Pendapatan

Dipublikasikan oleh admin pada

Pendapatan (revenue)  dalam arti luas adalah penghasilan yang diperoleh masyarakat (baik perorangan maupun perusahaan) atas prestasi kerjanya dalam periode tertentu, baik harian, mingguan, bulanan maupun periode tahunan. Pendapatan merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan laba rugi perusahaan.

pengertian pendapatan
Ilustrasi tracking pendapatan
via : pixabay

Pengertian Pendapatan

Banyak yang memberikan definisi berbeda beda tentang arti pendapatan, akan tetapi secara garis besar pendapatan adalah hasil (uang) yang diperoleh atas kegiatan yang dilakukan perusahaan atau individu pada periode tertentu. Berikut beberapa pengertian tentang pendapatan:

Menurut Kamus besar bahasa indonesia, pendapatan adalah:  hasil kerja (usaha atau sebagainya),

Sedangkan menurut kamus manajemen pendapatan adalah uang yang diterima oleh perorangan, perusahaan & organisi lain dalam bentuk upah, gaji, sewa, bunga, komisi,  ongkos, dan laba.

Menuru Soemarso S.R dalam bukunya Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi lima , hal 54. Pendapatan adalah jumlah yang diebabankan kepada langganan untuk barang dan jasa yang dijual. Pendapatan adalah aliran masuk (inflow)aktiva atau pengurangan utang yang diperoleh melalui hasil penyerahan barang atau jasa kepada para pelanggan

Dalam kamus atau istilah akuntansi, pengertian pendapatan (revenue) adalah harga barang yang terjual  atau sewa jasa oleh perusahaan kepada pihak lain sebagai ganti kas atau aktiva lainnya; atau suatu arus masuk aktiva (tidak selalu kas) dalam pertukaran dengan barang dan jasa yang dijual perusahaan).

Pendapatan adalah kenaikan gross di dalam asset & penurunan gross dalam kewajiban yang dinilai berdasarkan prinsip akuntansi yang berasal dari kegiatan mencari laba. (Sofyan Syafri. 2002:58)

Sedangkan menurut Niswonger (1999:45), menekanankan pada konsep pengaruh terhadap ekuitaas pemiliik, yaitu pendapatan (revenue) adalah peningkatan ekuitas pemilik  yang diakibatkan oleh proses penjualan barang dan jasa kepada pembeli.

Dari sejumlah penjelasan dari ahli tentang pengertian pendapatan diatas, dapat disimpulkan pendapatan adalah kas masuk yang berasal dari kegiatan normal perusahaan dalam penciptaan barang dan jasa yang mengakibatkan kenaikan aktiva dan penurunan kewajiban.

Adanya perbedaan terhadap definisi pendapatan oleh para ahli diatas, karena latar belakang disiplin ilmu yang berbeda dengan penyusunan konsep pendapatan bagi pihak tertentu. 

Konsep pendapatan belum sepenuhnya dapat dijelaskan secara universal oleh pemakai akuntansi, karena pemakai informasi laporan keuangan khususnya laba rugi yang memuat tentang pendapatan berguna untuk masing masing pemakai laporan yang berbeda beda, bergantung dari sudut mana ia memandangnya.

Secara garis besar konsep pendapatan dibedakan menjadi dua sisi yaitu:

  • Konsep pendapatan dari sisi ilmu ekonomi dan
  • Konsep pendapatan dari sisi ilmu akuntansi
  1. Konsep pendapatan dari sisi ilmu ekonomi

Pendapatan adalah nilai maksimum yang dapat dikonsumsi oleh seorang dalam seminggu dengan mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan semula.

Dari definisi tersebut menjelaskan bahwa pola kuantitatif pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Secara garis besar, pendapatan adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi.

Menurut Wild (2003:311), konsep pendapatan menurut ilmu ekonomi adalah “economic income is typically measured as cash flow plus the change in the fair value of net assets.  Under tihs defenitions, incone includes both realized (cash flow) and unrealized (holding gain or loss) components”.

Menurut wild  secara khusus, pendapatan dapat diukur sebagai aliran kas ditambah perubahan dalam nilai bersih aktiva. Ia memasukkan pendapatan yang dapat direalisasi sebagai komponen pendapatan.

Dari penjelasan wild diatas menurut ilmu ekonomi mengindikasikan adanya suatu aliran dan (kas) yang terjadi dari satu pihak kepihak lainnya. Menurut Rosyidi (1999;100) “ pendapatan harus didapatkan dari aktiva produktif”.

  1. Konsep pendapatan dari sisi ilmu akutansi

Seperti dijelaskan diatas, pendapatan dari sisi ekonomi berbeda dengan akuntansi, demikian halnya para akuntan mendefinisikan berbeda-beda satu sama lainnya. Akan tetapi secara garis besar menitikberatkan pada masalah yang berkenaan dengan pendapatan yang dinyatakan dalam satuan uang.

Pada dasarnya ilmu akuntansi melihat pendapatan sebagai sesuatu yang lebih spesifik dalam pengertian yang lebih mendalam juga lebih terarah. Konsep demikian ini sebagian besar mengikuti prinsip-prinsip pendapatan, prinisp biaya, perbandingan dan pernyataan periode akuntansi.

Secara garis besar, ilmu akuntasi dapat dilihat dari sudut pandang.

    • Menekankan kepada pertumbuhan dan peningkatan jumlah aktiva yang timbul sebagai hasil dari kegiatan operasional perusahaan pendekatan yang memusatkan perhatian pada arus kas masuk atau inflow.
    • Menekankan kepada penciptaan barang dan jasa oleh perusahaan serta penyerahan barang dan jasa atau outflow.

      Menurut pandangan PSAK yang terdapat pada nomor 23 paragrap 06, Ikatan Akuntansi Indonesia (2004,23.1) menyebutkan, pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

 

Karakteristik Pendapatan

Meskipun jenis pendapatan yang diperoleh suatu perusahaan berbeda-beda, akan tetapi dari sudut akuntansi seluruh pendapatan tersebut (mulai dari kelompok pendapatan yang berasal dari penjualan barang jadi hingga penjualan jasa ) memiliki karakteristik yang sama dari sisi pencatatannya.

Karakteristik pendapatan dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Bila saldo bertambah, harus dicatat disisi kredit. Setiap pencatatan di sisi kredit, maka secara otomatis akan menambah saldo pendapatan tersebut.
  2. Bila saldo berkurang harus dicatat disisi debet. Setiap kali pencatatan disisi debet, maka secara otomatis akan mengurangi saldo pendapatan tersebut.

Karakteristik pendapatan adalah:

  • Pendapatan muncul akibat adanya kegiatan-kegiatan pokok dari perusahaan dalam mencari laba
  • Pendapatan sifatnya berulang-ulang atau berkesinambungan, kegiatan-kegiatan pokok tersebut pada dasarnya berada dibawah kendali manajemen.

Jenis jenis Pendapatan

Secara garis besar, komponen pendapatan yang dicatat dalam laporan keuangan laba rugi terdiri atas dua jenis, yaitu:

  1. Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan
  2. Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari luar usaha pokok perusahaan (usaha sampingan perusahaan)

Pada Laporan keuangan laba rugi terdapat dua kelompok pendapatan yakni:

  1. Pendaptan utama

Adalah pendapatan yang berasal dari keguatan utama perusahaan

  1. Pendapatan lain – lain

Merupakan pendapatan yang berasal bukan dari kegiatan utama perusahaan, misalnya pendapatan bunga bagi perusahaan perdagangan.

Sumber – sumber Pendapatan

Sumber dan jenis pendapatan adalah unsur terpenting dan mendapat perhatian khusus sebelum menentukan masalah pengakuan dan pengukuran pendapatan. Kesalahan dalam menentukan jenis dan sumber pendapatan dapat mempengaruhi posisi atau besaran pendapatan yang diperoleh, serta erat hubungannya dengan masalah pengukuran pendapatan tersebut.

Menurut Soemarsono (2003:130) pendapatan dalam perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni

  1. Pendapatan operasi, Adalah pendapatan yang diperoleh dari aktivitas utama perusahaan, dan
  2. Pendapatan nono operasi, adalah pendapatan yang diperoleh selain dari kegiatan utama perusahaan

Menurut PSAK (2004:23.1), sumber pendapatan dikelompokkan menjadi:

  1. Penjualan barang

Meliputi barang yang diperoduksi untuk dijual dan barang yang dibeli pengecer atau tanah & properti lain yang dibeli dengan tujuan untuk dijual kembali

  1. Penjualan jasa

Umumnya, menyangkut tentang pelaksanaan tugas secara kontraktual telah disepakati untuk dilaksanakan selama periode tertentu yang disepakati oleh perusahaan. Jasa dapat diserahkan selama satu periode atau lebih.

  1. Penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti & dividen.

Penggunaan aktiva-aktiva ini akan menimbulkan pendapatan dalam bentuk:

  • Royati, pembebanan untuk penggunaan aktiva jangka panjang perusahaan, seperti hak paten, merk dagang, hak cipta, perangkat lunak komputer, dll
  • Bunga, pembebanan untuk penggunaan kas atau setara kas atau jumlah terhutang kepada perusahaan
  • Dividen, distribusi laba kepada pemegang investasi ekuitas sesui dengan proporsi mereka dari jenis modal tertentu.

Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi volume pendapatan suatu perusahaan antara lain:

  • Kondisi & kemampuan penjualan
  • Kondisi pasar
  • Modal dan
  • Kondisi operasional perusahaan

Selain empat faktor diatas, terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi volume pendapatan suatu perusahaan:

  • Produk

Berupa saran perbaikan yang diperlukan, misalnya desain produk akibat dari keluahan dari para pelanggan. Tugas ini merupakan tanggung jawab manajemen penjualan.

  • Harga

Adalah jumlah uang yang harus dibayarkan untuk mendapatkan suatu produk akibat dari keluhan pelanggan

  • Distribusi

Merupakan perantara barang dari produsen ke konsumen, semakin luas jaringan pendistribusian maka akan mempengaruhi penjualan promosi.

  • Promosi

Merupakan kegiatan yang selalu dilakukan perusahaan guna menginformasikan, mempengaruhi, dan serta mengingatkan konsumen agar memilih program yang ditawarkan perusahaan.

Pengakuan Pendapatan

Menurut Kerangka Konseptual FASB, terdapat dua faktor penting harus dipertimbangkan dalam memutuskan kapan suatu pendapatan atau keuntungan harus diakui realisasi dan proses penghasilan.

  1. Telah direalisasi atau dapat direalisasi
  2. Telah dihasilkan atau telah terjadi

Pengakuan pendapatan diakui bilamana:

  1. Telah direalisasi atau dapat direalisasikan
  2. Sudah dihasilkan melalui penyelesaian yang substansial atas aktivitas yang terlibat dalam proses menghasilkan tersebut
  3. Pendapatan diakui bilamana perusahaan yang menghasilkan pendapatan telah menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan (penyelesaian secara substansial) kepada pelanggan dan saat pelanggan telah melakukan pembayaran atau setidaknya memberikan janji pembayaran yang pasti (dapat direalisasikan) kepada perusahaan.

Pengukuran Pendapatan

Menurut (IAI) PSAK No.23 terdapat empat pengukuran pendapatan, yaitu:

  1. Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima
  2. Jumlah pendapatan yang timbul akibat dari suatu transaksi umumnya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dan pembeli atau pemakai aktiva tersebut
  3. Imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas dan jumlah pendapatan adalah jumlah kas atau setara kas yang dapat diterima. Akan tetapi, bila arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan, nilai wajar dari imbalan tersebut kurang dari jumlah nominal dari kas yang diterima atau yang dapat diterima.
  4. Bilamana barang dan jasa yang dipertukarkan (barter) untuk barang atau jasa dengan sifat dan nilai yang sama, maka pertukaran tersebut tidak dianggap sebagai suatu transaksi yang mengakibatkan pendapatan.

Lihat Juga

Pengertian Prinsip EkonomiPengertian Retail
Strategi PemasaranPengertian Pemasaran

1, 2, 3, 4


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *