Lembaga Keuangan Internasional

Dipublikasikan oleh admin pada

Bank Pembangunan Islam

Ide awal pembentukan Bank Islam International guna memayungi sistem keuangan negara negara islam diseluruh dunia adalah proposal yang diaukan oleh Mesir pada sidang Menteri Luar Negeri Negara negara islam (OKI) di Karachi, pakistan bulan Desember tahun 1970. Proposal ini berisikan tentang studi pendirian Bank Pembangunan Islam International yang difokuskan untuk perdagangan dan pembangunan (international islamic Bank for Trade and Develpment) dan pendirian Federasi Bank Islam (Federation os Islamci Banks). Proposal ini kemudian dikaji oleh 18 negara Islam. Isi dari proposal tersebut mengusulkan sistem keuangan yang selama ini didasarkan kepada bunga harus diganti dengan kerja sama dengan skema bagi hasil, baik bagi untung maupun bagi rugi.

Hal hal yang terkandung dalam usulan tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Mengatur transaksi komersil antar negara negara Islam.
    2. Mengatur institusi pembangunan dan investasi.
    3. Merumuskan masalah Transfer, kliring secara settlement antar bank islam sebagai langkah awal menuju terbentuknya sistem ekonomi islam yang terpadu.
    4. Membantu mendirikan institusi sejenis Bank Sentral Syariah di negara negara Islam.
    5. Mendukung upaya upaya bank setral dinegara negara islam dalam hal pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang sejalan dengan kerangka kerja islam.
    6. Mengatur administrasi dan mendayagunakan dana zakat
    7. Mengatur kelebihan likuiditas bank bank sentral negara islam

Dan di usulkan pula pembentukan badan badan khusus yang disebut badan investasi dan pembangunan  negara negara islam. Fungsi badan ini adalah sebagai berikut:

    1. Mengatur investasi modal islam
    2. Menyeimbangkan antara investasi dan pembanugunan di negara islam
    3. Memilih lahan/sektor yang cocok untuk investasi dan mengatur penelitiannya
    4. Memberi saran dan bantuan teknis bagi proyek proyek yang dirancang untuk investasi regional di negara negara islam

Kelanjutan propasal yang diajukan oleh Mesir ini diagendakan kembali pada sidang Menteri Luar negeri Negara negara Islam (OKI) di Benghaji Libya bulan Maret 1973. Kemudian pada bulan juli 1973 negara negara islam penghasil minyak yang diwakili oleh komite ahli bertemu di Jeddah dalam rangka membicarakan pendirian Bank Islam Internasional. Pada pertemuan kedua, bulan Mei 1974 dibahas rancangan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Akhirnya  rancangan pendirian Bank Pembangunan Islam atau islamic Development (IDB) disetujui pada sidang Menteri  Keuangan OKI di Jeddah 1975. Modal dasar pendirian  IDB adalah 2 milliar Dinar Islam atau setara dengan 2 milliar Special Drawing right (SDR). Keanggotaan IDB seluruhnya adalah negara negara yang tergabung dalam OKI. Saat ini IDB memiliki jumlah anggota 43 negara yang bertugas memberikan pinjaman bebas bunga untuk proyek infrastruktur dan pembiayaan kepada negara anggota berdasarkan partisipasi modal negara

Lihat juga

Kategori: pendidikan

2 Komentar

Mochi · pada

mantul

RIRIN.NATABILA · pada

Sangat membantu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *