Kata kata bijak islami

Dipublikasikan oleh admin pada

Kata kata bijak islami I

Kalimat Bijak dan indah dari DR. Aidh Al-Qarni

“Demi allah, bukanlah kemelaratan yang aku takuti bila menimpa kalian, tetapi yang kutakuti adalah bila dlapangkan dunia bagimu sebagaimana pernah dilapangkan (dimudahkan) bagi orang orang yang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba sebagaimana mereka berlomba, lalu kalian dibinasakan olehnya sebagaimana mereka dibinisakan”

(HR Ahmad)

Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi

Juga tidak bisa menggariskan masa depan

Lalu, mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan?

Atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah.

Hidup itu singkat, sementara targetnya banyak.

Maka, tetaplan awan dan jangan lihat ke tanah.

Kalau merasa jalan sudah sempit, kembalilah ke Allah yang maha mengetahui yang gaib

Dan, ucapkan alhamdullilah atas apa saja.

Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang

Sedang, kapal Nabi Nuh dibuat hanya satu orang,

Tetapi, Titanic tenggelam, sedang kapal Nabi Nuh menyelematkan umat manusia.

Taufik hanya dari Allah SWT

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

Tempat dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali

Kita tinggal disini hanya untuk sementara,

Maka berusahalah semampumu.

Untuk mengejar kafilah orang orang saleh yang akan kembali ke ke tanah air yang sangat luas

Jangan sia siakan hidupmu diplanet kecil ini!

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh,

Atau karena ditinggal orang tercinta

Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan sebab kita pasti akan bertemu di akhirat

Perpisahan itu adalah jika salah satu di antara kita disurga dan yang lain di neraka.

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai penghuni surga!

Hidup ini adalah cerita pendek, dari tanah , diatas tanah dan kembali  ke tanah.

Lalu, hisab yang hanya menghasilkan dua kemungkinan; pahala atau siksa.

Maka, hiduplah untuk Allah, niscaya kau akan menjadi makhluknya yang paling bahagia.

Ya Rabb, untuk-Mu segala puji yang layak untuk kemulian Wajah-mu dan keangungan kekuasaan-Mu

Kesimpulan/Hikmah

  • Kehidupan yang Allah titipkan pada manusia mengemban misi untuk penghambaan dirinya hanya kepada Allah SWT.
  • Kematian adalah pelajaran terbaik bagi manusia agar menjadi hamba yang paling taat kepada Rabb-nya

Hal Yang Membuatku Malu 

‘Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu pahala dan satu pahala diganjar sepuluh kali lipat”

(HR at – Tirmidzi)

Pernahkah anda berfikir andai kita perlakukan Al-Qur’an seperti halnya telepon seluler kita saat ini?

Lihat…..

Bagaimana jika kita membawanya kemana pun kita pergi?

Dalam tas atau saku?

Bagaimana jika kita selalu melihatnya dan membacanya beberapa kali dalam sehari?

Betapa kita gugup dan terburu – buru kembali pulang saat lupa membawanya?

Bagimana jika kita memperlakukan Al-Qur’an seolah kita tak bisah hidup tanpanya?

Dan, memang benar, kita tidak bisa hidup tanpanya….!

Bagaimana jika kita berikan itu kepada anak anak kita sabagai hadiah?

Bagaimana jika selalu sempatkan untuk membacanya di saat bepergian?

Bagaimana jika menjadikannya sebagai perioritas?

Seperti contoh status berikut.

“Al-Qur’an is my best friend”

Kita sadar betul jika hampir setiap hari kita selalu membuka dan bertukar pesan, email, twitter, fb, dan sebagainaya dengan teman-teman. Kita share/Forward guyonan dan gosip. Namun, berapa kali kita buka Al-Qur’an dan membaca firman Allah?

Terbukti dalam penelitian, mendengarkan Al-Qur’an mengurani penyebaran sel kanker di tubuh manusia, bahkan menghancurkannya.

Memanjangkan sujud semangkin menguatkan ingatan dan mencegah stroke.

Setan pasti berkata “Aku heran bagaimana bisa manusia mengatakan mereka cinta Allah, tetapi mengabaikan perintah-Nya. Mereka juga mengklaim benci padaku, tetapi nyatanya mereka patuh pada rayuanku”

Kesimpulan/Hikmah

Bukankan aku memerintahkan kepadamu hai Bani Adam sepaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh manusia yang nyata bagi kamu, dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar diantara kamu maka apakah kamu tidak memikirkannya (Yaasiin 60-62)

Balasan Berbuat Baik

“Barang siapa yang ingin do’a nya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah ia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain”

(HR Ahmad)

Ini kisah mengenai salah satu keluarga Arab Saudi yang tingaal di Pinggiran kota Riyadh. Karena sang istri menderita kanker darah stadium 4, keluarga ini merekrut Seorang TKW asal Indonesia untuk mendapingi dan merawat sang Istri

Seminggu TKW ikut keluarga saudi ini, sang istri yang menderita kanker darah ini curiga pada sang pembantu karena bolak balik ke kamar mandi dan berlama lama. Suatu pagi ia menanyai sang pembantu kenapa sering ke kamar mandi dan berlama lama

Sang TKW menjelaskan bahwa dua puluh hari yang lalu ia baru melahirkan anak. Kerena sangat butuh uang, ia mendaftar menjadi TKW, dan berangkat ke Saudi dengan biaya pinjam kiri kanan. Karena kedua susunya selalu penuh susu ASI-nya, ia terpaksa harus sering sering ke kamar mandi untuk mengeluarkan ASI-nya karena kalau tidak, akan terjadi peradangan. Ia bercerita sambil terus membayangkan bagaimana kondisi bayinya yang ditinggal di Indonesia.

Sang majikan perempuan ini pun iba, lalu segera mem booking-kan pesawat. Ke esokan harinya ia memanggil sang TKW sekaligus menyedorkan dua amplop berisi tiket pesawat, paspor, dan gaji selama dua puluh empat bulan (sesuai perjanjian kontrak dua tahun)

“Saya tidak tega, saya dapat merasakan perasaan seorang ibu. Pulanglah ke kampungmu, jika suatu hari kamu ingin kembali, silakan. Dengan senang hati kami akan tetap menerimamu dengan tangan terbuka. Ini nomor telepon kamii jika perlu” kata sang majikan.

Sang pembantu gembira sekali dan sangat berterima kasih akan kebaikan hati majikannya. Ia pun segera pulang ke tanah air.

Keadaan sang majikan sendiri ternyata tiap hari terus membaik meskipun tanpa pembantu. Ia kedokter langganannya untuk periksa. Dokter kaget, seolah tidak percaya. Untuk meyakinkan, dokter mengulangi beberapa kali CT-scan, endoskopi darah berulang ulang. Hasilnya tetap menunjukkan 100% sembuh total. Ia bersih dari kanker.

Dokter bertanya, bagaimana ini bisa sembuh? Obat apa yang anda minum? Ia hanya berkata” Pesan Rasullah saw., Obatilah yang sakit dengan perbanyak bersedekah”

Sumber: Hamid Husain

Hikmah

  1. “Dan apa saja yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (asu-Syu’araa’: 30)
  2. “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah” (HR Abu Daud, dihasankan oleh al-bani dalam Shahihul jami)

Jika Pemimpin Baik Tidak Terpilih, Itu Cerminan Rakyatnya 

“Hendaklah kamu mendengar, patuh, dan taat (kepada pemimpinmu) dalam masa kesenangan (kemudahan dan kelapangan), dalam kesulitan dan kesempitan, dalam kegiatanmu, dan saat mengalami hal hal yang tidak menyenangkan sekalipun keadaan itu merugikan kepentinganmu”

(HR Muslim dan an – Nasa’i)

Jika pemimpin baik tidak terpilih, artinya rakyat juga jelek

 

  وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Dan, demikianlah kami jadikan sebagian orang orang zalim berteman sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan (al’An’am : 129)

كاما تاكونو يووالا عليكم

:Bagaimanapun keadaan kalian (rakyat), begitulah keadaan pemimpin kalian.” (catatan: ungkapan ini dijadikan judul sebuah risalah yang ditulis oleh Syekh Abduk Malik Ramadhani al-Jazair)

Alkisah ada seorang khwarij yang datang menemui Ali bin Abi Thalib seraya berkata.”Wahai Khalifah Ali, mengapa perintahmu banyak dikritik oleh orang, tidak sebagaimana pemerintahan Abu Bakar dan Umar? “ Ali Menjawab,” Karena pada zaman Abu Bakar dan Umar yang menjadi rakyat adalah aku dan orang orang yang semisalku, sedangkan rakyatku adalah kamu dan orang orang semisalmu.”

(syarah Riyadhus Shalihin, Syekh Muhammad bin Shalih al Utsaimin)

Hikmah

  1. ‘Janganlah orang orang mukmin mengambil orang orang kafir menjadi pemimpin (pelindung) dengan meninggalkan orang orang mukmin. Barang siapa yang berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Alllah” (Ali’Imraan : 28)
  2. “Wahai orang orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah rasulnya dan ulil amri diantara kalian (an-Nisaa :59)

Hidup di Dunia Tak Akan Lepas Dari Ujian

“Jika Allah mengingikan kebaikan pada hamba, dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak”

HR at-Tirmidzi

Barang siapa yang masih ingin hidup didunia, berarti ia masih ingin di uji karena kehidupan tak akan lepas dari ujian. Barang siapa yang ingin selalu hidup tentram dan senang tanpa ada ujian sama sekali, sungguh ia telah mengharapkan kemustahilan. Bahkan, pada hakikatnya ia sedang mengharapkan kematian.

Ternyata setelah kematian pun, di dalam kubur dan di padang Mahsyar masih ada ujian berat menanti. Tidak ada peristerahatan yang hakiki, kecuali di surga

Sungguh, kita adalah musafir, dan kita tidak akan berhenti dari safar kita hingga kita sampai pada tujuan terakhir, surga atau neraka.

Hikmah

  1. Pada hari kiamat, tidak ada kesempatan untuk meneliti keadaan manusia yang lain sebab catatan – catatan yang tercantum di dalamnya perrkara perkara yang seberat atom dan perkara perakara yang seberat biji sawi akan dibuka. Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa mereka dipadang Mahsyar untuk menunggu keputusan Allah SWT selama seribu tahun dalam kegelapan, dan tiada berbicara antara satu dengan yang lainnya dengan rasa cemas, sedih dan sengsara. Manusia merasakan kepanasan yang hebat sekali karena matahari letaknya berdekatan dengan kita
  2. Keadaan manusia tatkala bertema dengan Allah ta’aala di Padang Mahsyar dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan belum dikhitan, meskipun demikian, akhirnya mereka diberi pakaian juga. Manusia yang pertama kali diberi pakaian adalah Nabi Ibrahim alaihi sallam sebagaimana hadist diatas.

Sepuluh Fakta Yahudi Yang Harus Anda Ketahui

“Ada tiga hal yang menyebabkan tidak bergunanya seluruh amalan yaitu: syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, danlari menghindari pertempuran (dalam perang fisabililah)

(HR Thabrani)

Tahukah anda, sebenarnya banyak hal tentang yahudi yang disembunyikan dari pengetahuan umum. Berikut adalah sepuluh hal dari sekian banyak yang disembunyikan dari Yahudi agar tak diketahui dunia dan semestinya kita tahu.

Israel merupakan salah satu pemasok rokok terbesar dunia, tetapi rakyatnya tidak dianjurkan merokok yang mereka cipta karena mereka tahu bahan yang dikandung rokok

Israel memiliki keahlian dalam menciptakan vaksin dan terampil dalam ilmu kedokteran, tetapi ilmu itu hanya untuk orang luar karena mereka tahu bahan kimiaa yang terdapat dalam obat akan merusak untuk jangka panjang. Penduduk Israeil sendiri menggunakan Habbatus sauda dalam medis harian.

Taktik kaum ibu israel ketika mengandung adalah si ibu akan mendengar si suami membaca, menyanyi, atau mereka akan menyelesaiakan masalah matematika bersama sama untuk mendapatkan bayi yang cerdas dan sopan karena pada saat ini pikiran dan perasaan si istri bersambungan dengan anak dalam kandungan dibandingkan anda berbicara padanya diperut.

McDonald’s di Israel telah membuat modifikasi, misalnya dari segi minuman, mereka menggantikan kopi kaffein dengan teh yang mengandung polyphenois, yaitu unsur kimia yang berfungsi  sebagai antioksidan berkekuatan besar untuk membuang sel rusak dan mencegah kanker. Kita disini malah sebaliknya.

Mayoritas buku sejarah di dunia mengatakan negara negara Arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967. Padahal  faktanya, israel yang menyerang negara negara arab terlebih dahulu, kemudian mereka merebut kota al-Quds dan Tepi Barat, Namu, mereka mengatakan serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan antisipasi.

Di kampus, mahasiswa dilatih dengan cara militer dalam olaharaga, seperti menembak dan memanah untuk melatih otak fokus pada sesuatu, dan mempersiapkan diri jika layanan dibutuhkan di masa yang akan datang.

Di palestina, penduduk Kristen palestina dan Palestina Muslim bersatu melawan penjajah Yahudi

Husni Mubarak, mantan presiden Mesir, adalah tulang punggung israel dan amerika selama lebih dari 30 tahun

Sampai saat ini, israel terus melakukan berbagai usaha untuk menghancurkan Masjid al-aqsha dan kubah Shakhrah sejak 50 tahun yang lalu dengna menggali bawah tanh masjid tersebut agar runtuh dengan sendirinya.

  1. Jika kita telusuri lebih jauh adat istiadat bangsa yahudi, kita dapat menarik kesimpulan bahwa kecerdasan bangsa yahudi bukanlah sebuah mitos atau semata mata takdir tuhan. Kecerdasan yang mereka miliki tidak tiba tiba muncul tanpa ada sebab ilmiah. Pada dasarnya setiap bangsa dan manusia manapun di dunia ini memiliki potensi yang sama yang diberikan oleh Allah Ta’ala dalam semua sektor tanpa terkecuali, termasuk sisi kecerdasan. Usaha manusialah yang bisa membedakan nasib, dan kemampuan antara satu dengan yang lainnya
  2. Menurut penelitian Dr. Stephen Carr leon _ seorang yang menjalani Housemanship selama tiga tahun di beberapa rumah sakit israel –  kecerdasan yang di miliki oleh bangsa yahudi telah dibentuk secara turun temurun, bahkan sejak mmasa sebelum mengandung. Bangsa Yahudi sejak dahulu  kala telah memiliki tradisi yang memperioritaskan improvisasi kecerdasan keturunan mereka. Doktrin rasisme  yang telah ditanamkan dalam diri setiap generasi mengharuskan mereka untuk tidak mengambil keturunan, selain dari sesama Yahudi, yang memiliki kecerdasan seperti mereka.

Kata kata Bijak Bagian II

Percakapan Antara Ayah dan Anak

Apa yang aku larang jauhilah dan apa yang aku perintahkan kerjakanlah sampai batas kemampuanmu. Sesungguhnya, Allah telah membinasakan orang orang sebelum kamu disebabkan terlalu banyak menuntut dan menentang nabi nabinya-Nya”

(HR Bukhari)

Berikut adalah percapakapan antara ayah dan anak!

Ayah: “ Apa yang engkau pelajari hari ini?”

Anak: “Surah al-Muzzammil.”

Ayah: Apa isi surah tersebut?

Anak: Nabi saw, diperintahkan untuk bangun malam walaupun hanya sesaat… Ayah, mengapa kita tidak bangun malam?

Ayah: “Itu kan, perintah untuk Nabi saw.. siap kita?

Anak pun terdiam, setelah beberapa hari, sang anak mengatakan, “Ayah, ternyata pada surah al-Muzzammil bukan hanya Nabi saw saja yang diperintahkan, ternyata para sahabat pun ikut bangun malam.

Ayah: itu, kan, Nabi saw dan para sahabatnya, siapa kita?

Anak: “yah, kalau kita tidak ikut Nabi saw, dan para sahabatnya, terus siapa yang akan kita ikuti?”

Ayah: Hmmmm… engkau benar, wahai anakku, Kalau begitu, mulai malam ini aku akan bangun malam”

Anak : “aku juga ikut ayah:

Ayah : Engkau masih kecil, Nak. Engkau belum punya dosa, sedangkan ayah penuh dengan dosa, ayah takut dimasukkan ke neraka”

Anak: “Engkau benar, wahai ayahku, tetapi dulu saat aku melihat ibu menyalakan apa tatkala hendak memasak, ibu selalu memasukkan kayu kecil terlebih dahulu untuk menyalakan api sebelum yang besar, aku khwatir kalau aku kelak dijadikan umpan untuk menyalakan api neraka.

Hikmah

  1. “janganlah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (at-Tahriim:6)
  2. Setiap manusia dituntut untuk dan meningkatkan keimanan serta ketaatannya kepada Allah agar terhindar dari api neraka
  3. Selain diri sendiri, seorang mukmin juga bertanggung jawab menjauhkan keluarganya dari murka Allah, dan membawa mereka pada ridha-Nya
  4. “Dan peringatilah keluargamu dan kaum kerabatmu.” (asy-syu’araa:214)
  5. Setiap mukmin bertanggung jawab untuk mengajak kaum kerabat dan saudara saudaranya menaati Allah
  6. Dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) negeri (makkah) dan (orang orang) yang diluar keluarganya (QS. Al-An’am:92)
  7. Setiap mukmin dituntut juga untuk memberi peringatan dan menyampaikan agama kepada penduduk di sekitarnya, dan di luar lingkungannya.
  8. Kalian adalah sebaik baik umat yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah.” (Aali ‘Imraan:110)

Nasihat Menjelang Musim Ketaatan 

“Iblis berkata kepada Rabnya, ‘ Dengan keagungan dan kebesaran-Mu

Aku tidak akan pernah berhenti menyesatkan Bani Adam selama mereka masih bernyawa’. Lalu Allah berfirman, ‘ Dengan keagungan dan kebesaranku, aku tidak akan berhenti mengampuni mereka selama mereka beristighfar.”

(HR Ahmad)

Syekh Muhammad bin Muhammad Mukhtar as – Syinqity, hafizhahllah, ditanya, “ Wahai Syekh, dengan amalan apa  Anda menasihati saya dalam menyongsong datangnya musim ketaatan?”

Syekh menjawab, “Sebaik baiknya amalan yang dilakukan adalah dalam menyongsong datangnya musim ketaatan adalah memperbanyak istighfar. Sebab dosa akan menghalangi seseorang dari taufik Allah untuk melakukan ketaatan.

Tidaklah hati sesorang hamba selah beristighfar melainkan akan disucikan. Bila ia lemah, akan dikuatkan, bila ia sakit, akan disembuhkan, bila ia diuji, akan diangkat ujian itu darinya, bila ia kalut, akan diberi  petunjuk, dan bila ia galau, akan diberi ketenangan.

Istighfar merupakan benteng aman yang tersisa bagi kia _ dari adzab Allah _ sepeninggal Rasullah shallalaahu’ alaihi wassalam.

Ibnu katsir rahimakamullah berkata, “ Barang siapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istighfar, Allah akan mempermudah Rezekinya, memudahkan urusanny, dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya. “ Maka, apalagi yang kau tunggu? Perbanyaklah istighfar.

Ibnu Qayyim rahimakamullah mengatakan, “ Bila engkau berdoa dan waktu begitu sempit, sementara dadamu dipenuhi hajat yang begitu banyak, jadikan seluruh isi doamu agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafanmu, semeua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya.”

Ya allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan, ampunilah aku.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

“ Ya Allah.. sesungguhnya Engkau adalah maha pemberi Maaf dan menyukai pemberi maaf, maka maafkanlah kesalahan-kesalahanku”

Hikmah

  1. Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’ uudzu bika min syarri maa shana’tu, abuu’u matika’ la yaghfirudz dzunuba illa anta’
  2. “ Ya Allah engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedangkan aku adalah hamba-Mu, dan aku di atas ikatan Janji-Mu dan akan menjalankan dengan semampuku, aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmat-Mu terhadap diriku, dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali engkau ya Rabb.” (HR al Bukhari no 6306)

Kutipan Ceramah Bob Sadino Pengusaha Sukses Indonesia  

Sesungguhnya Allah T’aala indah dan suka pada keindahan. Allah suka melihat tanda tanda kenikmatanya-Nyaa pada diri hamba_Nya, membenci kemelaratan dan yang berlagak melarat

(HR Muslim)

Bangun tidur anda minum apa? Aqua ?

74% saham aqua adalah milik Danone, perusahaan perancis. Atau teh saringawi?

100% saham sariwangi adalah milik Unilever, Inggris.

Minum susu SGM

SGM adalah Sari Husada dengan 82% sahamnya dikuasai oleh Numico, Belana

Lalu, mandi memakai sabun bermerk Lux dan pasta gigi Pepsodent

Dua-duanya milik Unilever, Inggris.

Sarapan?

Beras berasnya Impor dari Thailand _ Bulog pun Impor. Gula juga impor _ Gulaku, Malaysia.

Ingin bersantai setelah makan, merokok, Rokoknya Sampoerna

97 % saham milik Philip Morris, Amerika

Keluar Rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India atau Eropa Tinggal pilih saja.

Telepon genggam

Operator Indosat singapura, XL Malaysia, Telkomsel Qatar

Belanja?

Carrefour Milik Perancis.

Alfamart 75% saham milik Carrefour,

Giant, milik Dairy Farm International, Malaysia,

Hero Milik Malaysia.

Malam malam iseng ke Circle-K milik Amerika.

Ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga, ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih indonesia

Membangun rumah ?

Memakai semen Tiga Roda Indocement, sekarang milik Heidelberg (jerman) dengan saham sebesar (61,70)

Semen Gresik milik Cemex meksiko

Semen Cibinong milik Holcin Swiss

Masih banyak lagi jika diteruskan, BB atau HP andapun buatan luar dan masih banyak lagi, Belum dari jenis makanan.

Tanpa mereka mungkin kita susah maju karena pekerja di perusahaan perusahaan tersebut juga banyak  warga indonesia, tetapi seharusnya yang diperbanyak adalah para pengusaha asli Indonesia, supaya seimbang.

Semoga generasi penerus kita banyak yang menjadi pengusaha dan bukan pekerja dengan orang lain.

Hikmah

  1. Ali r.a berkata “Laisa fataa man yaquulu ‘haadzaa abii’ walaakinnal fataa man yaquulu ‘haadzaa dzaa’ Artinya, bukanlah seorang pemuda yang mengatakan ‘ini bapakku’, tetapi yang dikatakan pemuda adalah mereka mengatakan ‘inilah aku’
  2. Pemuda harus berani mengambil posisi secara mandiri seraya berkata inilah aku yang mampu melakukan sesuatu sesuai dengan kompetensi dan eksistensiku
  3. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu”(al-Hujaraat)

Kata kata bijak Bagian III

Apa Yang Kau Cari

Dua hal apabila dimiliki seorang, dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) ia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia ia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa ia masih diberi kelebihan.”

(HR at-Tirmidzi)

Sudah digunung, pantai kau rindukan

Tiba dipantai, gunung yang kau inginkan

Saat kemarau, kau tanya kapan hujan

Diberi hujan, kemarau kau tanyakan

Sudah tenang dirumah, ingin pergi

Begitu pergi, kau ingi kerumah kembali

Sudah dapat ketenangan, keramaian kau cari

Keramaian kautemukan, ketengan kau rindui

Apa sebenarnya yang kau cari?

Belum berkeluarga, mencari istri/suami

Sudah berkeluarga,mengeluh anak belum diberi

Dapat anak, mengeluh lagi kurang rezeki

Ternyata sesuatu tanpak indah karena belum kita miliki

Kapankah kebahagian akan didapatkan?

Kalau yang belum ada selau kita pikirikan

Sementara, yang sudah diberikan Allah kita abaikan

Bukankah telah banyak yang kaudapatkan?

Jadilah pribadi yang Selau Bersyukur

Karena kesyukuran akan membantu subur

Mungkinkan selembar daun bisa menutup bumi?

Sedang kau tidak bisa menutup telapak tangan sendiri

Tetapi, saat selembar daun kecil menempel dimata

Maka, bumi yang luas seperti tertutup semua

Begitu juga bila hatimu ditutup keburukan

Seolah olah tak ada kebaikan

Padahal, letaknya cuma hatimu yang ketutupan

Jangan tutup matamu dengan daun kecil

Jangan tutup hatimu dengan kotoran secuil

Syukuri nikmat allah, meski kelihatan mungil

Bila buruk hatimu, buruk pula akhlakmu

Bila tertutup hatumi, tertutuplah segala sesuatu

Syukurilah semua apa yang ada padamu

Dari situ engkau memuliakan dirimu

Belajarlah berterimakasih kepada Allah

Sebagai modal untuk memuliakan-Nya

Karena hidup adalah waktu yang dipinjamkan

Dan, harta adalah anugerah yang hanya sebagai titipan.

Hikmah

  1. Pertanyaan mendasar dalam diri kita adalah tentang apa yang kita cari dalam hidup ini, dan beragam jawaban muncul, ada yang mengatakan aku ingin bahagia, aku ingin hidup senang, aku ingin jadi orang kaya, aku ingin jadi orang terhormat, aku ingin jadi orang berpangkat, dan banyak lagi yang lain.
  2. Apakah hidup ini semata hanya mencari kehidupan dunia saja atau mencari kehidupan untuk dunia akhirat. Secara umum, kita kan menjawab kehidupan dunia harus dicari dan diusahakan, dan kehidupan akhirat pun harus dikejar. Namun, dalam kenyataan sering kita jumpai seorang mencari kehidupan dunia siang dan malam dengan usaha keras, dan terkadang sampai ia lupa melakukan kewajibannya kepada Tuhan yang telah menciptakannya, seperti saat masuk waktu shalat, ia tinggalkan shalat karena sibuk mencari kehidupan dunia. Kehidupan dunia harus diusahakan, tetapi kehidupan akhirat jangan dilupakan
  3. Manusia sungguh patut dikasihani, terkadang ia merasa seolah akan hidup selamanya maka ia kumpulkan harta sebanyak banyaknya, dan ia nikmati dengan sepuas puasnya. Padahal, semua itu hanya bersifat sementara karena ada kehidupan lain setelah mati diakhirat kelak.

Renungan Indah W.S. Rendra

“Membesarnya kenikmatan Allah bagi seseorang  adalah bertambah banyaknya kebutuhan orang kepadanya (banyak yang dibutuhkan orang), Tetapi barang siapa enggan memenuhi kebutuhan – kebutuhan orang –orang itu maka ia telah membiarkan kenikmatan itu pergi”

(HR Baihaqi)

Sering kali aku berkata…

Ketika semua orang memuji milik-ku…

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya

Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya

Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, … mengapa aku tak pernah bertanya,

Mengapa Dia menitipkannya kepadaku?

Untuk apa Ia menitipkan ini kepadaku?

Dan, kalu bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa justru terasa berat ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah.

Kusebut itu sebagai ujian…

Kusebut itu sebagai petaka..

Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,

Kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua “deria” adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih_Nya harus berjalan seperti matematika.

Aku rajin beribadah,

Maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,

Dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,

Dan bukan kasih,

Kuminta Dia membalas “Perlakuan baikku”,

Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku.

Ya Allah…

Padahal, tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah. “ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja…”

Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya di atas tempat tidur (RS)

Hikmah

  1. “Kalimat laa hawla wa laa quwwata illa billaah” adalah kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allalh Ta’ala. Hamba tidak bisa berbuat apa apa dan tidak bisa menolak sesuatu, juga tidak bisa memiliki sesuatu, selain kekuatan dari Allah swt.
  2. Ada ulama yang menafsirkan kalimat tersebut, “Tidak ada kuasa bagi hamba untuk meraih kebaikan, selain dengan kuasa Allah”

Cerita Si Uang 

“Sesungguhnya Allah melindungi hamba-Nya yang Mukmin dari godaan dunia dan Allah juga menyayanginya sebagaimana kami melindungi orangmu yang sakit dan mencegahnya dari makanan serta minuman yang kamu takuti akan mengganggu kesehatannya”

(HR al-Hakim dan Ahmad)

Perkenalkan namaku Uang, aku punya banyak nama lain, ada yang memanggil aku Duit, Fulus, Money, dan sebagainya

Aku dicipta dari kertas dan logam yang diberi bentuk, kemudian digambar. Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, tetapi aku mampu merombak tatanan dunia.

Aku “bisa” mengubah prilaku, bahkan sifat manusia karena manusia mengidolakan aku

Banyak orang mengubah keperibadiannya, menghianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya demi aku.

Aku tidak mengerti perbedaan orang saleh dan bejat, tetapi manusia memakai aku sebagai patokan derajat, menentukan kaya miskin, terhormat, atau terhina.

Aku bukan iblis, tetapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan orang ketiga, tetapi banyak suami istri pisah gara-gara aku, kakak dan adik beradu dan saling benci karena aku. Anak dan orang tua berselisih gara gara aku.

Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tetapi manusia menyembahku seperti manusia, bahkan kerap kali hamba-hamba Tuhan lebih menghormati aku, padahal Tuhan sudah pesan jangan jadi hamba uang.

Seharusnya aku melayani manusia, tetapi kenapa malah manusia mau jadi budakku? Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapapun, tetapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat Anda, teapi tidak mampu memperpanjang hidup anda.

Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tidak akan bisa menemani anda apalagi menjadi penebus dosa – dosa anda. Anda harus menghadap sendiri kepada Sang Pencipta, lalu menerima penghakiman-Nya.

Saat itu Tuhan pasti akan hitung-hitungan dengan Anda, apakah selama hidup Anda MENGGUNAKAN aku dengan baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN.

Ini informasi terakhirku; Aku Tidak Ada di Surga, jadi, jangan cari aku disana dan jangan pula menyalahkan aku, tetapi salahkanlah diri anda sendiri.

Hikmah

  1. “ kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu mengifaq-kan sebagian harta yang kamu cintai, apa saja yang kamu infaq-kan maka allah sungguh mengetahuinya.” (Ali’Imraan:92)
  2. Pada hakikatnya, sukses menurut islam adalah berhasil mengumpulkan skor pahala sebanyak-banyaknya dan menghindari perbuatan dosa sebanyak banyaknya sehingga akhirnya, di Hari akhirat berhak mendapat surga.

Bahagia Itu Pilihan 

“Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah”

(HR baihaqi)

Seorang pemuda berangkat kerja di pagi hari menaiki taksi dan tidak lupa menyapa sang sopir, “Selamat pagi, Pak!” ucapnya,

Pagi yang cerah, bukan?” sambungnya sambil tersenyum, lalu bersenandung kecil. Sang sopir tersenyum melihat kecerian penumpangnya. Ia melajukan taksinya dengan senang hati. Sesampainya di tempat tujuan, pemuda itu membayar dengan selembar uang 50.000 rupiah untuk argo yang hanya hampir 15 rupiah.

Kembalinya buat bapak saja. “katanya, “Selamat bekerja, Pak! Katanya lagi dengan penuh senyum. “Terimakasih,” Jawab sopir  taksi penuh syukur.

“Wah, aku bisa sarapan dulu, nih,! Pikir sopir taksi itu yang kemudian menuju warung.

Sesampainya di warung, si Mbok penjaga warung bertanaya, “ Biasa Pak?”

Iya, biasa, nasi sayur, tapi pagi ini tambahkan sepotong ayam,” jawab sopir dengan tersenyum. Setelah selesai makan, sopir taksi tersebut membayarnya dan menambahkan uang Rp5.000 untuk si Mbok warung tersebut.

“Buat jajan anaknya Mbok” begitu katanya.

Dengan tambahan uang jajan 5 ribu, pagi itu anak si Mbok berangkat ke sekeolah dengan senyum lebih lebar, ia bisa membeli dua buah roti pagi ini dan diberikannya kepada temannya yang tidak punya bekal.

Begitulah cerita bisa berlanjut. Bergulir, seperti bola salju. Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu. Bagitu juga keluarga si Mbok, teman si anak, keluarga mereka. Semua tertular kebahagian.

Kebahagian, seperti juga kesusahan, bisa menular pada siapa saja disekitar kita. Kebahagian adalah sebuah pilihan. Siapakah kita menularkan kebahagian hari ini? Bisa menerima itu adalah berkah, tetapi bisa memberi adalah anugerah. Semoga sisa hidup kita selalu bahagia dan membuat orang lain bahagia dengan keberadaan kita.

Hikmah

  1. Kebahagian yang sesungguhnya atau kebahagian yang hakiki terletak pada ketenangan hati seseorang
  2. Banyak orang yang berlimpah harta, tetapi kekayaan yang mereka miliki tidak dapat menjadikan hati mereka tenang. Akan teapi sebaliknya, justru harta kekayaan yang mereka kumpulkan buat lalai, lupa dan sibuk untuk senantiasa mengejar kekuarangan. Hal ini karena berapa pun harta benda dan kekayaan yang mereka miliki masih saja mereka anggap kurang.

Kata kata bijak Bagian IV

Belajar dari Petani Kurma 

“Lakukan apa yang mampu kamu amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri jemu”

(HR Bukhari)

Petani Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir, lalu ditutup dengan batu. Mengapa biji itu harus ditutup batu? Ternyata batu itu akan memaksa pohon kurma berjuang  untuk tumbuh ke atas. Karena pertumbuhan  batang mengalami hambatan, pertumbuhan akar ke dalam tanah  menjadi maksimal.

Setelah akarnya kuat, barulah biji pohon kurma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan di atasnya.

Ditekan dari atas, supaya bisa, mengakar kuat ke bawah. Bukankah hidup itu prinsip kehidupan yang luar biasa?

Sekarang kita tahu mengapa Allah SWT kerap mengizinkan tekanan hidup datang. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaiknya Allah SWT mengizinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar semakin kuat

Tidak sekedar bertahan, tetapi ada waktunya benih yang sudah beraka itu akan menjebol “batu masalah” yang selama ini menekan. Kita pun keluar menjadi pemenang kehidupan.

Allah mendesain kita seperti pohon kurma, sebab itu, jadilah tangguh, kuat, dan tegar menghadapi beratnya kehidupan. Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tidak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi para pemenang kehidupan.

Hikmah

Allah SWT kerap memberikan ujian dalam bentuk tekanan hidup. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan manusia, sebaiknya Allah menjadikan tekanan dalam kehidupan kita adalah semata mata untuk membuat kita berakar semakin kuat

Rumah dan sekolah adalah Kuncinya 

“Tiada lurus iman seseorang hamba sehingga lurus hatiny, dan tiada lurus hatinya sehingga lurus hatinya”

(HR Ahmad)

Mengapa di jalan raya banyak motor dan mobil selaing menyalip satu sama lain?

Sejak kecil saat dirumah dan di sekolah, mereka di didik untuk menjadi lebih cSejak kecil saat dirumah dan di sekolah, mereka di didik untuk menjadi lebih cepat, bukan menjadi yang lebih sabar. Mereka di didik untuk menjadi yang terdepan, bukan yang sopan.

Mengapa pengendara motor di jalan lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang  ingin menyebrang jalan, bukan malah mengurangi kecepatanya?

Sejak kecil dirumah dan disekolah, anak kita setiap hari diburu dengan waktu, dibentak untuk lebih  cepat dan gesit, bukan dilatih untuk mengatur waktu dengan sebaik baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.

Mengapa hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banya para pekerja yang suka korupsi?

Sejak kecil dirumah dan di sekolah, anak anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan, mulai dari pakaian hingga perlengkapan. Anak anak bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas, dan bangga akan kesederhanaan.

Mengapa disetiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak yang terjadi kolusi, manipulasi proyek, dan anggaran uang rakyat?

Sejak kecil dirumah dan disekolah, mereka dididik untuk menjadi lebih pintar, bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.

Mengapa hampir disetiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa dirinya paling benar?

Sejak kecil dirumah dan disekolah, mereka sering dimarahi oleh orang tua dan guru mereka, bukan malah diberi pengertian dan kasih sayang.

Mengapa hampir disetiap sudut kota, kita temukan orang orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain?

Sejak kecil dirumah dan disekolah, mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara, bukan saling tolong menolong untuk membantu yang lemah.

Mengapa di hampir setiap kesempatan termasuk di medsos ini juga, selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau melakukan koreksi diri sebelumnya?

sejak kecil dirumah dan disekolah, anak anak biasa dikritik, bukan didengarkan segala keluhan dan masalahnya

mengapa hampir disetiap kesempatan kita sering melihat orang mengotot dan merasa paling benar sendiri?

Dulu sejak kecil kecil dirumah dan disekolah, mereka sering melihat orang tua atau guru mereka mengotot dan merasa  paling benar sendiri.

Mengapa hampir disetiap lampu merah dan rumah ibadah, kita banyak menemukan pengemis?

Sejak kecil di rumah dan disekolah, mereka selalu diberi tahu tentang kelemahan dan kekurangan mereka dan bukan di ajari untuk mengenal kelebihan kelebihan dan kekuatan kekuatan mereka.

Jadi, sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri dirumah dan ‘berkolaborasi” dengan dunia pendidikan disekolah.

Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik, mulailah mengubah cara mendidik anak anak kita dirumah dan disekolah.

Keduanya adalah tempat khusus yang dirancang bagi anak untuk belajar menjadi manusia yang berakal sehat dan berbudi luhur.

Mari kita belajar terus dan terus belajar untuk menjadi orang  tua dan guru yang lebih baik agar potret negeri ini bisa berubah menjadi lebih baik mulai dari kita, keluarga kita, dan sekolah kita sendiri.

Hikmah

Lembaga pendidikan hanya sebuah sarana, dan sekolah hanya sekedar tempat singgah anak untuk menjalani persiapan menuju jenjang pendidikan berikutnya. Namun, sangat disayangkan, sebagian lembaga pendidikan ternyata lebih banyak mewarnai perilaku dan tabiat buruk anak. Oleh karena itu, sukses dunia akhirat harus menjadi bahan pertimbangan yang utama, dan orang tua harus pandai pandai memilih lembaga pendidikan yang sejalan dengan syari’at islam.

Anakku Disaat Aku Tua 

“Keridhaan Allah bergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua”

(HR al-Hakim)

Di saat aku tua

Aku bukan diriku yang dulu lagi

Maklumilah dan bersabarlah

Dalam menghadapi diriku

Disaat aku menumpahkan sayuran dibajumu

Dan aku tidak lagi mengingat cara menutupi bajuku,

Jangan memarahiku

Ingatlah, saat bagaimana aku

Mengajarimu dan membimbungmu melakukan hal itu

Disaat aku dengan pikunnya

Mengulang terus, ucapan yang membosankanmu

Dengarkanlah, jangan memotong ucapanku

Di masa kecilmu,

Aku harus terus mengulang semua cerita

Yang aku bacakan untukmu.

Disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku

Jangan menyalahkanku

Ingatlah dimasa kecilmu,

Aku dengan berbagai cara membujukmu

Untuk mandi, makan, dan minum.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,

Ulurkan tanganku untuk memapahku.

Ingatlah dimasa kecilmu, aku menuntunmu

Melangkahkan kakimu untuk berjalan

Disaat aku kebingungan

Menghadapi hal hal baru

Dan tekonologi modern,

Janganlah menertawakanku.

Renungkanlah bagaimana  aku

Dengan sabarnya

Menjawab semua pertanyaan

Yang kau ajukan padaku

Disaat engkau melihat aku menua, maklumilah

Dukunglah aku sebagaimana aku mendukungmu

Sewaktu engkau belajar tentang kehidupan ini.

Dulu, aku menuntutmu untuk menggapai jalan 

Kehidupan ini,

Kini, kenalilah aku

Hingga akhir jalan hidupku

Berikanlah aku cinta kasih dan kesabaranmu

Aku menerimanya dengan penuh syukur

Dalam senyumku. Terutama kasihku yang tak terhingga kepadamu

Aku harap engkau menghargaiku

Dan mendoakanku

Ibumu

Hikmah

  1. Kedua orang tua secara fitrah akan terdorong untuk mengayomi anak anaknya; mengorbankan segala hal, termasuk diri sendiri. Anak anak mengisap seluruh potensi, kesehatan, tenaga dan perhatian dari kedua orang tua hingga ia menjadi oran gtua yang lemah, jika memang diberi usi ayng panjang. Meskipun demikian, keduanya tetap merasa bahagia
  2. Adapun anak anak, secepatnya mereka melupakan ini semua, dan terdorong oleh peran mereka ke arah depan. Orang tua tidak butuh nasihat untuk berbuat baik kepada anak anak. Orang perlu di gugah emosinya dengan kuat adalah anak anak agar mereka mengingat kewajiban mereka terhadap generasi yang telah dihabiskan seluruh madunya hingga kering kerontang (oran tua) oelh mereka (anak anak). Dari sinilah, muncul perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dengan perintah yang tegas, setelah perintah yang tegas untuk menyembah Allah.

Kata Bijak Bagian V

Kesempurnaan hakiki 

Semakin kita mencari kesempurnaan, semakin kita pula tak akan pernah mendapatkannya. Karena sejatinya, kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang ada hanyalah keihklasan hati untuk menerima kekurangan.

(Guru dari Khalil Gibran)

Suatu hari, Khalil Gibran bertanya kepada gurunya, “Bagaimana cara agar kita mendapatkan suatu yang paling sempurna dalam hidup?”

Sang guru menjawab, “ Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali ke kebelakang!”

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Khalil Gibran kembali dengan tangan hampa. Sang guru bertanya, “ Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satupun?”

“Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tetapi aku tidak memetiknya karena aku pikir mungkin yang didepan pasti ada yang lebih indah. Namun, ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan akupun tak bisa kembali ke belakang lagi, “jawabnya”

Sambil tersenyum sang guru berkata, “Ya, itulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya. Karena sejatinya, kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan”

Bila tidak bisa memberi, jangan mengambil

Bila mengasih terlalu sulit, jangan membenci

Bila tak mampu menghibur orang, jangan membuatnya sedih

Bila tak mungkin meringankan beban orang lain, jangan mempersulit/memberatkannya

Bila tak sanggup memuji, jangan menghujat

Bila tak bisa menghargai, jangan menghina

Jangan mencari kesempurnaan, tetapi  sempurnakanlah apa yang telah kita dapatkan

Hikmah

Semakin kita mencari kesempurnaan, semakin kita tidak akan pernah mendapatkannya karena sejatinya, kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada, yang ada hanyalah keihklasan hati kita untuk menerima kekurangan.

Lima pesan penting kehidupan

“Ambillah kesempatan lima sebelum lima: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan senggangmu sebelum sibuk”

(HR al-Hakim dan Baihaqi)

Berikut beberapa kata kata atau nasihat yang sangat berharga untuk kita

Jangan didik anakmu untuk menjadi orang kaya. Namu, didiklah anakmu untuk merasa bahagia agar ketika mereka tumbuh dewasa mereka akan menghargai sesuatu dari nilainya, bukan harga.

Pemenang kata kata terbaik di Londong: Jadikan makananmu sebagai obatmu. Jika tidak, engkau akan menjadikan obatmu sebagai makananmu.

Seorang yang mencintai tidak akan pernah meninggalkanmu. Walaupun ada 100 alasan untuk melepasmu, ia pasti akan mencari 1 alasan untuk mempertahankanmu.

Menjadi mansuia (human being) dan menjadi manusiawi (being human) sangat berbeda. Hanya segelintir orang yang memahami ini.

Kamu dikasih ketika lahir. Kamu akan dikasihi ketika akan wafat. Diantara kedua fase kehidupan itu, kamu harus memeliharanya. Maksudnya, memelihara cinta dan kasih sayang kepada sesama.

Ungkapan bagus dari orang bijak:” Jika engkau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian, Namun, jika engkau ingin berjalan jauh, jalanlah bersama –sama.”

Tujuh dokter terbaik di dunia

  • Air putih
  • Sinar matahari
  • Olahraga
  • Istrahat
  • Diet
  • Percaya diri
  • Memiliki banyak teman

Pertahankan semua hal diatas setiap saat dan nikmatilah hidup yang sehat.

Jika kamu melihat bulan, kamu melihat keindahan Allah. Jika kamu melihat matahari, kamu melihat kekuatan Allah dan jika kamu bercermin, kamu melihat karya Allah yang terbaik. Jadi, percayalah pada dirimu sendiri.

Kita semua adalah pelancong dan Allah adalah agen perjalanannya yang akan mengatur serta memperbaiki alur, pemesanan, dan tujuan. Jadi, percayalah pada Allah dan nikmati perjalananmu yang kamu sebut sebagai “kehidupan”

Hikmah

Saat kita memperhatikan alam, manusia dan kehidupan, kita akan mendapat sesuatu yang sangat seimbang dan sempurna tanpa cacat. Sesuatu yang apik seolah olah tidak henti – hentinya diatur oleh sesuatu Dzat. Sesuatu itu tentunya adalah wajib adanya seperti wajibnya keberadaan seseorang  pembuat kursi atas sebuah kursi dapat kita inderakan

Sesuatu itu adalah mesti bersifat mahakuasa dan maha sempurna serta hamacerdas dikarenakan terlihatnya ciptaan ciptaan yang begitu agung, begitu indah, dan teratur yang berada pada diri kita, di sekeliling kita tempat menjalani kehidupan, yang keberadaannyya begitu nyata.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *