Merger

Dipublikasikan oleh admin pada

Pengertian Merger

Dalam sebuah perusahaan yang sedang kesulitan likuiditas biasanya untuk menyelamatkan perusahaan tersebut ditempuh berbagai cara, termasuk melalui konsolidasi/merger dengan perusahaan yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Selain dikarenakan kesulitan likuiditas ada sejumlah alasan perusahaan melakukan merger seperti; untuk meningkatkan pangsa pasar, meningkatkan sinergi operasional ataupun penciptaan efisiensi yang lebih baik.

Pengertian merger atau konsolidasi adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih  menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger mengambil atau membeli asset & liabilities perusahaan yang dimerger dengan begitu perusahaan me-merger akan memiliki paling sedikit 50% saham serta perusahaan yag dimerger berhenti beroperasi & pemegang saham akan menerima sejumlah uang tunai maupun saham diperusahaan yang baru.

 Menurut moin (2003) pengertian merger adalah, penggabungan dua perusahaan atau lebih selanjutnya hanya ada satu perusahaan yang tetap hidup sebagai badan bukum, disisi lain perusahaan yang satu menghentikan aktivitasnya atau bubar. Perusahaan yang telah dibubarkan mengalihkan atau melimpahkan seluruh aktiva dan kewajibannya ke perusahaan yang mengambil alih sehingga aktiva perusahaan yang mengambil-alih mengalami peningkatan.

Dari kedua pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa merger adalah suatu proses penggabungan dua perusahaan ataupun lebih, dimana perusahaan me-merger akan tetap ada sedangkan perusahaan yang dimerger secara otomatis berhenti beroperasi/bubar.

Jenis –jenis merger

Menurut menurut Simanjuntak (2004) jenis jenis merger dari segi ekonomi  keuangan  dan yang biasa diaplikasikan diantaranya; horizontal (horizontal merger), merger vertikal (vertical merger) & dan merger konglomerat (conglomerate merger). Berikut akan dijelaskan secara detail.

  1. Merger Horizontal (Horizontal Merger)

Adalah dua perusahaan yang bergabung memiliki kesamaan baik dari segi produk atau kegaiatannya maupun dua perusahaan yang bersaing melakukan merger. Jenis merger ini akan memfasilitasi integrasi karena kedua perusahaan yang melakukan merger tersebut telah memahami problem usaha & industri mereka.

  1. Merger Vertikal (Vertical Merger)

Adalah perusahaan bergabung dengan pelanggannya maupun penyalurnya. Contoh merger seperti ini adalah merger yang terjadi antara penjual dan pembeli. Jenis merger ini memberikan perusahaan suatu pengawasan yang lebih luas atas distribusi maupun pembeliannya, umumnya jenis merger ini jarang sekali dihalangi.

  1. Merger Konlomerat horizontal (horizontal merger)

Merupakan dua perusahaan konglomerat bergabung, dimana kedua perusahaan tidak memiliki kesamaan usaha. Biasanya perusahaan ini melakukan merger tidak terkait dalam hal persaingan usaha dan tidak memiliki hubungan dalam penjual dan pembeli

  1. Merger Congeneric

Melibatkan perusahaan-perusahaan terkait, akan tetapi tidak termasuk dalam produsen yang sama (horizontal) ataupun dari segi hubungan produsen dan penyalur (vertical)

Proses Merger

Kegiatan merger merupakan hal lazim dilakukan perusahaan dengan tujuan tertentu seperti untuk memenangkan persaingan maupun untuk meningkatkan pangsa pasar. Ada beberapa tahapan yang dilalalui untuk melakukan merger, sebagai berikut:

  1. Menetapkan tujuan
  2. Mengidentifikasi perusahaan yang hendak di merger/diakuisi
  3. Menyeleksi calon target
  4. Melakukan kontak/komunikasi terhadap perusahaan yang hendak di-merger guna mendapatkan informasi
  5. Mencari informasi tambahan yang dibutuhkan; lebih khusus mengenai kondisi keuangan perusahaan yang hendak dimerger, yang mencakup 5 tahun terakhir dan komitmen yang dilakukan perusahaan target.
  6. Menetapka harga penawaran serta cara pembiayaan
  7. Melakukan uji kelayakan (due diligency ) terhadap perusahaan yang hendak di merger
  8. Mempersiakan dan menandatangangi kontrak merger
  9. Pelaksanaan merger

Tujuan Merger

Kategori: pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *