Mengenal Pengertian Kalor Beserta Jenis Jenis Perubahannya

Published by admin on

Energi panas dibutuhkan dalam kebutuhan sehari hari. Salah satunya adalah berguna untuk memasak. Energi panas atau kalor akan muncul saat adanya sentuhan atau perpindahan dari suhu dingin ke suhu yang panas. Berikut adalah sekilas tentang pengertian kalor dan jenis jenisnya. Yuk simak ulasannya. 

Apa itu kalor?

Bentuk energi yang bisa berpindah ini disebut juga dengan kalor. Perpindahan energi ini bisa terjadi dari benda yang mempunyai perbedaan suhu. Perpindahan dari benda yang bersuhu tinggi ke suhu yang lebih rendah akan memunculkan energi bila keduanya bersentuhan. Kalor tersebut akan mengalir atau berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. 

Seperti contoh bila anda mencampurkan air panas dengan air dingin, maka hal terjadi adalah air tersebut berubah menjadi hangat. Terjadinya air hangat ini bisa disebut sebagai salah satu peristiwa perpindahan kalor di kehidupan sehari hari. Namun yang perlu diketahui adalah suhu dan kalor adalah hal berbeda. 

Pengertian kalor adalah sebuah energi yang berpindah dari satu suhu benda ke benda lainnya. Sedangkan suhu adalah ukuran suatu nilai yang bisa diukur dengan menggunakan termometer. Sehingga dapat dikatakan bahwa satu kalori adalah energi yang akan dibutuhkan untuk menaikkan suhu air hangat 1 gram sebanyak 1 derajat celcius. 

Jenis-jenis Kalor

  1. Kalor Pembentukan (∆Hf)

Ada bermacam macam jenis kalor. Salah satunya adalah kalor pembentukan. Kalor ini adalah yang dibutuhkan untuk membuat 1 mol senyawa didalam unsurnya. Unsur senyawa tersebut akan ditulis dengan menggunakan rumus molekulnya. Sebagai contoh kalor pembentukan adalah seperti , O2, Br2, C12, dan H2.  

  1. Kalor Penguraian (∆Hd)

Jenis kalor yang kedua adalah kalor penguraian. Kalor jenis ini adalah jenis yang dibutuhkan atau yang akan dihasilkan untuk proses penguraian. Kalor tersebut akan digunakan untuk mengurai 1 mol senyawa. Senayawa tersebut kemudian akan diurai menjadi unsur unsur lainnya yang penting. 

  1. Kalor Pembakaran (∆Hc)

Jenis kalor selanjutnya adalah kalor pembakaran. Pengertian kalor Jenis ini adalah yang akan diperlukan atau yang akan didapatkan untuk melakukan pembakaran. Pembakaran yang dilakukan pada 1 mol zat ini akan membuat perubahan dalam unsur atau senyawanya. Jenis kalor satu ini berfungsi untuk mengubah kalor melalui pembakaran. 

  1. Kalor Netralisasi (∆Hn)

Jenis kalor yang berikutnya adalah kalor netralisasi. Jenis kalor ini adalah yang akan dibutuhkan atau yang bisa didapatkan untuk merubah 1 mol H20. Perubahan ini akan didapatkan dari hasil reaksi yang ditimbulkan atara asam dan basa. Jenis kalor ini merupakan golongan reaksi eksoterm karena menggunakan reaksi kenaikan suhu. 

  1. Kalor Pelarutan (∆Hs)

Jenis kalor yang terakhir adalah jenis kalor pelarutan. Jenis kalor ini akan didapatkan atau digunakan untuk proses pelarutan. Proses pelarutan dari 1 mol zat ini akan membuat benda padat akan menjadi larutan atau benda cair dengan bantuan kalor. Sehingga penggunaan kalor ini akan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari. 

3 Jenis Perpindahan Kalor 

  1. Konduksi

Pengertian kalor bisa mengubah suatu zat menjadi bentuk lainnya sesuai kebutuhan. Salah satunya adalah mengubah suhu zat hingga mengubah wujudnya. Perpindahan kalor tersebut juga masih akan dibedakan menjadi beberapa bagian seperti konduksi. Perpindahan kalor mengguanakn cara konduksi akan membutuhkan perantara seperti logam. 

Salah satu contohnya adalah ketika anda memanaskan bagian ujung logam, maka panas yang dirasakan bisa mencapai ujung lainnya saat anda pegang. Hal ini bisa terjadi karena adanya perpindahan panas yang terjadi dari benda yang bersuhu tinggi ke suhu yang lebih rendah. Getaran partikel yang terhubung akan menular ke bagian lainnya. 

  1. Konveksi

Jenis perpindahan kalor berikutnya adalah konveksi. Konveksi ini akan membuat perpindahan zat yang dilakukan akan diikuti dengan perpindahan bagian zat tersebut secara bersamaan. Terjadinya Perpindahan secara konveksi akan terjadi pada zat jenis gas atau cair. Sehingga secara garis besar konveksi akan dibedakan menjadi ilmiah dan secara paksa. 

Salah satu perpindahan dan pengertian kalor yang terjadi karena konveksi adalah seperti gerakan air yang naik dan turun saat dipanaskan, kemudian gerakan biji kacang yang bergejolak ketika direbus, adanya gerakan balon udara, keluarnya asap dari cerobong pabrik ke udara, terjadinya angin darat dan angin laut yang mmebantu nelayan, dan masih banyak lagi lainnya. 

  1. Radiasi

Perpindahan kalor selanjutnya adalah radiasi. Jenis perpindahan dan kalor ini tidak akan menggunakan perantara sama sekali. Sehingga teknik radiasi tidak akan sama dengan cara konveksi atau konduksi. Hal ini karena perpindahan kalor tidak membutuhkan sentuhan antar benda tersebut satu sama lain.

Itulah sekilas tentang pengertian kalor dan juga berbagai jenisnya yang perlu anda ketahui. Sebagai informasi dan pengetahuan baru, fakta diatas bisa anda jadikan referensi belajar mengenal teori fisika yang aplikatif untuk kehidupan sehari hari. Semoga informasi diatas akan membantu anda memahami tentang kalor.

Categories: Fisika

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.