Korelasi

Dipublikasikan oleh admin pada

Umumnya, korelasi diartikan sebagai hubungan. Tetapi, setelah dikembangkan lebih jauh, kata korelasi tidak hanya dapat diartikan sebatas pengertian tersebut. Korelasi dapat diartikan sebagai salah satu teknik analisis dalam statistik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel yang bersifat kuantitatif.

Hubungan antara dua variabel tersebut bisa terjadi karena adanya hubungan sebab akibat atau bisa pula terjadi karena suatu kebetulan. Dua variabel dapat dikatakan berkolerasi jika perubahan pada variabel yang satu diikuti dengan perubahan pada variabel yang lain secara teratur dengan arah yang sama (korelasi positif) atau arah berlawanan (korelasi negatif).

Pengertian Korelasi

Korelasi merupakan suatu hubungan, yaitu bagian dari teknik analisis dalam statistic yang digunakan untuk mencari hubungan di antara dua variabel yang bersifat kuantitatif. Di dalam kehidupan sehari-hari, banyak peristiwa yang terjadi ini saling berkaitan. Misalnya ialah sebab curah hujan yang meningkat, keuntungan penjualan yang bertambah seiring dengan penambahan stok barang ditoko, dan banyak kasus lainnya.

Lalu, apakah dengan mengetahui hubungan antar variabel itu menjadi penting? Iya, karena jika diketahui terjadinya hubungan di antara dua variabel tersebut, maka akan mudah pula dalam menentukan dan memprediksi dari nilai variabel lainnya.

Istilah korelasi sendiri umumnya digunakan untuk menggambarkan ada tidaknya dari hubungan suatu hal dengan hal yang lain. Dalam dunia matematika, korelasi diartikan sebagai ukuran pada seberapa dekatnya diantara dua variabel yang berubah dalam hubungan satu dengan lainnya.

Misalnya, kita bisa menggunakan tinggi badan dan usia siswa SD menjadi variabel korelasi positif. Maka, semakin tua usia siswa SD tersebut, maka badannya pun akan semakin tinggi. Hubungan tersebut juga disebut korelasi positif karena kedua variabel mengalami perubahan menuju arah yang sama, yaitu sama-sama meningkat.

Selain itu, jug bisa menggunakan nilai dan tingkat ketidak hadiran siswa sebagai contoh dalam korelasi negatif. Maka, semakin tinggi tingkat ketidak hadiran siswa di kelas, maka nilai yang diperolehnya pun semakin rendah. Hubungan ini disebut dengan korelasi negatif karena kedua variabel terjadi perubahan ke arah yang berlawanan, yaitu ketika ketidak hadiran meningkat, nilainya semakin rendah/berkurang.

Kedua variabel yang dibandingkan satu sama lain dalam suatu korelasi bisa dibedakan menjadi dua yaitu variabel independen dan variabel dependen. Yang dimaksud dengan variabel independen ialah variabel yang perubahannya mengarah di luar kendali manusia.

Sedangkan variabel dependen ialah variabel yang bisa berubah sebagai akibat dari perubahan variabel indipenden. Hubungan antara kedua veriabel ini bisa di contohkan dengan ilustrasi dimana pertumbuhan tanaman dengan variabel sinar matahari dan tinggi tanaman.

Sinar matahari adalah variabel independen karena intensitas cahayanya tidak bisa diatur oleh manusia. Sedangkan tinggi tanaman adalah variabel dependen karena perubahan tinggi tanaman dipengaruhi langsung oleh intensitas cahaya matahari yang menjadi variabel indipenden.

Kategori: pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *