Mengenal Hak Waris dan Segala Seluk Beluknya Jika di Kaji dalam Ilmu Agama Islam

Published by admin on

Islam adalah salah satu agama yang kini di akui dunia. Dalam Agam Islam, anda bakal di kenalkan dengan berbagai macam ilmu pengetahuan yang mengatur seluruh kegiatan manusia dan alam semesta. Salah satunya adalah hak atau ahli waris. Apakah ada yang sudah paham dengan hak waris jika di kaji dalam ajaran Agama Islam? Jika belum, berikut penjelasan lengkapnya untuk anda.

Apa yang di Maksud dengan Hak dalam Warisan Atau Hak Waris?

Jika dikaji dalam ajaran Agama Islam, maka yang dikatakan dengan ahli waris adalah individu yang berhak untuk mendapatkan harta dari orang yang meninggal. Sedangkan dalam penjelasan kajian Bahasa Indonesia, yang dikatakan dengan ahli waris adalah orang yang telah berhak untuk mendapatkan warisan atau harta pusaka.

Seperti yang di sebutkan sebelumnya, jika seorang ahli waris adalah individu yang nantinya memiliki hak untuk mendapatkan warisan. Orang yang bakal dinhytaaka mendapatkan ahli waris jika telah di tunjuk secara resmi pada bidang hukum yang terikat dalam hal warisan. Misalnya melalui hak waris hukum islam, adat, dan juga perdata.

Ada dua sebab yang membuat seseorang itu bakal menjadi seorang ahli waris. Pertama dikarenakan nasab dan yang kedua karena adanya perkawinan. Jika dilihat dari nasab sendiri, maka seseorang batal mendapatkan warisan karena adanya hubungan nasab atau darah. Misalnya dari orang tua ke anak. Sedangkan jika perkawinan yaitu jika suami atau istri dari yang meninggal.

Siapa Saja Kelompok Orang atau Hak Waris yang Ada dalam Agama Islam?

  1. Kelompok Zawil Furudh

Pada dasarnya ada tiga kelompok ahli waris yang ada dalam ajaran Agama Islam. Kelompok yang pertama adalah dzawil furudh yang akan menerima bagian tertentu. Sedangkan besaran atau banyaknya bagian-bagiannya ditentukan dalam Al-Qur’an. Bagian yang ada dalam dzawil furudh adalah hak waris pria dan juga wanita yang terdiri dari enam pembagian 1/2, 1/4, 1/8, 1/3, 2/3, dan 1/6.

Ahli waris dari sosok pria ini diantaranya adalah anak laki-laki, cucu laki-laki dan seterusnya hingga menjurus ke bawah, ayah, kakek dari ayah dan seterusnya, saudara laki-laki, saudara laki-laki seayah, saudara laki-laki seibu hingga seterusnya. Tidak ketinggalan, ahli waris untuk laki-laki juga ada anak laki-laki saudara laki-laki kandung, seayah dan juga seibu.

Jangan lewatkan paman sekandung dengan ayah, paman seayah dengan ayah, anak laki-laki paman sekandung dengan ayah juga berhak mendapatkan warisan. Anak laki-laki paman yang seayah dengan ayah, suami anda juga masuk dalam golongan para ahli waris. Bahkan laki-laki yang telah memerdekakan budak juga termasuk. Dan gambaran itu hampir sama dengan pihak wanita.

  1. Kelompok Ashabah

Bagian yang kedua ini berbeda dengan zawil furudh. Dimana untuk kaitannya hak waris, ashabah ini adalah kelompok yang menerima sisa. Perlu diketahui, sisa yang dimaksud dalam konteks ini adalah pembagian dari ashab al-furuiid. Ahli waris yang satu ini tidak akan ditentukan bagiannya, akan tetapi lebih pada menghabiskan sisa harta yang dimiliki oleh orang yang sudah meninggal tersebut.

  1. Kelompok Zawil Arham

Kelompok orang atau ahli waris yang ada dalam Agama Islam selanjjutnya dalah zawil arham. Bagian yang satu ini merupakan kelompok yang tidak akan menerima bagian warisan, kecuali bila terdapat ashab al furuiid dan juga ashabah. Biasnya untuk ahli waris yang satu ini bakal mempunyai kedekatan kekerabatan. Misalnya cucu wanita dari anak wanita dan juga kakek dari urutan ibu.

Pembagian Hak Waris ke Anak Laki-Laki dan Juga Perempuan

Pada dasarnya untuk pembagian hak waris antara anak laki-laki dan juga perempuan itu berbeda antara satu dengan lainnya. Dalam Agama Islam porsi warisan laki-laki bakal lebih besar daripada wanita, kurang lebih sekitar dua kali lipat lebih besar dari perempuan. Namun jika anak laki-laki tersebut tunggal atau tidak bersaudara, maka ia mendapatkan setengah dari jumlah pewaris (ayahnya).

Lalu bagaimana jika pembagian warisan pada perempuan? Jadi untuk pembangian warisa bagi anak perempuan menurut ajaran Agama Islam adalah dengan melihat dari kedudukannya. Apapbiola wanita tersebut adalah anak tunggal, maka warisan yang akan di dapatkannya adalah setengah bagian. 

Lalu bagaimana jika memiliki saudara wanita lainnya? Jadi apabila ayah tersebut mempunyai dua atau lebih anak perempuan untuk hak waris, maka secara akan memperoleh 2/3 bagian dari total harta pewaris (ayahnya). Beda cerita jika keluarga tersebut mempunyai anak laki-laki dan perempuan. Dimana jika pewaris mempunyai anak pria dan wanita, maka perbandingan adalah 2:1 dari total warisan.

Kesimpulan yang bisa diambil dari penjelasan diatas adalah bahwa ahli waris adalah individu yang berhak untuk mendapatkan harta dari orang yang meninggal. Ada tiga kelompok atau ahli waris yang ada dalam Agama Islam. Ketiga kelompok yang dimaksud antara lain adalah zawil furudh, ashabah, dan yang terakhir adalah zawil arham

Categories: pendidikan

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *