Kata kata bijak islami I

Kalimat Bijak dan indah dari DR. Aidh Al-Qarni

“Demi allah, bukanlah kemelaratan yang aku takuti bila menimpa kalian, tetapi yang kutakuti adalah bila dlapangkan dunia bagimu sebagaimana pernah dilapangkan (dimudahkan) bagi orang orang yang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, lalu kalian dibinasakan olehnya sebagaimana mereka dibinisakan”

(HR Ahmad)

Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi

Juga tidak bisa menggariskan masa depan

Lalu, mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan?

Atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah.

 

Hidup itu singkat, sementara targetnya banyak.

Maka, tetaplan awan dan jangan lihat ke tanah.

Kalau merasa jalan sudah sempit, kembalilah ke Allah yang maha mengetahui yang gaib

Dan, ucapkan alhamdullilah atas apa saja.

 

Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang

Sedang, kapal Nabi Nuh dibuat hanya satu orang,

Tetapi, Titanic tenggelam, sedang kapal Nabi Nuh menyelematkan umat manusia.

 

Taufik hanya dari Allah SWT

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

Tempat dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali

Kita tinggal disini hanya untuk sementara,

Maka berusahalah semampumu.

Untuk mengejar kafilah orang orang saleh yang akan kembali ke ke tanah air yang sangat luas

Jangan sia siakan hidupmu diplanet kecil ini!

 

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh,

Atau karena ditinggal orang tercinta

Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan sebab kita pasti akan bertemu di akhirat

Perpisahan itu adalah jika salah satu di antara kita disurga dan yang lain di neraka.

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai penghuni surga!

 

Hidup ini adalah cerita pendek, dari tanah , diatas tanah dan kembali  ke tanah.

Lalu, hisab yang hanya menghasilkan dua kemungkinan; pahala atau siksa.

Maka, hiduplah untuk Allah, niscaya kau akan menjadi makhluknya yang paling bahagia.

Ya Rabb, untuk-Mu segala puji yang layak untuk kemulian Wajah-mu dan keangungan kekuasaan-Mu

 

Kesimpulan/Hikmah

  • Kehidupan yang Allah titipkan pada manusia mengemban misi untuk penghambaan dirinya hanya kepada Allah SWT.
  • Kematian adalah pelajaran terbaik bagi manusia agar menjadi hamba yang paling taat kepada Rabb-nya

 

Hal Yang Membuatku Malu – Kata bijak tentang hari akhir

Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar sepuluh kali lipat”

(HR at – Tirmidzi)

 

Pernahkah anda berfikir andai kita perlakukan Al-Qur’an seperti halnya telepon seluler kita saat ini?

Lihat…..

Bagaimana jika kita membawanya kemana pun kita pergi?

Dalam tas atau saku?

Bagaimana jika kita selalu melihatnya dan membacanya beberapa kali dalam sehari?

Betapa kita gugup dan terburu – buru kembali pulang saat lupa membawanya?

Bagimana jika kita memperlakukan Al-Qur’an seolah kita tak bisah hidup tanpanya?

Dan, memang benar, kita tidak bisa hidup tanpanya….!

Bagaimana jika kita berikan itu kepada anak anak kita sabagai hadiah?

Bagaimana jika selalu sempatkan untuk membacanya di saat bepergian?

Bagaimana jika menjadikannya sebagai perioritas?

Seperti contoh status berikut.

“Al-Qur’an is my best friend”

 

Kita sadar betul jika hampir setiap hari kita selalu membuka dan bertukar pesan, email, twitter, fb, dan sebagainaya dengan teman-teman. Kita share/Forward guyonan dan gosip. Namun, berapa kali kita buka Al-Qur’an dan membaca firman Allah?

Terbukti dalam penelitian, mendengarkan Al-Qur’an mengurani penyebaran sel kanker di tubuh manusia, bahkan menghancurkannya.

Memanjangkan sujud semangkin menguatkan ingatan dan mencegah stroke.

Setan pasti berkata “Aku heran bagaimana bisa manusia mengatakan mereka cinta Allah, tetapi mengabaikan perintah-Nya. Mereka juga mengklaim benci padaku, tetapi nyatanya mereka patuh pada rayuanku”

Kesimpulan/Hikmah

Bukankan aku memerintahkan kepadamu hai Bani Adam sepaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh manusia yang nyata bagi kamu, dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar diantara kamu maka apakah kamu tidak memikirkannya (Yaasiin 60-62)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *