Konsumen

Dipublikasikan oleh admin pada

Kata konsumen berasal dari kata consumer (inggris – amerika) atau dalam bahasa belanda consument/konsument. Umumnya para ahli atau pakar menafsirkan konsumen sebagai  pembeli yang ekonomis, yaitu orang yang mengetahui fakta secara logis dalam membandingkan pilihan  untuk memperoleh kepuasan terbesar dari waktu serta uang yang mereka korbankan (McCarthy & Perreault, 1995:198)

Pengertian Konsumen

Dalam Undang-undang No 8 Tahun 1998 Tentang Perlindungan Konsumen, pada pasal  1 poin 1 menyebutkan konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Sedangkan Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk perlindungan kepada konsumen

Menurut Sri Handayani (2012:2) defenisi konsumen secara harfiah adalah “seseorang yang membeli barang atau menggunakan jasa”, atau “seseorang atau sesuatu perusahaan yang membeli barang tertentu ataupun jasa tertentu”, juga “sesuatu atau seseorang yang menggunakan suatu pesediaan atau sejumlah barang”,

Selain itu ada juga yang mendefenisikan konsumen setiap orang yang menggunakan barang maupun jasa dalam berbagai perundang-undangan negara.

Sejalan dengan defenisi konsumen tersebut diatas, Sri Handayani memberikan batasan tentang defenisi konsumen yakni:

  1. Konsumen adalah setiap orang yang mendapatkan barang maupun jasa yang digunakan dengan tujuan tertentu
  2. Konsumen adalah setiap orang yang mendapatkan barang maupun jasa dengan tujuan membuat barang atau jasa lain atau diperdagangkan (untuk tujuan komersial) dan
  3. Konsumen akhir adalah setiap orang alami yang mendapat & menggunakan barang/jasa guna memenuhi kebutuhan hidup peribadinya, keluarga dan atau rumah tangga dan tidak untuk diperdagangkan kembali (non komersial)

Kategori: pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *