Gempa Bumi

Dipublikasikan oleh admin pada

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi yang terjadi karena adanya pergeseran lempeng bumi atau yang disebut sebagai gempa bumi tektonik memiliki cakupan yang luas daerah dan sangat susah diperkirakan apalagi diprediksi. Namun berbeda dengan gempa bumi karena aktivitas gunung api aktif, dimana luas daerah gempa yang terjadi umumnya tidak jauh dari lokasi gunung berapi aktif tersebut.

Proses terjadinya gempa bumi tektonik juga dibagi ke dalam beberapa jenis. Jenis pertama dari gempa bumi tektonik ialah gempa bumi yang diakibatkan oleh aktivitas lempeng bumi yang bergerak saling berjauhan. Aktivitas lempeng bumi inilah yang dapat mengakibatkan terbentuknya lempeng baru di antara lempeng bumi yang bergerak saling menjauh tersebut.

Lempeng baru terbentuk memiliki berat jenis yang biasanya lebih kecil dibandingkan lempeng yang bergerak saling menjauh, sehingga lempeng baru yang terbentuk ini mendapatkan tekanan yang lebih besar dari kedua lempeng lainnya. Tekanan tersebut nantinya dapat berakibat gempa bumi.

kedua, jenis pergerakan lempeng bumi yang saling bergeser satu sama lain.  Gempa bumi yang terajdi pada jenis kedua ini prosesnya hampir sama dengan jenis pertama yang selanjutnya dapat menimbulkan lempengan baru.

Ketiga, gempa bumi karena adanya pergerakan lempeng bumi yang bergerak saling mendekat atau saling bertumpuk satu sama lain. Pergerakan lempeng bumi pada jenis ini bisa membuat permukaan bumi ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah satu sama lain, misalnya adalah adanya dataran rendah dan dataran tinggi. Proses terjadinya gempa bumi yang diakibatkan aktivitas gunung api aktif ialah proses gempa bumi ketika gunung tersebut akan atau memulai proses letusannya.

Parameter Dasar Gempa Bumi

Terdapat beberapa parameter dasar gempa bumi yang dapat digunakan ialah diantaranya:

  1. Hypocenter. Ialah pusat terjadinya gempa bumi atau pergeseran lempeng atau tanah yang ada di dalam bumi.
  2. Epicenter. Merupakan pusat titik yang ditujukan tepat berada di atas hypocenter di permukaan bumi.
  3. Bedrock. Merupakan tanah keras tempat dimana mulai bekerjanya gaya gempa.
  4. Ground acceleration. Merupakan percepatan yang ada pada lapisan permukaan bumi akibat adanya gempa bumi.
  5. Amplification factor. Merupakan faktor pembesaran percepatan gempa yang terjadi di permukaan tanah karena jenis tanah tertentu.
  6. Skala gempa. Merupakan suatu ukuran kekuatan gempa yang bisa diukur dengan skala kuantitatif maupun Pengukuran kekuatan gempa secara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan skala Richter yang umumnya dikenal sebagai pengukuran magnitudo gempa bumi.

Kerugian Akibat Terjadinya Gempa

Kerugian yang terjadi akibat adanya gempa bumi tentu juga dipengaruhi oleh banyak factor salah satunya besar kecilnya skala gempa bumi itu sendiri. Pada umumnya kerusakan akibat gempa bumi ialah sebagai berikut:

  • Korban jiwa atau hilangnya nyawa seseorang, bisa karena tertindih reruntuhan bangunan maupun hal lain.
  • Kecacatan atau menmbulkan korban luka-luka
  • Terjadi kerusakan alam maupun bangunan struktur yang terdampak gempa bumi.
  • Kerugian secara finansial yang tidak sedikit. Jika gempa bumi yang terjadi dalam skala yang besar dapat mengakibatkan kerusakan pada bangunan maupun fasilitas umum yang secara financial tentu tidak sedikit.

Skala Intensitas Gempa Bumi

Gempa bumi yang terjadi memiliki tingkat skala yang berbeda-beda, berikut adalah table skala intensitas gempa bumi menurut  BMKG, 2016:

I           : Tidak dirasakan getarannya kecuali dalam keadaan khusus beberapa orang dapat merasakannya.

II          : Bisa dirasakan getarannya oleh beberapa orang saja, ditunjukan dgn benda-benda sekitar yang digantung bergerak atau goyang.

III         : Bisa dirasakan getarannya didalam rumah seakan-akan ada kendaraan besar lewat.

IV         : Jika terjadi disiang hari dapat dirasakan getarannya didalam rumah oleh banyak orang, pada saat diluar beberapa orang akan merasakan getarannya, ditandai oleh perabotan rumah seperti guci pecah, pintu dan jendela berbunyi decitan, dan dinding juga berbunyi.

V          : Dapat dirasakan getarannya oleh hampir semua penduduk, getaran tersebut bisa membuat guci pecah, perabotan rumah berjatuhan, tiang-tiang listrik bergoyang dan membangunkan orang.

VI         : Dapat dirasakan getarannya oleh semua penduduk baik dirumah ataupun diluar ruangan, penduduk berlari keluar, dinding rusak ringan.

VII        : Bisa dirasakan getarannya oleh semua penduduk, tiap penduduk berlari keluar rumah, dinding rusak sedang pada rumah, jika kontruksi bangunan tidak baik akan roboh bahkan hancur.

VIII       : Jika bangunan dengan konstruksi yang kuat kerusakan yang terjadi ringan jika konstruksi bangunan kurang baik maka bangunan maka terjadi retakretak, dinding roboh dan menyebabkan air menjadi keruh.

IX         : Jika bangunan dengan konstruksi yang kuat kerusakan yang terjadi ringan jika konstruksi bangunan kurang baik maka bangunan maka terjadi retakretak, dinding roboh dan menyebabkan air menjadi keruh. Monumenmonumen roboh, bisa dirasakan orang yang naik kendaraan.

X          : Rumah roboh, tetapi masih banyak yang berdiri, kerangka rel kereta api melengkung, terjadi tanah longsor didaerah sungai-sungai atau ditanah yang curam.

XI         : Rumah roboh dan sedikit yang berdiri hanya bangunan yang tahan gempa, rel melengkung, jembatan bisa roboh atau rusak.

XII        : Jenis banguna hancur rata, gelombang tsunami kedaratan, barang-barang akan terlempar, langit gelap.

Lihat juga

Faq and source

Kategori: pendidikan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *