Energi

Dipublikasikan oleh admin pada

Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Energi juga dapat diartikan sebagai besaran yang kekal, artinya enegi tidak dapat diciptakan serta dimusnahkan, namun dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk yang lainnya.

 Pada dasarnya sumber energi yang ada di dunia ini banyak dan tersebar dimana-mana. Namun hanya sebagian saja yang digali manfaatnya oleh manusia seperti energi dari minyak bumi, bahan fosil dan gas alam, sedangkan sumber energi lainnya adalah sampah dedaunan, kayu, angin, air, matahari, dan gelombang pasang sedikit sekali dimanfaatkan.

Pengertian Energi

Energi berasal dari kata bahasa Yunani yaitu energia yang berarti suatu kegiatan atau aktivitas. Kata energi terdiri dari dua kata yaitu en (dalam) dan ergon (kerja). Jadi, Energi memiliki arti umum sebagai suatu kemampuan untuk melakukan sebuah pekerjaan atau usaha. Selain dari pengertian di atas, kata energi juga banyak diartikan oleh para ahli, diantaranya:

  • Pardiyono

“Menurut Pardiyono energi merupakan suatu bentuk kekuatan yang dihasilkan atau diperoleh dari suatu benda.”

  • Aip Saripudin

“Menurut Aip Saripudin energi merupakan kemampuan untuk melakukan suatu urusan atau bisnis.”

  • Arif Alfatah dan Muji Lestari

“Menurut Arif & Muji energi merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh suatu tubuh manusia agar bisa menjalankan sebuah pekerjaan bisnis, karena pada kenyataannya, usaha yang dilakukan selalu nampak perubahan.”

  • Alvin Hadivvono

“Menurut Alvin Hadivvono energi adalah sesuatu yang bergerak, dan juga mempunyai hubungan dengan ruang & waktu.”

  • Campbell, Reece, dan Mitchell,

“Menurut mereka energi merupakan suatu kemampuan untuk mengatur ulang materi. Atau secara ringkas energi ialah suatu kemampuan atau kapasitas untuk melakukan suatu pekerjaan.”

Sumber Energi

Sumber energi pada dasarnya terbagi menjadi 2 antara lain :

Sumber Energi Tak Terbaharui

Sumber energi tak terbaharui merupakan sumber daya alam yang jika digunakan secara terus-menerus akan habis. Sumber energi ini dapat berupa energi yang berasal dari minyak bumi, bahan fosil, dan gas alam. Sumber-sumber ini membutuhkan proses yang panjang untuk memperolehnya dan Selanjutnya dapat dimanfaatkan.

Contohnya ialah minyak bumi membutuhkan proses berjuta-juta tahun untuk dapat memperolehnya namun pemanfaatannya dilakukan terus-menerus dan dapat dibayangkan pasti semakin lama akan semakin menipis dan habis. Karena itulah saat  ini para ahli berlomba untuk mencari alternatif sumber energi. Beberapa sumber energi tak terbaharui ialah:

  1. Minyak Bumi

Minyak bumi berasal dari hewan (plankton) serta jasad-jasad renik yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu. Minyak bumi digunakan untuk berbagai sektor kegiatan diantaranya:

    • Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang.
    • Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor.
    • Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel.
    • Oli ialah bahan untuk pelumas mesin.
    • Kerosin untuk bahan baku lampu minyak.
    • Parafin untuk bahan pembuat lilin, dan lain sebagainya

  1. Batu Bara

Batu bara berasal dari bangkai tumbuhan purba yang ada berjuta-juta tahun yang lalu. Batu bara sendiri banyak digunakan untuk bahan bakar untuk kegiatan industri dan rumah tangga seperti:

    • Biji Besi untuk peralatan rumah tangga, pertanian dan lain-lain.
    • Tembaga ialah jenis logam yang mempunyai warna kekuning kuningan, lunak dan mudah ditempa.
    • Bauksit sebagai bahan dasar pembuatan alumunium.
    • Emas dan Perak untuk perhiasan.
    • Gas alam untuk bahan dasar bahan bakar kompor gas, dan lain sebagainya.

Sumber Energi Terbaharui

Sumber energi terbaharui ialah sumber energi yang dapat dengan cepat terbaharui kembali oleh alam dan prosesnya berkelanjutan. Bahan bakar nuklir dan fosil berarti tidak termasuk ke dalam sumber energi terbaharui.

Energi yang dapat diperbaharui diperkenalkan Sejak tahun 1970 sebagai usaha mencoba bergerak melewati pengembangan bahan bakar nuklir dan fosil. Sumber energi ini berasal dari alam sekitar berupa angin, energi matahari, air, biogas, dan biomas.

  1. Energi Geothermal

Energi Geothermal adalah energi pancaran dan radiasi yang dapat digunakan untuk memasak dengan cara mengambil panas bumi. Terdapat 3 macam power plants yang digunakan untuk mendapatkan energi ini, yakni dry steam, flash, dan binary. Dry steam plants ini mengambil uap panas bumi dan selanjutnya digunakan untuk menggerakan turbin yang memutar generator penghasil listrik.

Flash plants akan mengambil air panas, umumnya bersuhu lebih dari 2000C, dari tanah yang selanjutnya mendidih pada saat naik ke permukaan dan lalu dipisahkan antara air panas dan uap panas yang dialirkan ke turbin. Sedangkan untuk binary plants, air panas mengalir melalui heat exchangers, mendidihkan cairan organik yang dapat memutarkan turbin. Uap panas yang berasal dan sisa dari cairan geothermal, dari ketiga cara diatas disuntikkan kembali ke batuan panas agar menghasilkan panas lagi.

  1. Energi Sustainable

Sebagian besar energi terbaharui merupakan energi sustainable, yang artinya mereka tersedia dalam waktu yang lama. Walaupun tenaga nuklir tidak energi diperbaharui, tetapi pendukung nuklir bisa sustainable dengan penggunaan reaktor breeder menggunakan uranium238 atau thorium atau keduanya.

  1. Energi Surya

Energi surya yang dimaksud di sini ialah energi yang dikumpulkan langsung dari cahaya matahari. Energi surya dapat digunakan untuk menghasilkan listrik menggunakan sel surya, memanaskan gedung, secara langsung, memanaskan makanan menggunakan oven surya, dan lain sebagainya. Panas bumi ialah suatu energi yang bersumber dari dalam perut bumi, Panas bumi yaitu suatu energi yang melimpah dan terbarukan yang sehingga tidak perlu untuk khawatir akan kehabisan suatu energi panas bumi.

Selain jumlahnya yang tak terbatas energi ini memiliki harga yang jauh lebih ekonomis dan ramah terhadap suatu lingkungan. Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang kaya akan energi panas bumi, hal ini di karenakan indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif yang menjadi suatu keuntungan tersendiri bagi negara kita. Contoh dari pemanfaatan panas bumi yaitu dengan mengubahnya menjadi sebuah pembangkit listrik.

  1. Energi Angin

Energi kinetik dari angin bisa digunakan untuk menjalankan turbin angin dan beberapa mampu memproduksi tenaga 5 MW. Energi angin yang diperoleh selanjutnya akan digunakan untuk pembangkit listrik tenaga angin yang diproduksi melalui turbin angin.

  1. Energi Biomass

Merupakan sumber renewable energy atau energi terbarukan karena energi biomass ini berasal dari matahari. Bahan bakar bio merupakan bahan bakar yang didapatkan dari biomass atau organisme atau produk dari metabolisme mereka, seperti kotoran dari sapi merupakan energi terbaharui.

Umumnya bahan bakar bio dibakar untuk melepas energi kimia yang ada di dalamnya. Riset untuk mengubah bahan bakar bio menjadi listrik menggunakan sel bahan bakar ialah bidang penelitian yang sangat aktif. Energi  biomass ini berfungsi sebagai aki tempat penyimpanan energi surya.

Biomass yang diproduksi dengan teknik pertanian, misalnya biodiesel, ethanol, dan bagasse (seringkali sebuah produk sampingan dari pengkultivasian Tebu) bisa dibakar dalam mesin pembakaran dalam atau pendidih. Pembuatan biomass haruslah melalui beberapa proses diantaranya adalah: harus dikembangkan, dikumpulkan, dikeringkan, difermentasi dan dibakar. Seluruh langkah ini membutuhkan banyak sumber daya dan infrastruktur.

  1. Energi Air (Hydropower)

Energi air bisa dimanfaatkan dalam bentuk gerak atau perbedaan suhu. Karena air jauh lebih berat dari udara, maka aliran air yang pelan pun bisa menghasilkan sejumlah energi yang besar. Air adalah sumber energi yang murah dan relatif sangat mudah diperoleh, karena pada air tersimpan energi potensial (pada air jatuh) dan energi kinetik (pada air mengalir). Tenaga air (Hydropower) adalah energi yang diperoleh dari air yang mengalir.

Energi yang ada pada air dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam wujud energi mekanis maupun energi listrik. Pemanfaatan energi air ini banyak dilakukan dengan menggunakan kincir air atau turbin air yang memanfaatkan adanya suatu air terjun atau aliran air di sungai. Jika listrik yang dihasilkan tidak terlalu besar, maka teknologi yang digunakan disebut microhydro, aliran listrik dari cara ini maksimal menghasilkan 100 kW.

Sudah sejak awal abad ke 18 kincir air banyak dimanfaatkan sebagai penggerak  penggilingan gandum, pemotongan kayu dan mesin tekstil. Hingga memasuki abad 19, turbin air baru mulai dikembangkan.

Manfaat Energi Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Manfaat energi yang ada di dunia ini tentu sangat beragam dna dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Berbagai energi dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, berikut ini adalah sebagian contoh pemanfaatan dari energi dengan merubahnya dari satu bentuk ke bentuk lainnya:

  • Energi listrik diubah menjadi energi panas untuk pemakaian setrika untuk menghaluskan pakaian.
  • Energi kimia diubah menjadi energi gerak (mekanik) pada makanan yang kita makan diolah dengan reaksi kimia menjadi sumber energi dalam beraktivitas.
  • Energi listrik diubah menjadi energi bunyi ada pemakaian bel yang menghasilkan bunyi.
  • Energi gerak (mekanik) diubah menjadi energi panas yang di gesekkan dua benda dengan terus menerus menghasilkan panas.
  • Energi listrik diubah menjadi energi gerak (mekanik) yaitu pada pemakaian kipas angin.
  • Energi cahaya diubah menjadi energi kimia dalam hal ini pada pemanfaatan cahaya matahari.
  • Tenaga air yang diperoleh dari aliran air biasanya didapat dari sungai yang dibendung. Di bagian bawah terdapat lubang-lubang saluran air yang berfungsi mengubah energi kinetik dari gerakan air manjadi energi listrik yang yang sering disebut “hydroelectric”.
  • Pada oven microwave, energi elektromagnetik yang didapatkan dari perusahaan listrik diubah menjadi energi termal dari makanan yang dimasak.
  • Motor lisrik yang yang diperoleh dari usaha yang dilakukan untuk gaya tegangan tali yang melalui katrol listrik mengubah energi listrik dari motor menjadi energi potensial gravitasi pada peti.
  • Dari bahan bakar bensin yang ada pada mesin mobil ini dapat diubah menjadi energi kinetik (membuat mobil bergerak lebih cepat), atau menjadi energi potensial (membuat mobil mampu menaiki bukit).
  • Ban mobil yang bergerek mengandung energi kinetik yang menimbulkan panas pada jalan (energi kalor).
  • Energi gerak yang dijatuhkan kebawah makin cepat menjadi energi kalor lalu menjadi energi bunyi (terdengar suara buk sesaat setelah batu menumbuk lantai).
  • Ayunan yang digoyang berubah dari energi kinetik menjadi energi potensial saat berhenti sejenak diatas dan sebaliknya saat turun.
  • Dinamo sepeda paa saat digerakkan maka akan terjadi perubahan energi dari energi gerak menjadi energi lisrti dan energi cahaya.

http://digilib.unila.ac.id/469/8/BAB%20II.pdf

Kategori: pendidikan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *