Filsafat Ilmu

Dipublikasikan oleh admin pada

Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang filsafat yang ada. Secara garis besar filsafat ilmu merupakan penelusuran pengembangan ilmu filsafat. Sementara objeknya adalah ilmu dan pengetahuan.

Pengertian filsafat ilmu

Filsafat ilmu adalah ikhtiar manusia guna memahami pengetahuan untuk menjadi lebih bijaksana. Melalui filsafat ilmu ini  keabsahan atau cara pandang harus bersifat ilmu. Sementara objek dari filsafat ilmu adalah ilmu & pengetahuan.

Filsafat ilmu adalah filsafat yang mempelajari & menyelidiki seluas mungkin segala sesuatu tentang ilmu. Sementara ilmu merupakan bagian / cabang pengetahuan yang memiliki ciri-ciri tertentu. Filsafat ilmu merupakan pengetahuan campuran dimana eksitensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik serta saling pengaruh antara filsafat dan ilmu.

This is box title
Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan tentang hal hal yang menyangkut ilmu dengan segala segi dan kehidupan manusia.

This is box title
 Filsafat ilmu pada dasarnya adalah ilmu yang membahas mengenai ilmu pengetahuan (science of sciences) dimana kedudukan berada diatas ilmu lainnya..

Dimensi Filsafat Ilmu

Menurut Muchsin, dalam kajian filsafat ilmu terdapat beberapa dimensi, yaitu:

  • Dimensi ontologis, (hakekat ilmu) ontologi  adalah hakikat yang ada (being, sein) yang merupakan asumsi dasar bagi apa yang disebut sebagai sebuah kebenaran dan kenyataan. Dalam perspektif ilmu, ontologi ilmu dapat dimaknai sebagai teori terhadap wujud dalam perspektif materil ke-ilmuan, konsep-konsep penting yang diasumsikan oleh ilmu ditelaah secara kritis dalam ontologi ilmu.

  • Dimensi epistomologis (cara mendapat pengetahuan). Epistomologi derivasinya berasal dari bahasa Yunani artinya teori tentang ilmu pengetahuan. Epistomologi merupakan gabungan antara dua kalimat episteme, pengetahuan & logos, theory. Epistomologi merupakan cabang ilmu filsafat yang membahas tentang masalah-masalah filosofikal yang mengitari teori ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, epistomologi merupakan bagian dari filsafat yang meneliti mengenai asal-usul, asumsi dasar, sifat-sifat dan bagaiamana cara memperoleh pengetahuan menjadi penentu penting dalam menentukan sebuah model filsafat.

    Melalui pengertian tersebut epistomologi tentunya menentukan karakter pengetahuan, bahkan menentukan “kebenaran” misalnya seperti apa yang dianggap patut diterima atau sebeliknya seperti apa yang harus ditolak. Aspek epistomologi merupakan kebenaran fakta atau kenyataan dari sudut pandang mengapa & bagiamana fakta tersebut dapat diverifikasi atau dibuktikan kembali kebenarannya.

  • Dimensi aksiologis (manfaat pengetahuan). Aksiologis merupakan (teori tentang nilai) sebagai filsafat yang membahas apa manfaat dari ilmu pengetahuan manusia. Untuk apa pengetahuan berupa ilmu di dipergunakan? Apa kaitannya antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana menentukan objek yang telah diteliti berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana keterkaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma norma moral?

Karakteristik filsfat ilmu

  • Filsafat ilmu merupakan cabang dari filsafat
  • Filsafat ilmu berusaha menelaah ilmu secara filosofis dari sudut pandang ontologis, epistomologis dan aksiologis.

Metode Filsafat Ilmu

Dalam sejarah, menurut garis historis setidaknya terdapat sepuluh metode yang digunakan dalam filsafat termasuk dalam filsafat ilmu, yaitu:

  1. Metode kritis, dikembangkan socrates dan Plato. Metode yang dikembangkan ini bersifat analisis terhadap sebuah istilah & pendapat, metode ini dikenal sebagai metode hermeneutika.

  2. Metode intutitif, dikembangkan Ploginos dan Bergson dan cara intropeksi bersama dengan persucab moral, sehingga suatu penerangan atau pencerahan pikiran.

  3. Metode skolastik, dikembangkan oleh Aristoteles, Thomas Aquinas dan yang termasuk aliran filsafat abad pertengahan ini yakni bertitik tolak dari defenisi atau prinisip yang jelas selanjutnya ditarik sebuah kesimpulan.

  4. Metode filsafat Rene Descartes & pengikutnya, dikenal sebagai metode yang bertolak dari analisis tentang hal-hal kompleks kemudian didapat intuasi akan hakikat yang sederhana dan lebih terang.

  5. Metode geometri, dikreasikan Rene Descartes & pengikutnya. Menurutnya hanya pengalaman yang memberikan pengertian benar, maka semua pengertian & ide dalam intropeksi kemudian disusun bersama secara geometris.

  6. Metode transendental, dikreasikan Immanuel Kant, metode ini dikenal juga sebagai metode neo-skolastik yang bertitik tolak dari tempatnya pengertian tertentu yaitu jalan analisis yang diselidiki syarat-syarat apriori bagi pengertian yang sedemian rumit & kompleks.

  7. Metode fenomenologis, dikembangkan Husserl, yaitu eksistensialisme, merupakan metode denganjalan beberapa pertolongan sistematis (reduction), refleksi atas fenomena dalam kesadaran sehingga mencapai penglihatan tentang hakikat yang murni.

  8. Metode dialektis dikembangkan Hegel dan Marx, yaitu metode yang digunakan dengan jalan mengikuti dinamika atau alam berpikir sendiri.

  9. Metode neopositivitis, merupakan kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan menggunakan aturan-aturan seperti berlaku dalam ilmu pengetahuan positif (eksakta)

  10. Metode analitika, dikreasikan oleh Wittgenstein. Metode ini digunakan melalui analisis pemakaian bahasa sehari-hari menentukan sah atau tidaknya ucapan filosofis. Menurutnya bahasa merupakan bola permainan makna se pemiliknya.

Tujuan 

Menurut Prof. Dr. Amsal, M.A, filsafat ilmu memiliki tujuan  sebagai berikut:

  • Untuk memahami unsur-unsur pokok ilmu, dengan demikian secara keseluruhan kita akan dapat memahami sumber, hakikat, maupun tujuan ilmu.
  • Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan & kemajuan ilmu diberbagai bidang. Dengan demikian kita akan mendapat gambaran mengenai proses ilmu kontenporer secara historis.
  • Sebagai pedoman bagi dosen & mahasiswa dalam mendalami studi di perguruan tinggi, khususnya untuk membedakan persoalanyang ilmiah dan non-ilmiah.
  • Mendorong para calon ilmuan untuk konsisten dalam mendalami ilmu serta mengembangkannya.
  • Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak terdapat pertentangan.

Manfaat Mempelajari Filsfat Ilmu

  • Untuk mempertegas dan memperdalam pengetahuan tentang filsfat ilmu.
  • Untuk melatih diri dalam melakukan penelitian, pengkajian serta pengambilan sebuah keputusan terhadap suatu hal,
  • Sebagai acuan motivasi untuk lebih kritis terhadap ilmu pengetahuan.

Lihat juga:

Kategori: pendidikan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *