulai kembali normal.

Cara Mencegah DBD

cara mencegah dbd

Kedua jenis nyamuk Aedes yang menjadi penyebab DBD adalah hewan tropis. DBD merupakan jenis penyakit yang banyak berkembang di negara-negara tropis yang memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan musim hujan.

Pada musim hujan, potensi penyebaran virus Dengue oleh nyamuk-nyamuk Aedes menjadi lebih rentan. Ini karena genangan air banyak tercipta pada musim hujan. Karena itulah, upaya untuk pencegahan perlu lebih digiatkan ketika musim hujan. Berikut delapan cara mencegah DBD yang efektif dilakukan khususnya ketika musim hujan berlangsung.

Kuras Penampung Air

Perhatikan seluruh bagian rumah Anda dengan saksama. Kira-kira ada berapa banyak penampung air yang ada, mulai dari bak mandi, vas bunga, ember cucian, ataupun yang lainnya? Jika penampung air tersebut rutin berisi air, Anda harus melakukan pengurasan ekstra selamat hujan sebagai cara mencegah DBD.

Jangan tunggu air dalam penampungan kotor sebelum mengurasnya. Ini karena nyamuk jenis Aedes lebih menyukai air bersih untuk berkembang biak. Ketika Anda melihat air dalam penampungan dalam kondisi bersih, bukan berarti tidak ada jentik nyamuk penyebab DBD di dalamnya.

Saat musim hujan, lakukan upaya ekstra. Anda sebaiknya menguras seluruh isi penampung air di rumah menjadi seminggu sekali. Jika memang memiliki waktu dan tenaga, menguras isi penampung air dua kali seminggu menjadi opsi yang lebih bijak.

Bereskan Pakaian

Tumpukan pakaian ataupun baju-baju yang menggantung bisa menjadi tempat yang nyaman bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Dari situ, mereka akan lebih mudah menginfeksi manusia yang ada di sekitarnya untuk kemudian menularkan virus Dengue yang menjadi penyebab DBD.

Karena itu, cobalah rutin membereskan pakaian Anda secara rutin. Tidak perlu menunggu pakaian Anda di lemari atau gantungan sampai berantakan dahulu. Khususnya ketika musim hujan, Anda bisa membuat jadwal rutin untuk menata ulang pakaian-pakaian yang ada di lemari maupun yang ada di gantungan kamar.

Dengan membereskan pakaian secara rutin, nyamuk-nyamuk penyebar virus Dengue akan sulit membuat sarangnya. Rumah Anda pun menjadi lebih bebas dari penyebar penyakit DBD. Selain lemari dan pakaian yang digantung, pastikan juga Anda tidak terlalu lama menumpuk pakaian kotor tanpa dicuci, ya!

Pelihara Area Taman

Selain di dalam rumah dan mencari air yang menggenang, nyamuk juga senang bersembunyi di semak-semak atau pepohonan. Pepohonan dan semak-semak tersebut paling mungkin berada di area taman hunian Anda.

Sangat dianjurkan memelihara area taman secara ekstra, khususnya ketika musim hujan tiba. Tujuannya adalah memastikan nyamuk penyebab DBD tidak bersembunyi dan berkembang biak di sana.

Pemeliharaan yang bisa Anda lakukan adalah rutin membersihkan area taman setiap harinya. Pastikan juga Anda memangkas pohon yang terlalu rimbun maupun semak-semak yang sudah terlalu tebal secara rutin, misalkan 2-3 minggu sekali.

Siasati dengan Ikan

Ikan merupakan jenis hewan yang menjadi musuh dari nyamuk. Umumnya, nyamuk enggan beranak-pinak dalam air yang dihuni ikan. Jentik-jentik yang merupakan calon keturunannya akan dibabat habis oleh ikan-ikan tersebut.

Kondisi ini sebenarnya bisa menjadi celah bagi Anda guna memastikan tidak ada nyamuk yang bersarang di penampung-penampung air yang ada di rumah. Cukup taruh saja satu atau dua ikan di tiap penampung air, bisa dipastikan nyamuk penyebab DBD akan malas mengendap di sana.

Meskipun sudah disiasati dengan ikan, sebaiknya Anda ingat untuk selalu rutin menguras air di dalam penampung secara rutin. Upaya ini bisa lebih meyakinkan Anda bahwa nyamuk-nyamuk Aedes penyebar virus Dengue tidak akan menginfeksi Anda maupun keluarga.

Lakukan Pengasapan

Melakukan pengasapan area rumah dengan zat insektisida bisa menjadi jalan untuk mengantisipasi penularan virus Dengue khususnya pada musim hujan. Coba lakukan pengasapan ketika musim pancaroba dimulai. Ini guna mematikan nyamuk-nyamuk yang terlanjur bersarang di area rumah Anda.

Pengasapan dengan insektisida menjadi cara mencegah DBD yang lebih efektif dibandingkan sekadar memakai obat semprot antinyamuk. Ini karena pengasapan bisa menjangkau tempat yang lebih luas, sekaligus menyentuh tempat yang sempit. Namun, pastikan ketika pengasapan dilakukan, Anda maupun anggota keluarga yang lain memakai masker guna melindungi sistem pernapasan Anda.

Anda juga sebaiknya tidak sembarangan memilih waktu pengasapan. Waktu yang paling efektif untuk pengasapan adalah pagi pukul 06.00-08.00 atau sore hari menjelang petang, sekitar pukul 4.30-6.30. Pada jam-jam itulah, nyamuk aedes aktif berkegiatan keluar sarang.

Persiapkan Tanaman Antinyamuk

Cara mencegah DBD yang lain adalah dengan menghias area rumah Anda menggunakan tanaman-tanaman cantik. Namun, tidak sembarangan tanaman bisa Anda pilih guna menjadi pengusir nyamuk penyebab DBD. Carilah tanaman-tanaman antinyamuk untuk tujuan mengusir penyebar virus Dengue tersebut.

Beberapa jenis tanaman antinyamuk yang bisa Anda pilih sebagai penghias rumah adalah bunga lavender ataupun bunga geranium. Kedua jenis bunga ini bahkan sudah sering digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan lotion antinyamuk. Anda juga bisa memilih menghias rumah dengan daun mint ataupun serai.

Tidak perlu berlebihan menaruh tanaman antinyamuk sebagai pencegah DBD. Cukup taruh 1-2 tanaman dalam pot kecil di tiap pojokan rumah. Cara ini terbukti efektif membuat hunian Anda disegani para nyamuk nakal.

Pakai Krim Antinyamuk

Rumah Anda bisa jadi bersih dan tidak memiliki sarang nyamuk penyebab DBD. Namun, bukan berarti, Anda sudah bisa menyatakan 100 persen aman dari serangan nyamuk Aedes. Ini karena selama masih ada celah ventilasi di rumah Anda, kemungkinan nyamuk Aedes datang bertandang ke rumah dalam waktu singkat juga masih ada. Kemungkinan nyamuk menggigit Anda maupun anggota keluarga yang lain juga cukup besar.

Anda bisa melindungi diri dengan mengoleskan krim antinyamuk. Umumnya krim antinyamuk mengandung bahan aktif tanaman-tanaman yang dapat menghalau nyamuk, seperti lavender, geranium, lemon, ataupun serai. Bau-bau tersebut umumnya cukup nyaman buat hidung manusia, tetapi tidak disukai para nyamuk.

Semakin sering Anda menggunakan krim antinyamuk, sebenarnya akan semakin baik. Karena itu, Anda dianjurkan rutin mengoleskan krim antinyamuk setiap 3 jam sekali ke bagian tubuh yang terbuka. Ingat untuk kembali oleskan krim secara ketika menjelang tidur. Ini karena nyamuk akan lebih aktif ketika malam hari, terutama ketika Anda mematikan lampu pada waktu tidur.

Pasang Kasa dan Kelambu

Semakin besar lubang ventilasi yang ada di rumah ada, semakin mudah pula bagi nyamuk Aedes untuk masuk ke dalam hunian dan menyebarkan virus Dengu. Menutup celah ventilasi sekecil mungkin bisa menjadi jalan keluar untuk mengantisipasi demam berdarah, khususnya ketika musim hujan tiba.

Pasanglah kasa di tiap lubang ventilasi maupun jendela yang ada di hunian Anda. Ini akan menjadi filter untuk mencegah nyamuk bisa dengan mudah keluar masuk ke rumah Anda.

Khusus untuk kamar tidur, Anda bisa menggunakan pengaman ekstra dengan memasang kelambu. Kelambu bisa dipasang mengelilingi tempat tidur Anda guna memastikan nyamuk semakin sulit menggigit kulit Anda selama Anda beristirahat.

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Dengan mencegah DBD, Anda juga bisa memastikan aktivitas Anda tidak akan terganggu dan tidak perlu keluar dana dan waktu untuk melakukan pengobatan.

Selain berbagai cara mencegah DBD di atas, ada baiknya Anda juga mempertimbangkan asuransi kesehatan sebagai bentuk antisipasi. Tidak bisa dimungkiri, biaya layanan kesehatan masa kini semakin tinggi. Asuransi kesehatan, khususnya dari lembaga terpercaya seperti PFI Mega Life, bisa memastikan Anda mendapatkan layanan kesehatan yang Anda butuhkan, tanpa harus menguras harta Anda ketika tiba-tiba penyakit datang.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *