Dividen

Dipublikasikan oleh admin pada

Pengertian Dividen

Dividen merupakan laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham untuk mendapatkan keuntungan dari  perusahaan tersebut. Sebenarnya banyak istilah atau pengertian tentang dividen, akan tetapi secara garis besar dividen adalah pembagian laba usaha perusahaan kepada pemegang saham perusahaan yang ditentukan lewat RUPS.

Pengertian Dividen Menurut Para Ahli

Menurut warren, dkk (2005:425),

Pengertian dividen adalah pembagian laba perseroan kepada pemegang sahamnya.

Menurut James M. Reeve, dkk (2010:275)

Dividen  adalah aliran kas yang dibayarkan kepada para pemegang saham. 

Menurut Tangkilisan dan Hassel (2003),

Dividen adalah sebagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham.

Menurut Stice (2004),

Dividen sebagai pembagian laba kepada pemegang saham perusahaan sebanding dengan dengan jumlah saham yang dimiliki masing masing pemilik.

Dividen adalah kompensasi yang diterima oleh para pemegang saham disamping capital gain.

Dari beberapa pengertian dividen yang dikemukan ahli diatas, maka dapat disimpulkan dividen adalah keuntungan yang dibagikan kepada para pemegang saham atas keuntungan yang dimiliki perseroan.

Perlu di ingat setiap pembagian dividen yang disepakati jajaran manajemen lewat RUPS akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan. Selain itu keuntungan yang diperoleh perusahaan biasanya tidak dibagikan secara keseluruhan, melainkan digunakan sebagai modal tambahan perusahaan guna mengembangkan perusahaan.  

Bila perusahaan memutuskan pembagian laba usaha, maka pemegang saham akan mendapatkan pembayaran berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki, sementara untuk jenis pembayaran tergantung pada kebijakan pemimpin.

Jenis jenis dividen

Jumlah atau nilai dividen yang dibagikan tidak selalu sama dengan periode sebelumnya, akan tetapi bisa saja mengalami perubahan. Menurut Baridwan dividen dibedakan menjadi 5 jenis;

  1. Dividen kas

Merupakan dividen yang dibagikan dalam bentuk kas. Hal yang penting diketahui pemimpin perusahaan sebelum memutuskan atau membuat pengumuman pembagian dividen kas, apakah jumlah kas tersedia dan mencukupi untuk pembagian dividen itu.

  1. Dividen aktiva selain kas (property dividend)

Tidak selamanya dividen dibagikan dalam bantuk kas, terkadang pembagian dividen dilakukan dalam bentuk aktiva, bentuk ini disebut sebagai property dividend. Contoh dividen yang dibagikan perusahaan dalam bentuk property dividend misalnya surat – surat berharga yang dimiliki perusahaan, barang dagangan  atau aktiva lain yang dimiliki perusahaan.

  1. Dividen likuidasi

Dividen yang sebagian merupakan pembagian modal.  Bila perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen maka pemagang saham harus diberitahu mengenai jumlah laba yag dibagikan termasuk berapa pengembalian modal, dengan begitu pemegang saham dapat mengurangi rekening investasinya.

  1. Dividen saham

Merupakan pembagian tambahan saham dengan tidak dipungut pembayaran kepada kepada pemegang saham, sebanding dengan saham saham yang dimilikinya.

Dividen saham dapat berupa saham yang sejenis atau jenis yang berbeda. Pembagian dividen saham di benarkan dengan alasan keinginan manajer perusahaan manahan laba secara tetap membagi aktiva yang akan digunakan dalam ekspansi atau modal kerja guna mendorong perdagangan saham dengan menaikkan jumlah saham yang beredar dengan begitu harga pasar saham menjadi turun.

  1. Dividen hutang

Jenis dividen ini timbul bilamana laba tidak dibagi, sebenarnya mencukupi saldo kas tidak mencukupi, dengan begitu manajer perusahaan mengeluarkan scrip dividen yaitu janji tertulis untuk membayar jumlah tertentu di waktu yang akan datang. Scrip dividen bisa saja berbunga, atau tidak berbunga.

Tujuan Pembagian Dividen

Bila seorang pemilik modal telah menginvestorkan kepemilikan dananya tentu hal tersebut memiliki tujuan yakni untuk mendapatkan return atau imbal, begitu juga dengan pihak perusahaan yang membagikan dividen. Berikut beberapa tujuan pembagian dividen, baik bagi perusahaan maupun pihak investor.

  1. Guna memaksimalkan kemakmuran para pemegang saham. hal ini sesuai dengan tujuan para tujuan investor yang menanamkan modalnya di pasar modal untuk mendapatkan dividen. Sementara tingkat dividen yang diperoleh akan mempengaruhi harga saham. umumnya para investor percaya dividen yang dibagikan sebagai bukti prospek perusahaan dimasa mendatang.

  2. Untuk menunjukkan tentang likuiditas perusahaan. Melalui pembagian dividen yang rutin, diharapkan kinerja perusahaan dimata investor cukup baik. Tidak sedikit perusahaan yang membagikan dividen tetap dengan tujuan untuk menunjukkan likuiditas suatu perusahaan sekalipun gejolak ekonomi terjadi, akan tetapi mampu memberikan hasil kepada para investor.

  3. Pihak investor menilai risiko dividen lebih rendah dibadingkan dengan capital gaint.

  4. Guna memenuhi kebutuhan para pemegang saham sebagai pendapatan tetap yang digunakan untuk keperluan konsumsi.

  5. Dividen dapat digunakan sebagai alat komunikasi antar manajer dan pera pemegang saha. Informasi secara keseluruhan internal perusahaan sering tidak diketahui para pemegang saham. oleh karenanya, melalui dividen, pertumbuhan serta prospek perusahaan dapat diketahui.

Kebijakan dividen

Kebijakan dividen (dividend policy)  adalah keputusan mengenai apakah laba usaha akan dibagikan kepada para pemegang saham atau laba ditahan sebagai  modal tambahan perusahaan untuk pembiayaan investasi dimasa mendatang.

Manajeme perusahaan memiliki dua opsi terhadap penghasilan bersih sesudah pajak (EAT) yaitu:

  1. Dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan dalam bentuk dividen dan
  2. Di investasikan kembeli ke perusahaan sebagai laba ditahan (retairned earning)

Persentasi pembagian laba ditahan dari Earning Tax (EAT) disebut sebagai dividend Pay Out Ratio

Persentase laba ditahan dari EAT adalah 1- DPR

Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi jajaran manajemen perusahaan dalam menentukan kebijakan dividen, diantaranya:

  1. Kas & likuiditas perusahaan. Perusahaan yang memiliki laba ditahan yang cukup, akan tetapi jajaran manajemen memutuskan untuk investasi ke dalam aktiva rill maka perusahaan tidak membayar dividen dalam bentuk kas.

  2. Kebutuhan pembayaran utang perusahaan. Hal ini dikarenakan terdapat batasan dalam perjanjian kepada kreditur. Seperti pembaaran dividen hanya dapat dilakukan setelah laba yang tersedia bagi pemegang saham setelah dikurangi cicilan pinjaman atau bilamana modal kerja mencapai tingkat tertentu.

  3. Tingkat ekspansi yang tinggi memerlukan dana yang besar, dengan demikian laba yang diperoleh lebih baik ditahan.

  4. Aksesibilitas perusahaan di pasar modal berpengaruh terhadap kebijakan dividen, yaitu dipengaruhi oleh usia & skala perusahaan.

  5. Pembatasan oleh saham preferen, dividen tidak dibagikan kepada pemegang saham biasa bila seham preferen belum dibayarkan.

  6. Kebutuhan dana untuk ekspansi, perusahaan yang berkembang membutuhkan dana baru untuk di investasikan pada proyek-proyek yang menguntungkan. Sumber dana baru yang merupakan modal sendiri (equity) dapat dari penjualan saham maupun dari laba di tahan. Jajaran manajemen perusahaan lebih cendrung memanfaatkan laba ditahan, hal ini dikarenakan penjualan saham baru menimbulkan biaya peluncuran saham (flotation cost).

  7. Kemampuan untuk meminjam, bila perusahaan memiliki kemampuan untuk memperoleh pinjaman dalam waktu singkat, artinya perusahaan dapat dikatakan memiliki flesibilitas keuangan yang relatif baik.

  8. Akses ke pasar keuangan, bila perusahaan memiliki akses ke pasar keuangan yang baik, perusahaan dapat membayar dividen lebih tinggi. Akses yang baik dapat membantu perusahaan memenuhi kebutuhan likuiditasnya.

  9. Stabilitas pendapatan, bila laba yang dicetak perusahaan relatif stabil, aliran kas dimasa mendatang dapat diperkirakan lebih akurat, dengan demkian perusahaan dapat membayar dividen yang lebih tinggi. Sebaliknya bila terjadi bagi perusahaan yang memiliki pendapatan yang tidak stabil. Ketidak stabilan aliran kas pada dimasa mendatang membatasi kemampuan perusahaan untuk membayar dividen yang lebih tinggi.

  10. Kesempatan investasi, semakin tinggi kesempatan investasi, dividen yang dibagikan akan semakin sedikit. Hal ini dikarenakan dana yang ditanamkan pada investasi menghasilkan NPV yang positif.

Langkah-langkah Pembagian Dividen

Pengumuman tentang emitan atau dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham disebut sebagai tanggal pengumuman dividen. Rincian mengenai tanggal yang harus diperhatikan dalam pembayaran dividen, sebagai berikut:

  1. Tanggal pengumuman

Merupakan tanggal resmi yang di umumkan oleh emiten mengenai bentuk dan besarnya serta jadwal pembayaran dividen yang akan dibagikan. Pengumuman seperti ini biasanya pembagian dividen reguler. Adapun isi pengumuman tersebut memeuat hal hal yang dianggap penting seperti, tanggal pencatatan, tanggal pembayaran, nilai dividen kas per lembar

  1. Tanggal pencatatan (date of record)

Merupakan tanggal perusahaan melakukan pencatatan nama-nama pemegang saham.  Para pemegang saham yang terdaftar akan diberikan hak, sementara yang  pemegang saham yang tidak terdaftar pada tanggal pencatatan tersebut tidak diberikanhak untuk memperoleh dividen.

  1. Tanggal cum-dividend

Merupakan tanggal hari terakhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan dividen baik dividen tunai atau dividen saham

  1. Tanggal ex – dividend

Adalah tanggal perdagangan saham tersebut sudah tidak melekat lagi hak untuk memperoleh dividen. Dengan demikian, bila investor membeli saham pada tanggal ini atau sesudahnya, maka investor tersebut tidak dapat mendaftarkan namanya untuk mendapatkan dividen

  1. Tanggal pembayaran (Payment date)

Merupakan tanggal pembayaran dividen kepada para pemegang saham yang memiliki hak atas dividen tersebut. Pada tanggal tersebut para investor sudah dapat mengambil dividen sesuai dengan bentuk dividen yang di umumkna oleh emiten.

lihat juga


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *