Deteksi Dini:: Penyakit Menular Seksual | Penyebab dan Pencegahan

Dipublikasikan oleh admin pada

Penyakit menular seksual /PMS adalah infeksi yang berpindah dari satu orang ke orang lain selama seks vaginal, anal, dan oral. Bagi mereka benar-benar umum, dan banyak orang yang memilikinya tidak memiliki gejala apapun. PMS bisa berbahaya, namun kabar baiknya adalah bahwa mendapatkan tes bukanlah masalah besar, dan kebanyakan PMS mudah diobati.

Penyakit menular seksual bisa saja tertularkan kepada orang tanpa harus adanya kontang langsung kepada penderita,  misalkan pemakaian benda secara bersamaan, seperti handuk, sarung bahkan kolam renang dimungkinkan dapat menjadi media penularan penyakit (PMS) ini.

Haruskah saya diuji untuk PMS?

Sebagian besar waktu, PMS tidak memiliki gejala. Pengujian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda memiliki PMS. Jadi jika Anda pernah melakukan hubungan seks dengan vagina, anal, atau oral, bicarakan dengan dokter atau perawat tentang mendapatkan tes.

Saya pikir memiliki gejala penyakit menular seksual. Haruskah saya diuji?

Jika Anda pernah melakukan kontak seksual dengan orang lain dan perhatikan tanda-tanda PMS, bicarakan dengan dokter atau perawat tentang pengujian. Gejala PMS bisa datang dan pergi dari waktu ke waktu, tapi bukan berarti penyakit menular seksual hilang. Sudah umum gejala STD menjadi sangat ringan sehingga tidak mengganggu Anda, namun Anda tetap harus menemui dokter atau perawat jika Anda melihat sesuatu yang terasa tidak enak.

Penyakit menular seksual  memilik gejala yang berbeda-beda namun secara umum berikut gejala yang ditimbulkan

  • Luka atau benjolan di dan sekitar alat kelamin, paha, atau pipi Anda
  • Ada sesuatu aneh saat buang air kecil dari vagina atau penis Anda
  • Terasa nyeri dan sakit saat Anda buang air kecil dan / atau harus buang air kecil
  • Gatal, nyeri, iritasi dan / atau pembengkakan di penis, vagina, vulva, atau anus
  • Gejala seperti flu seperti demam, nyeri tubuh, kelenjar bengkak, dan merasa lelah.

Semua gejala ini bisa disebabkan oleh hal-hal yang bukan PMS (seperti jerawat, infeksi saluran kemih, atau ragi). Jadi diuji adalah satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apa yang sedang terjadi. Bicarakan dengan perawat atau dokter Anda tentang gejala Anda, jenis kelamin apa yang Anda miliki (vagina, anal, atau oral), dan apakah Anda menggunakan kondom dan / atau bendungan gigi. Mereka akan membantu Anda mengetahui jenis pengujian atau perawatan apa yang mungkin Anda butuhkan.

Ini sangat penting untuk diuji jika Anda berpikir Anda menderita PMS, karena beberapa PMS dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika Anda tidak merawatnya. Selain itu, memiliki PMS membuat Anda lebih mungkin terkena PMS lain, seperti HIV. Dan yang terbaik adalah segera mencari tahu apakah Anda menderita PMS, jadi Anda bisa menghindari pemberian itu kepada orang lain.

Saya tidak memiliki gejala – apakah saya masih perlu diuji?

Anda tidak tahu apakah Anda memiliki PMS hanya dengan cara Anda melihat atau merasakan – sebagian besar waktu, orang dengan PMS tidak memiliki gejala apapun. Jadi satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda (atau pasangan Anda) memiliki pennyakit menular seksual adalah untuk mendapatkan tes.

Ini sangat penting untuk diuji jika Anda melakukan hubungan seks tanpa kondom, atau jika mengetahui pasangan Anda mengalami PMS. Seorang dokter atau perawat dapat memberi tahu Anda apakah Anda harus diuji penyakit menular seksual atau tidak.

Jika Anda memiliki PMS, yang terbaik adalah mencari tahu sesegera mungkin. Beberapa PMS dapat menyebabkan kerusakan serius dari waktu ke waktu, bahkan jika Anda merasa benar-benar baik sekarang juga. PMS juga dapat menyebar ke orang lain yang berhubungan seks dengan Anda, apakah Anda memiliki gejala atau tidak.

Siapa yang paling beresiko terkena penyakit PMS

Sebenarnya siapa saja beresiko terjangkit penyakit ini, namun ada yang paling rentan terhadap PMS yakni mereka yang sering melakukan seks bebas dan secara bergantian. Meski didepan pasangan kamu merupakan orang setia pada satu pasangan namun, tidak menutup kemungkinan telah berkali-kali gonta-ganti pasanngan hingga tertular penhyakit penyakit menular seksual.

Secara umum orang yang menderita penyakit kelamin paling banyak pada usia 15 sampai 29 tahun, akan tetapi ada sebagian kecil terdapat pada bayi yang tertular dari ibunya.

penyakit menular seksual

Jenis Penyakit Menular Seksual, Penyebab dan cara Mencegahnya

  • HIV

Penyakit menular jenis HIV (immunodeficiency) sangat sering kita dengar bahkan tidak jarang disebuah station televisi menayangkan tentang bahaya terhadap penyakit HIV. Secara ilmu medis penyakit HIV muncul karena adan virus yg menyebabkan AIDS.

Deteksi/penyebab:

Deteksi dapat dilakukan melalui tes darah meskipun anda tidak menemukan tanda-tanda terjangkit penyakit kelamin ini. Tahap berikutnya sipenderita HIV akan merasa seperti filek, batuk, flu, demam yg sprt biasa namun namun lama-lamaan si penderita HIV akan mengalami penurunan berat badan secara derastis.

Bila bagian tubuh yang terserang maka akan terasa lemas dan rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan yang terdapat pada tubuh tidak berfungsi secara normal. Bila tidak ditangani secara tepat, Penyakit HIV ini bisa saja bertahan selama 11 tahun terhadap sipenderita, hal ini tergantung pada jenis HIV yang di idap sipenderita.

Pencegahan:

Penyakit HIV bisa saja tertular lewat kontak badan  (hubungan seksual maupun dari yang terjangkit HIV sangat memungkin penyakit HIV). Aka tetapi bisa saja tertular lewat media seperti cairan kemaluan, semen dan asi. Sebaiknya hindari seks bebas dan gonta – ganti pasangan, bilamana orang tersebut sudah terinfeksi usahakan jangan melakukan kontak seperti yang dijelaskan diatas. Selain itu upaya dapat dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan pengobatan secara cepat dan tepat.

Penyakit HIV pertamakali ditemukan seorang ilmuan dari francis (1983) . yang bernama  Jean Clode  dan Franscoise Barre sinoussi.

  • AIDS

Merupakan singikatan dr Acquired Immune Deficiency Syndrom, penyakit yang ditandai dengan melemahnya sisitem kekebalan tubuh akibat virus HIV, maupun jenis virus lainnya

Deteksi/gejala:

  • Penyakit paru-paru. Umumnya penderita AIDS akan mengalami pneumonia pneumocystis (PCP). Penyakit ini termasuk penyakit yang langkah kecuali terdapat pada pengindap AIDS. Penyebab terjadinya paru-paru PCP ini adalah pneumocystis jirovecii. Biasanya penyakit ini dijadikan sebagai sebagai indikasi bila seseorang terinfeksi AIDS awal, selanjutnya dokter akan melakukan tes dan pengobatan. Penyakit lain yang ditimbulkan yakni  Biasanya penyakit ini bisa teratasi bilamana sudah terdeteksi penyakitnya.
  • Penyakit saluran pencernaan. Dikarenakan sipenderita mengidap AIDS didalam tubuh-nya terdapat virus HIV yang memungkinkan menyerang saluran pencernaan. Hal ini dikarenakan di dalam usus terdapat bakteri dan virus yang menyerang sistem pencernaan lainnya sehingga membuat tubuh terserang diare dalam waktu cukup lama.
  • Penyakit Syaraf. Pengidap penyakit HIV maupun AIDS sangat sering melakukan prilaku yang tidak wajar, hal ini disebabkan adanya gangguan pada saraf otak yang memicu gangguan jiwa.
  • Penyakit kanker atau tumor ganas. Selain si penderita AIDS akan terserang penyakit seperti dijelaskan diatas juga sangat rentan terhadap kanker atau tumor ganas. Hal ini disebabkan karena tubuh sudah tidak memiliki sistem Imun, yg menyebabkan sel sel tubuh tidak memiliki imun lalu memicu tumor ganas

Pencegahan: Tidak berbeda jauh dengan penyakit menular seksual HIV seperti dijelaskan diatas, mengkonsumsi obat Truvada, pemakaian kondom, pemakaian pelumas, ,melakukan sunat bagi laki-laki.

  • Gonorhea

Dalam bahasa awam lebih dikenal dengan penyakit kencing nanah. Merupakan salah satu satu penyakit menular seksual yang disebabkan adanya virus & bakteri yg menyerang pada bagian uretra, tenggorokan serviks, ractum serta pada bagian mata terdapat keputih-putihan.

Deteksi/gejala:

Gejala awal bagi penderita kencing nanah seringkali atau diketahui atau dirasakan si penderita, bagi penderita laki-laki akan merasakan setelah 21hari setelah terinfeksi gonorhea.

Pencegahan: Bila sudah terinfeksi bisa dilakukan dengan pengobatan alami yakni obat gonore yang dapat menghilangkan bakteri pada bagian yang terifeksi. Tahap selanjutnya lakukan pola hidup sehat dengan memakan makanan sehat, olahraga, minum air putih,

Sering juga disebut dengan penyakit raja singa, yang terjangkit akbit hubungan seksual, seperti dijelaskan diatas tidak hanya melalui kontak secara langsung penyakit sifilis juda menularkan lewat seperti handuk dll.

Detek/gejala

Gejala umum yang dirasakan sipenderita timbulnya penyakit koreng atau luka yang barada pada bagian tubuh. Luka tersebut akan menggelembung namun tidak terasa sakit. Pada yang lebih serius gelembung tersebut akan terjadi nanah biasanya pada lipatan karena getah bening telah terserang virus. Penularan ini juga bisa dilakukan seorang ibu kepada bayi yang ada pada kandungannya.

untuk lebih lanjut tentang sifilis klik disini

  • Herpes

Penyakit menular seksual herpes Umumnya  ebih sering ditularkan virus  simpleks baik itu tipe 1 (HSV)maupun tipe (HSV-). Namun dalam prakteknya kebanyakan ditularkan virus tipa (HSV-2)

Gejala

Penyakit ini biasanya menunjukkan gejala yang sulit di deteksi bahkan sebelum terinfeksi, tanpa disadari penyakit ini dapat menularkan terhadap orang lain. Perlu diketahui sampai sekarang belum ditemukan obat/penawar jenis panyakit menular seksual ini, akan tetapi ada obat yang bisa mengurangi rasa sakit maupun nyeri.

Pencegahan: menggunakan kondom baik laki-laki maupun wanita, jujur pada pasangan bila salah satu mengidap penyakit herves, setia pada satu pasangan,tidak melakukan seks oral, mencuci tangan setalah mennyentuh luka pada bagian tubuh lain untuk menghindari penyebaran virus.

Untuk lebih jelasnya penjelasan tentang virus herpes klik disni

  • Vaginitis

Merupakan istilah untuk mengunggkan terjadi masalah pada bagian vagina.

Deteksi

Gejala awal yang ditimbulkan terasa gatal-gatal serta keluarnya cairan dari daerah vagina, serta terasa nyeri dan sakit ketika buang air seni. Penyebab terjadinya vaginitis yaitu kuman tersebut sudah berada dalam vagina

Pencegahan: Menjaga kebersihan daerah kewanitaan.

Merupakan jenis penyakit menular seksual nomor satu yang paling banyak diderita warga amerika.

Deteksi

Penderita penyakit menular seksual untuk laki-laki, biasanya terasa nyeri saat buang air kecil dan terdapat cairan lain akan tetapi bukan air seni.

Sedangkan bagi penderita wanita, ditandai dengan terasa sakit saat melakukan hubungan seksual dan pendarahan, juga mengalami permasalahan saat tiba mansturbasi yang tidak teratur.

Pencegahan:

  • Tidak melakukan seks bebas
  • Setia pada satu pasangan
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan alat kelamin
  • Menjaga kebersihan pakaian

Untuk lebih lanjut tentang Klamidia klik disini


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *