E-Commerce

Dipublikasikan oleh admin pada

Pengertian E-Commerce

E-Commerce (Elektronik Commerce) atau dalam bahasa indonesia Perdagangan Secara Elektronik adalah proses pembelian, penjualan, atau pertukaran barang maupun jasa serta informasi melalui jaringan komputer termasuk internet.  Menurut Kalakota, Istilah ecommerce dapat dilihat dari 4 perspektif yang berbeda yakni (Turban, E, & King, D., 2002).

  • Dari segi komunikasi, merupakan penyediaan barang, jasa dan informasi atau pembayaran melalui jaringan komputer maupun alat elektronik lainnya.
  • Dari segi proses bisnis, merupakan aplikasi dari teknologi dengan tujuan mengotomatisasi bisnis & langkah-langkah dalam melaksanakan pekerjaan (workflow).
  • Dari segi pelayanan, ecommerce adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, konsumen & manajemen guna meminimalisir biaya pelayanan, meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen, serta meningkatkan kecepatan pelayanan terhadap konsumen.
  • Dari perspektif online, e-commerce memungkinkan terjadinya proses jualbeli produk & informasi menggunakan jaringan internet atau layanan online lainnya.
pengertian E-Commerce
4 Perusahaan ECommerce terbesar di indonesia saat ini

E-Commerce Menurut Para Ahli

Menurut Kotler & Amstrong (2012) E-Commerce merupakan saluran online yang dapat dijangkau seseorang melalui perangkat komputer, yang digunakan oleh pebisnis dalam melakukan aktifitas bisnisnya & digunakan konsumen guna mendapatkan informasi dengan bantuan perangkat komputer yang dalam prosesnya diawali dengan memberi jasa informasi pada konsumen dalam penentuan pilihan.

Menurut Mc Leod Pearson (2008 : 59) ecommerce (Elektronik Commerce) atau perdagangan elektronik adalah transaksi bisnis yang terjadi melalui jaringan elektronik seperti internet. Menurutnya siapa-pun yang mengakses komputer dan terhubung dengan internet, memiliki cara untuk membayar barang & jasa yang mereka beli, dapat berpartsipasi dalam e-commerce.

Sedangkan menurut Mc Leod Pearson (2008 : 59) Elektronik Commerce penggunaan jaringan komunikasi & komputer guna melaksanakan proses bisnis.

Perdagangan secara elektronik adalah pembelian, penjualan & pemasaran barang maupun jasa melalui sistem elektronik. Misalnya, televisi, dan jaringan komputer atau internet.

Dari sejumlah pendapat ahli diatas, bila disimpulkan ecommerce atau perdagangan elektronik adalah proses transaksi jual beli yang dilakukan menggunakan internet dimana website atau aplikasi website sebagai wadah guna melakukan transaksi tersebut.

Jenis-jenis E-Commerce

Pertumbuhan pengguna internet dari tahun ke tahun terus meningkat seiring kemudahan untuk menjangkau internet. Jenis layanan yang ditawarkan lewat intenet juga semakin bervariasi dan hampir semua proses jual beli saat sekarang dilakukan lewat internet, baik barang maupun jasa.

Dilihat dari karakteristik atau sifat trasaksinya, ecommerce dibedakan menjadi (Turban, E., & King, D., 2002):

  1. Business to Business (B2B)

Jenis transaksi ini biasanya melibatkan perusahaan atau organiasi yang bertindak sebagai penjual atau pembeli. Selain itu terdapat sejumlah karakteristrik B2B, sebagai berikut:

    • Umumnya pembeli dan penjual sudah saling mengetahui & diantara mereka biasanya sudah terjalin hubungan yang cukup lama. Proses pertukaran informasi hanya terjadi antar partner tersebut.
    • Proses pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang & berkala dengan format data yang telah disepkati semua pihak.
    • Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan lainnya guna mengirimkan data.
    • Biasanya model yang digunakan adalah Peer to Peer (P2P), dimana processing intelengence dapat didistribusikan terhadap kedua pelaku bisnis.
  1. Business to Consumer (B2C)

Biasanya model bisnis terjadi dalam lingkup kecil dengan demikian tidak hanya organisasi yang terlibat melainkan individu juga dapat terlibat dalam transaksi tersebut. Tipe e-commerce seperti ini biasa disebut sebagai e-tailing.

Adapun karakteristik lain-nya dari B2C, adalah:

    • Terbuka untuk umum, artinya siapa saja dan dimana saja dapat mengakses informasi tersebut secara bebas selama terhubung dengan internet.
    • Layanan yang ditawarkan bersifat umum, dengan demikian dapat digunakan siapa saja. Misalnya karena website sudah umum digunakan maka service diberikan berbasis web.
    • Layanan yang digunakan berdasarkan permintaan. Artinya Produsen harus siap memberikan respon sesuai dengan permintaan konsumen.
    • Umumnya dilakukan menggunakan sistem dengan pendekatan client-server.
  1. Consumer to Consumer (C2C)

Jenis e-commerce ini biasanya menjual produk atau jasa yang dimilikinya langsung ke konsumen lainnya.

Pada ecommerce C2C konsumen dapat secara langsung menjual barangnya ke konsumen lainnya, dengan kata lain orang yang menjual produk dan jasa ke satu sama lain. Misalnya, ketika melakukan penjualan di situs web Rumah.com dan menjual properti rumah yang ia miliki. Mengiklankan dalam bentuk jasa pribadi atau menjual pengetahuan & keahlian adalah contoh dari bisnis C2C.

  1. Business to Business to Consumer (B2B2C)

Merupakan e-commerce yang menggabungkan e-commerce antara B2B dan B2C dengan tujuan untuk produk dan transaksi yang lebih lengkap. Bisnis ini biasanya menyediakan produk atau jasa kepada perusahaan lainnya. Perusahaan lain tersebut selanjutnya menyediakan produk atau jasa kepada individu yang bertindak sebagai konsumen.

  1.  Consumer to Business (C2B)

Tipe e-commerce ini biasanya pihak individu menjual barang atau jasa melalui internet atau media lainnya kepada organisasi atau perusahaan yang berperan sebagai konsumen.

  1. Mobile Commerce (M-Commerce)

Merupakan salah satu e-commerce yang mana dalam trasaksi jual beli atau aktivitas bisnis lainnya dilakukan melalui jaringan tanpa kabel.

  1. Intrabusines E-Commerce

Yang termasuk dalam aktivitas bisnis ecommerce diantaranya proses pertukaran barang, jasa maupun informasi antar unit & individu yang terdapat pada suatu organisasi atau perusahaan.

  1. Business Employees (B2E)

Merupakan subjek dari kategori intrabusiness e-commerce, dimana perusahaan menyediakan layanan, informasi, atau produk pada individu pegawainya.

  1. Collaborative Commerce

Ketika individu atau  group melakukan komunikasi atau berkolaborasi secara online, maka dapat disebut mereka telah terlibat dalam Collaborative Commerce.

  1. Non – business E Commerce

Merupakan ecommerce yang dibentuk pada sebuah organisasi yang tidak berorientasi keuntungan semata misalnya institusi akademis, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dst.

  1. E-goverment

Adalah ecommerce yang dilakukan pemerintah.

Komponen

salah satu perbedaan diantara perdagangan elektronik dengan perdagngan tradisional adalah, dalam perdagangan elektronik ini terdapat mekanisme-mekanisme tetentu dan berbeda pada pada perdagangan yang sifatnya tradisional. Adapun komponen yang terlibat dalam ecommerce adalah:

  • Costumer

Merupakan user atau pengguna internet yang dijadikan sebagai target pasar potensial untuk diberikan penawaran dalam bentuk produk, jasa maupun berupa informasi oleh para penjual.

  • Penjual

Adalah pihak yang menawarkan produk, jasa maupun informasi kepada costumer baik dalam bentuk individu atau organisasi. Proses penjualan dapat dilakukan secara langsung melalui web atau aplikasi web yang dimiliki penjual atau dapat juga melalui merketplace.

  • Produk

Perbedaan lainnya perdagangan secara online dengan perdagangan tradisional adalah terletak pada produk yang dijual. Pedagang dapat secara langsung menjual produknya melalui internet.

  • Infrastruktur

Infrastruktur yang digunakan dalam perdagangan elektronik ini adalah perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan internet.

  • Front end

Merupakan aplikasi web yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan pengguna secara langsung. Proses bisnis melalui front end ini meliputi, portal penjual, katalog elektronik, shopping cart, mesin pencari, dan payment gateway.

  • Back end

Adalah aplikasi yang secara tidak langsung mendukung aplikasi frond end. Semua aktivitas yang berhubungan dengan pemesanan barang, manajemen inventori, proses pembayaran, packaging, serta pengiriman barang termasuk dalam bisnis proses back end.

  • Intermediary

Merupakan aplikasi pihak ketiga yang menjembatani antara produsen dengan konsumen. Online intermediary dapat membantu untuk mempertemukan antara pembeli dan penjual, menyediakan infrastruktur, serta membantu penjual & pembeli dalam menyelesaikan proses transaksi. Intermediary ini tidak hanya perusahaan atau organisasi melainkan juga individu. Misalnya broker dan distributor.

  • Partner bisnis lain

Merupakan pihak selain dari intermediary yang juga melakukankolaborasi dengan produsen.

  • Support service

Cukup banyak support service saat ini beredar dalam internet muali dari sertifikasi dan trust service, yang menjamin kemanan sampai dengan knowledge provider.

  • Costumer

Merupakan user atau pengguna internet yang dijadikan sebagai target pasar potensial untuk diberikan penawaran dalam bentuk produk, jasa maupun berupa informasi oleh para penjual.

  • Penjual

Adalah pihak yang menawarkan produk, jasa maupun informasi kepada costumer baik dalam bentuk individu atau organisasi. Proses penjualan dapat dilakukan secara langsung melalui web atau aplikasi web yang dimiliki penjual atau dapat juga melalui merketplace.

  • Produk

Salah satu perbedaan perdagangan dengan perdagangan tradisional adalah terletak pada produk yang dijual. Pedagang dapat secara langsung menjual produknya melalui internet.

  • Infrastruktur

Infrastruktur yang digunakan dalam perdagangan elektronik ini adalah perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan internet.

  • Front end

Merupakan aplikasi web yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan pengguna secara langsung. Proses bisnis melalui front end ini meliputi, portal penjual, katalog elektronik, shopping cart, mesin pencari, dan payment gateway.

  • Back end

Adalah aplikasi yang secara tidak langsung mendukung aplikasi frond end. Semua aktivitas yang berhubungan dengan pemesanan barang, manajemen inventori, proses pembayaran, packaging, serta pengiriman barang termasuk dalam bisnis proses back end.

  • Intermediary

Merupakan aplikasi pihak ketiga yang menjembatani antara produsen dengan konsumen. Online intermediary dapat membantu untuk mempertemukan antara pembeli dan penjual, menyediakan infrastruktur, serta membantu penjual & pembeli dalam menyelesaikan proses transaksi. Intermediary ini tidak hanya perusahaan atau organisasi melainkan juga individu. Misalnya broker dan distributor.

  • Partner bisnis lain

Merupakan pihak selain dari intermediary yang juga melakukankolaborasi dengan produsen.

  • Support service

Cukup banyak support service saat ini beredar dalam internet muali dari sertifikasi dan trust service, yang menjamin kemanan sampai dengan knowledge provider.

Manfaat E-Commerce

Secara garis besar kehadiran e-commerce ditengah masyarakat saat sekarang sangat bermanfaat baik untuk  pelaku bisnis maupun sebagai  pelanggan.

Bagi Dunia Bisnis

    • Dapat meningkatkan pangsa pasar (market exposure)

Saat sekarang hampir semua orang dapat melakukan melakukan pemesanan dan membeli produk lewat internet. Keunggulan lainnya, transaksi online ini tidak terbatas jarak dan waktu selama terhubung dengan internet.

    • Menurunkan biaya operasional (operating cost)

Berbeda dengan perdagangan tradisional dimana perdagangannya dilakukan berbagai karyawan, perdagangan elektronik sebagian besar  operasionalnya dijalankan melalui program dengan demikain akan menghemat biaya biaya seperti showroom, beban gaji yang tinggi, dll.

    • Melebarkan jangkauan (global reach)

Seperti dijelaskan diatas, semua orang dapat melakukan pemesan atau pembelian lewat internet selama terhubung dengan internet tanpa dibatasi jark dan waktu.

    • Meningkatkan costumer loyalty

Loyalitas pelanggan meningkat hal ini terjadi karena e-commerce menyediakan informasi secara lengkap & informasi tersebut dapat diakse kapan saja. Dalam hal pembelian juga dapat dilakukan dilakukan kapan saja & konsumen dapat memilih produk yang dia inginkan.

    • Meningkatkan supply management

Melalui transaksi e-commerce tentu dapat menghemat biaya operasional pada perusahaan khususnya pada quantity karyawan & jumlah stok barang yang tersedia dengan demikian lebih menyempurnakan pengeefisianan biaya tersebut, maka sistem suply management yang harus ditingkatkan.

Bagi Pelanggan (Konsumen)

Sebagai pengguna internet, kehadiran e-commerce cukup memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi selama 24 jam sehari-semalam tanpa dibatasi waktu dan tempat dimana ia berada. Selain itu pelanggan juga dapat memiliki banyak pilihan yang ingin dibeli ketika mengunjungi website dan melakukan perbandingan harga dengan perusahaan sejenis. Ketika membeli barang – barang secara online, pelanggan tidak perlu mengantri untuk mendapatkan barang layaknya perdagangan tradisional.

Ancaman

Dunia internet merupakan dunia tanpa batas, artinya segala sesuatu bisa saja terjadi termasuk ancaman yang dapat merugikan baik sebagai pebisnis atau konsumen.

  1. Planting

Memasukkan sesuatu kedalam sebuah sistem saat ini dianggap legal, akan tetapi belum tentu dimasa mendatang.

  1. System penetration

Orang – orang tidak memiliki hak untuk melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan yang ia kehendaki.

  1. Communication monitoring

Seseorang dapat memantau semua kegiatan termasuk informasi yang sifatnya rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana pada sebuah jaringan internet.

  1. Communication tampering

Segala sesuatu hal yang dapat membahayakan kerahasian informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, misalnya mengubah informasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistem server palsu yang dapat merugikan banyak orang untuk memberikan informasi rahasia mereka secara sukarela.

Hambatan

Berbicara tentang e-commerce tidak lepas dari sebuah trust, belum terbentuknya high trust society terhadap situs-situs belanja online. Hal ini disebabkan masih banyak terjadi penipuan yang terjadi atau barang yang dibeli tidak sesuai dengan mutu saat dipesan secara online.

Perdagangan secara online umumnya tidak dapat ditawar layaknya perdagngan secara tradisional. Masih sedikit SDM yang menguasai secara baik dan benar tentang konsep dan implementasi teknologi e-commerce. Selain itu jasa pengiriman juga harus lebih teliti agar tidak terjadi salah pengiriman dan tidak terlalu lama memakan waktu dalam proses pengiriman barang.

Lihat juga

Pengertian CrowdfundingPengertian Fintech
Cara Menghemat UangKriteria bank dalam memberikan kredit

1, 2, 3

Kategori: Keuangan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *