Hubungan Negara Dengan Agama

Dipublikasikan oleh admin pada

Menurut Paham Liberalisme

Negara liberalis hakikatnya mendasarkan pada kebebasan individu. Negara adalah merupakan alat atau sarana individu, sehingga masalah agama dalam negara sangat ditentukan oleh kebebasan individu. Paham liberalisme dalam pertumbuhannya sangat diperngaruhi oleh paham rasiorialisme yang berdasarkan atas kebenaran rasio. Materialisme yang mendasarkan atas hakikat materi, emperisme yang mendasarkan atas kebenaran pengalaman indra serta individualisme yang mendasarkan atas kebebasan individu (Poespowardoyo, 1989:185).

Negara memberikan kebebasan kepada warganya untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing. Namun dalam negara liberal juga diberi kebebasan untuk tidak percaya terhadap Tuhan atau atheis, bahkan negara liberal memberi kebebasan warganya untuk menilai dan mengkritik agama misalnya tentang Nabi, Rasul, Kitab suci, bahkan Tuhan sekalipu. Misalnya Salman Rusdi yang mengkritik kitab suci dengan tulisan ayat-ayat setan. Karena menurut paham liberal bahwa kebenaran individu adalah sebegai sumber kebenaran tertinggi.

Nilai –nilai agama dalam negara dipisahkan dan dibedakan dengan negara, keputusan dan ketentuan kenegaraan terutama peraturan perundang-undangan sangat ditentukan oleh kesepakatan individu-individu sebagai warga negara. Walaupun ketentuan tersebut bertentangan dengan norma-norma agama. Misalnya UU abosri dinegara Irlandia tetap diberlakukan walaupun ditentang oleh Gereja dan agama lainnya, karena UU tersebut merupakan hasil referendum.

Berdasarkan pandangan filosofis tersebut hampir dapat dipastikan bahwa dalam sistem negara liberal membedakan dan memisahkan antara agama dengan negara atau bersifat sekuler.

Lihat juga:

Kategori: pendidikan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *