Kata kata bijak islami II

Percakapan Antara Ayah dan Anak _  Tentang Bijak dan tanggung jawab kepada keluarga)

Apa yang aku larang jauhilah dan apa yang aku perintahkan kerjakanlah sampai batas kemampuanmu. Sesungguhnya, Allah telah membinasakan orang orang sebelum kamu disebabkan terlalu banyak menuntut dan menentang nabi nabinya-Nya”

(HR Bukhari)

Berikut adalah percapakapan antara ayah dan anak!

Ayah: “ Apa yang engkau pelajari hari ini?”

Anak: “Surah al-Muzzammil.”

Ayah: Apa isi surah tersebut?

Anak: Nabi saw, diperintahkan untuk bangun malam walaupun hanya sesaat… Ayah, mengapa kita tidak bangun malam?

Ayah: “Itu kan, perintah untuk Nabi saw.. siap kita?

Anak pun terdiam, setelah beberapa hari, sang anak mengatakan, “Ayah, ternyata pada surah al-Muzzammil bukan hanya Nabi saw saja yang diperintahkan, ternyata para sahabat pun ikut bangun malam.

Ayah: itu, kan, Nabi saw dan para sahabatnya, siapa kita?

Anak: “yah, kalau kita tidak ikut Nabi saw, dan para sahabatnya, terus siapa yang akan kita ikuti?”

Ayah: Hmmmm… engkau benar, wahai anakku, Kalau begitu, mulai malam ini aku akan bangun malam”

Anak : “aku juga ikut ayah:

Ayah : Engkau masih kecil, Nak. Engkau belum punya dosa, sedangkan ayah penuh dengan dosa, ayah takut dimasukkan ke neraka”

Anak: “Engkau benar, wahai ayahku, tetapi dulu saat aku melihat ibu menyalakan apa tatkala hendak memasak, ibu selalu memasukkan kayu kecil terlebih dahulu untuk menyalakan api sebelum yang besar, aku khwatir kalau aku kelak dijadikan umpan untuk menyalakan api neraka.

Hikmah

  1. “janganlah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (at-Tahriim:6)
  2. Setiap manusia dituntut untuk dan meningkatkan keimanan serta ketaatannya kepada Allah agar terhindar dari api neraka
  3. Selain diri sendiri, seorang mukmin juga bertanggung jawab menjauhkan keluarganya dari murka Allah, dan membawa mereka pada ridha-Nya
  4. “Dan peringatilah keluargamu dan kaum kerabatmu.” (asy-syu’araa:214)
  5. Setiap mukmin bertanggung jawab untuk mengajak kaum kerabat dan saudara saudaranya menaati Allah
  6. Dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) negeri (makkah) dan (orang orang) yang diluar keluarganya (QS. Al-An’am:92)
  7. Setiap mukmin dituntut juga untuk memberi peringatan dan menyampaikan agama kepada penduduk di sekitarnya, dan di luar lingkungannya.
  8. Kalian adalah sebaik baik umat yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah.” (Aali ‘Imraan:110)

 

Nasihat Menjelang Musim Ketaatan _ kata kata bijak tentang taat kepada Allah

“Iblis berkata kepada Rabnya, ‘ Dengan keagungan dan kebesaran-Mu

Aku tidak akan pernah berhenti menyesatkan Bani Adam selama mereka masih bernyawa’. Lalu Allah berfirman, ‘ Dengan keagungan dan kebesaranku, aku tidak akan berhenti mengampuni mereka selama mereka beristighfar.”

(HR Ahmad)

Syekh Muhammad bin Muhammad Mukhtar as – Syinqity, hafizhahllah, ditanya, “ Wahai Syekh, dengan amalan apa  Anda menasihati saya dalam menyongsong datangnya musim ketaatan?”

Syekh menjawab, “Sebaik baiknya amalan yang dilakukan adalah dalam menyongsong datangnya musim ketaatan adalah memperbanyak istighfar. Sebab dosa akan menghalangi seseorang dari taufik Allah untuk melakukan ketaatan.

Tidaklah hati sesorang hamba selah beristighfar melainkan akan disucikan. Bila ia lemah, akan dikuatkan, bila ia sakit, akan disembuhkan, bila ia diuji, akan diangkat ujian itu darinya, bila ia kalut, akan diberi  petunjuk, dan bila ia galau, akan diberi ketenangan.

Istighfar merupakan benteng aman yang tersisa bagi kia _ dari adzab Allah _ sepeninggal Rasullah shallalaahu’ alaihi wassalam.

Ibnu katsir rahimakamullah berkata, “ Barang siapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istighfar, Allah akan mempermudah Rezekinya, memudahkan urusanny, dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya. “ Maka, apalagi yang kau tunggu? Perbanyaklah istighfar.

Ibnu Qayyim rahimakamullah mengatakan, “ Bila engkau berdoa dan waktu begitu sempit, sementara dadamu dipenuhi hajat yang begitu banyak, jadikan seluruh isi doamu agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafanmu, semeua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya.”

Ya allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan, ampunilah aku.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

“ Ya Allah.. sesungguhnya Engkau adalah maha pemberi Maaf dan menyukai pemberi maaf, maka maafkanlah kesalahan-kesalahanku”

Hikmah

  1. Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’ uudzu bika min syarri maa shana’tu, abuu’u matika’ la yaghfirudz dzunuba illa anta’
  2. “ Ya Allah engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedangkan aku adalah hamba-Mu, dan aku di atas ikatan Janji-Mu dan akan menjalankan dengan semampuku, aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmat-Mu terhadap diriku, dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali engkau ya Rabb.” (HR al Bukhari no 6306)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *