Anjak Piutang (Factoring)

Pengertian Anjak Piutang

Bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan atau penjualan, hambatan utama yang dapat menjadi ancaman adalah banyaknya penjualan kredit  yang tidak dapat tertagih alias macet. Banyaknya kredit yang macet akan mengakibatkan terganggunya perputaran barang dan perputaran keuangan, apalagi jika sampai kredit tersebut tidak mampu lagi membayar oleh nasabahnya.

Apabila masalah piutang macet ini tidak dapat segera ditangani secara serius, bukan tidak mungkin  kerugian yang besar tidak dapat dihindari lagi. Untuk melakukan penagihan piutang  yang macet   diperlukan biaya maupun tenaga yang harus dikorbankan.

Untuk menanggulangi masalah piutang macet dan adminstrasi kredit yang semeraut dapat diserahkan keapda perusahaan yang sanggup untuk melakukannya. Adalah perusahaan Anjak Piutang  yang memang kegiatan utamanya bergerak  di bidang  penagihan piutang. Perusahaan anjak piutang dapat mengambil alih pengelolaan administrasi piutang suatu perusahaa. Jadi bagi perusahaan yang sedang mengalami kesulitan seperti diatas dapat menyerahkan seluruh persoalannya kepada perusahaan factoring dengan imbalan fee dan biaya biaya lainnya yang disepakati bersama. Lalu apa yang dimaksud dengan perusahaan anjak piutang, serta apasaja yang dilakukannya?

Pengertian perusahaan anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan nama factoring adalah perusahaan yang kegiatannya adalah melakukan penagihan atau pembelian, atau pengambilalihan atau pengelolaan utang piutang  suatu perusahaan  dengan imbalan atau pembayaran tertentu milik perusahaan.

Kemudian pengertian anjak piutang menurut keputusan Menteri Keuangan Nomor1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi  perdagangan dalam atau luar negeri.

Kegiatan Anjak Piutang

Perusahaan anjak piutang (factoring) merupakan jenis perusahaan yang relatif baru dikenal di indonesia. Secara resmi adalah dengan dikeluarkannya surat keputusan  Menteri Keuangan Nomor1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988, padahal dibanyak negara lain kegiatan perusahaan factoring sudah dimulai sejak puluhan tahun sebelumnya.

Kegiatan utama perusahaan factoring ini adalah mengambil alih pengurusan piutang sautu perusahaan  dengan suatu tanggung jawab tertentu, tergantung kesepakatan  dengan pihak kreditor (pihak yang punya piutang). Usaha –usaha yang dijalankan  oleh perusahaan ini berkaitan dengan pengambilalihan dan pengelolaan  piutang suatu perusahaan, tertantung permintaan pihak kreditor.

Kegiatan perusahaan anjak piutang di Indonesia diatur bersarkan surat keputusan Menteri Keuangan Nomor1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988. Berdasarkan surat keputasan Menteri keuangan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan anjak piutang adalah sebagai berikut:

  1. Pengambilalihan tagihan suatu perusahaan dengan fee
  2. Pembelian piutang perusahaan dalam sautu transaksi perdagangan dengan haraga yang sesuai dengan kesepakatan.
  3. Mengelola  usaha penjuala kredit sautu perusahaan, artinya perusahaan factoring  dapat mengelola kegiatan administrasi  kredit sautu perusahaan sesuai kesepakatan.

Dalam mengelola kegiatan sehari-hari perusahaan anjak piutang seperti halnya perusahaan lainnya juga memiliki tujuan tertentu yang mencari keuntungan.  Keuntungan yang diperoleh  perusahaan ini antara lain dari berbagai biaya  yang dikenakan terhadap kliennya. Kemudian dari keuntungan inilah perusahaan  factoring  dapat menutup seluruh kegiatan operasioalnya.

Dalam peraktiknya keuntungan yang diperoleh dari biaya biaya yang dibebankan kepada nasabahnya adalah :

  1. Jasa penagihan (service charge)

Yaitu biaya yang dibebankan oleh perusahaan factoring kepada kliennya, yang dikenal dengan istilah fee dan besarnya dihitung berdasarkan persentase tertentu. Kemudian besarnya  fee yang diberikan tergantung dari kesepakan kedua belah pihak dengan berbagai pertimbangan  seperti misalnya tingkat kesulitan atau jumlah piutang yang ditagihkan.

  1. Biaya adminstrasi

Yaitu biaya yang diterima oleh perusahaan anjak-piutang setelah melakukan pengelolaan perusahaan kreditor oleh klien dan besarnya pun tergantung  dr kesepakatan yang dibuat bersama.

Pihak yang Terlibat dan Fasilitas yang Diberikan

Dalam kegiatan transaksi anjak-piutang terdapat tiga pihak yang saling berkepentingan. Tanpa keterlibatan ketiga pihak tersebut, maka kegiatan anjak-piutang tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan transaksi anjak-piutang adalah sebagai berikut:

  1. Kreditor atau klien yang menyerahkan tagihannya kepada pihak anjak-piutang untuk ditagih atau dikelola  atau diambilalih  dengan cara dikelola atau dibeli sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan  yang telah dibuat.
  2. Perusahaan Anjak_piutang (factoring), yaitu perusahaan yang akan mengambilalih atau mengelola piutang atau penjualan kredit debiturnya
  3. Debitur, yaitu nasabah yang mempunyai masalah (utang) kepada kreditor (klien)

Untuk lebih jelasnya  transaksi yang terjadi diantara ketiga pihak yang terlibat dalam kegiatan anjak_piutang lihat pada gambar berikut:

pengertian anjak piutang

  1. Kreditor menyerahkan persoalan piutangnya kepada perusahaan anjak piutang baik dengan cara memberitahukan kepada debitur maupun tidak.
  2. Perusahaan anjak _piutang melakukan panagihan kepada debitur sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat  dengan kreditor.
  3. Debitur membayar kepada perusahaan anjak_piutang
  4. Perusahaan anjak piutang membayar sesuai tanggung jawabnya kepada kreditor sesudah semua persoalan utang –piutang

Kemudian fasilitas yang dapat diberikan perusahaan anjak-piutang  dalam penagihan atau pengelolaan penjualan  kreditnya kepada kredit (kliennya). Dilihat dari berbagai sisi  sebagai berikut:

  1. Berdasarkan pemberitahuan
  • Disclosed

Yaitu fasilitas  yang diberikan kepada perusahaan anjak – piutang dalam penagihan piutangnya  dengan sepengetahuan debitur.

  • Undisclosed

Merupakan fasilitas  yang diberikan  kepada perusahaan anjak-piutang  tanpa sepengetahuan  si debitur, kecuali jika ada pelanggaran terhadap kesepakatan  yang telah dibuat dan atau perusahaan anjak piutang  mengandung suatu resiko.

  1. Berdasarkan tanggung jawab
  • Withrecource

Dalam hal ini se debitur tidak mampu untuk melunasai segala kewajibannya, maka resiko kredit tersebut menjadi tanggung jawab si kreditor dan pihan anjak piutang mengembalikan tanggung jawab penagihannya.

  • Without cource

Dalam fasilitas ini apabila semua resiko yang tidak terbayar dalam sautu penagihan  piutang menjadi tanggung jawab pihak anjak-piutang sepenuhnya dan bukan tanggung jawab kreditor.

  1. Berdasrkan pelanggan
  • Full service factoring

Merupakan perusahaan anjak-piutang  yang memberikan semua jenis fasilitas jasa jasa piutang  baik dalam jasa pembiayaan maupun jasa non pembiayaan, termasuk fasilitas untuk menanggung resiko terhadap kredit yang macet.

  • Recource factoring

Jasa yang diberikan oleh perusahaan  anjak-piutang meliputi hampir  semua jasa anjak piutang proteksi terhadap resiko tidak terbayar tagihannya.  Dalam ini risiko kredit tetap berada pada kreditor.

  • Bulk factoring

Jasa yang diberikan terhadap kreditor  hanyalah fasilitas jasa pembiayaan dan pemberiatahuan  jatuh tempo pada debitur.

  • Maturity factoring

Dalam perusahaan jenis ini fasilitas jasa yang diberikan kepada kreditor adalah perlindungan kredit yang meliputi pengurusan atas penjualan, penagaihan dari debitur dan perlindungan atas piutang dan dalam jenis jasa yang diberikan adalah tanpa pembiayaan.

  • Underclosed factoring

Dalam fasilitas ini perusahaan anjak-piutang  memberikan proteksi terhadap kemacetan pelunasan piutang  sampai dengan  persentase tertentu dari jumlah faktur yang telah disetujui.

  • Advanced payment

Yaitu transaksi pengalihan piutang dimana pembarannya dilakukan saat jatuh tempo dan besarnya sekitar 80% dari nilai faktur

  1. Berdasarkan wilayah
  • Domestic factoring

Merupakan perusahaan anjak-piutang yang hanya beroperasi diwilyah Indonesia

  • Internasitional factoring

Merupakan kegiatan anjak piutang yang kegiatannya dapat dilakukan antarnegara seperti pembiayaan fasilitas  ekspor – impor

Jasa – jasa dan Biaya yag Diberikan

Sama seperti halnya perusahaan keuangan lainnya, perusahaan anjak-piutang juga memiliki berbagai ragam produk  atau jasa yang dapat ditawarkan kepada nasabahnya. Kelengkapan produk atau jasa  yang ditawarkan  sangat tergantung kepada kemampuan perusahaan anjak-piutang masing masing.

Dalam kegiatan sehari-harinya secara umum perusahaan anjak-piutang mempuanya dua macam jasa yang dapat ditawarkan kepada masyarakat. Adapun jasa jasa  yang dapat dilakukan oleh perusahaan factoring sebagai beriktu:

  1. Jasa pembiayaan (financing service)

Dalam hal jasa pembiayaan, perusahaan anjak-piutang melakukan pembiayaan dimuka (preffinancing) kepada kreditor yang besarnya tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak. Kontrak dalam perjanjian dapat dibuat berdasarkan  withrecource atau dengan without recource.  Dalam hal ini besarnya pembiayaan yang dilakukan sekitar 60% sampai 80% dari total piutang  setelah dilakukan kontrak dan penyerahan bukti bukti penjualan.

  1. Jasa Non Pembiayaan (non financin service)

Dalam jasa non pembiayaan kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian jasa pengelolaan adminstrasi kredit, biasanya kegiatan jasa ini meliputi:

  • Analisis kelayakan suatu kredit,
  • Melakukan adminstrasi kredit
  • Pengawasan terhadap kredit termasuk pengendaliannya
  • Perlindungan terhadap suatu risiko kredit

Kemudian berkaitan dengan jasa jasa yang diberikan pihak anjak piutang juga akan membebankan sejumlah biaya kepada kreditor seperti yang sudah dijelaskan diatas. Dalam peraktiknya paling tidak ada dua jenis biaya yang dibebankan kepada kliennya akibat dari pembiayaan yang dilakukan perusahaan anjak piutang, yaitu fee dan biaya administrasi  terhadap pembiayaan tertentu.

Keuntungan Anjak Piutang

Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan anjak piutang akan memberikan atau memperoleh keuntungan bagi masing masing pihak yang terlibat, baik perusahaan anjak piutang, kreditor maupun debitur.

Keuntungan yang diperoleh masing masing pihak adalah sebagai berikut:

  1. Bagi perusahaan anjak piutang
  • Memperoleh keuntungan berupa fee dan biaya adminstrasi
  • Membantu menyelesaikan pertikaian di antara kreditor dan debitur
  • Membantu manajemen pihak kreditor dalam penyelenggaraan kredit
  1. Bagi kreditor
  • Mengurangi resiko kerugian dengan tertagihnya piutangnya
  • Memperlancar kegiatan usaha
  • Dengan ditagihnya piutang oleh perusahaan anjak piutang kreditor dapat berkonsentrasi ke usaha lainnya.
  1. Bagi debitur

Memberikan motivasi kepada debitur untuk segera membayar secepatnya, karena ada rasa malu sehingga berusaha sekuat tenaga untuk segera membayar dengan berbagai cara.

Contoh Perusahaan Anjak Piutang

Perusahaan anjak piutang yang cukup terkenal diantaranya sebagai berikut:

  1. Aditama Finance
  2. SG Finance
  3. PT IFS Capital Indonesia
  4. PT. Tifa Finance

 

Lihat juga:

Lembaga keuangan Bank Uang Dana Pensiun Bank Syariah
Modal Ventura Simpanan Giro Simpanan Deposito Leasing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *