perubahan sosial

Pengertian, faktor dan bentuk bentuk perubahan sosial dan contohnya

Berbicara mengenai masyarakat kita tidak akan terlepas dari membicarakan perubahan perubahan yang terjadi di dalam masyarkat itu sendiri. Perubahan perubahan tersebut mungkin tidak begitu berarti, tetapi dapat juga besar pengaruhnya bagi masyarakat yang bersangkutan, bahkan kadang kadang menggoncangkan masyarakat. Terlepas dari sosial berarti atau tidak, pokoknya dalam suatu masyarakat tentu terdapat perubahan. Jadi perubahan perubahan adalah merupakan hal yang wajar, merupakan gejala sosial, maka dari itu perubahan peruabahan yang terjadi dalam masyarakat disebut perubahan sosial.

Pengertian Perubahan Sosial

Yang dimaksud dengan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai nilai, sikap sikap dan pola pola perilakuan  diantara kelompok kelompok  dalam masyarakat.

Perubahan perubahan sosial dalam suatu masyarakat dapat terjadi oleh karena bermacam macam sebab. Sebab sebab tersebut dapat berasal dari dalam dan luar masyarakat itu sendiri.

Sebab sebab dari dalam antara lain:

  • Bertambah atau berkurangnya penduduk

Perubahan penduduk yang sangat cepat mengakibatkan terjadinya perubahan mengenai lembaga lembaga kemasyarakatan, misalnya mengenai sistem hak milik atas tanah, bagi hasil dan lain sebagainya. Berkurangnya penduduk misalnya kerena perpindahan akan mengakibatkan kekosongan, misalnya pembagian kerja dan sebagainya.

  • Penemuan penemuan baru

Penemuan penemuan baru mempunyai pengaruh yang bermacam macam dalam masyarakat. Pada umumnya suatu penemuan baru yang menyebabkan perubahan perubahan dalam bidang tertentu akan mengakibatkan pula perubahan perubahan pada bidang bidang kemasyarakatan yang lainnya. Misalnya penemuan pemancar radio ditengah tengah masyarakat mempunyai pengaruh  pada pendidikan, idustri, kehidupa rumah tangga, permainan permainan dan sebagainya.

  • Pertentangan masyarakat juga dapat mengakibatkan terhadap terjadinya perubahan sosial

Pertentangan tersebut mungkin terjadi antara orang perorangan atau kelompok dengan kelompok.

Contoh:

Orang minangkabau mempunyai sistem kekeluargaan matrilineal yang antara lain memiliki adat istiadat, yaitu bila istri meninggal dunia, maka anak anaknya tinggal pada keluarga pihak istri karena si suami akan menikah lagi. Akan tetapi adakalainya terjadi suatu penyimpangan, misalnya bagi mereka yang hidup dirantau, anak anak tetap tinggal pada bapaknya walaupun bapaknya telah menikah lagi. Hal tersebut membawa perubahan pada peranan keluarga pihak istri.

Pertentang antar kelompok dapat terjadi antara generasi muda dengan generasi tua. Pada umumnya generasi muda mudah terpengaruh oleh hal hal yang baru sedangkan generasi tua tetap mempertahankan pendiriannya yang sulit untuk diubah.

  • Terjadinya pemberontakan dalam masyarakat menyebabkan perubahan yang besar pada lembaga lembaga kemasyarakatan.

Sebab sebab perubahan dari luar antara lain

  • Sebab sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik, misalnya datangnya banjir, gempa dan sebagainya sehingga penduduk harus pindah ketempat lain yang mau tidak mau mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru itu.

Hal tersebut akan menimbulkan perubahan pada lembaga lembaga kemasyaratan.

  • Pengaruh kebudaan masyarakat lain akan membawa perubahan sosial pada lembaga lembaga kemasyarakatan.
  • Terjadinya peperangan akan membawa perubahan pula, karena negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya terhadap negara yang dikalahkannya.

Proses perubahan sosial akan lebih mudah terjadi bila:

  1. Apabila suatu masyarakat sering mengadakan hubungan dengan masyarakat masyarakat lain.
  2. Masyarakat mempunyai sistem pendidikan yang maju
  3. Penduduk yang heterogen
  4. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang kehidupan yang tertentu dapat juga memperlancar proses perkembangan sosial

Faktor penghambat terjadinya perubahan sosial

  1. Sikap masyarakat yang mengagung-agungkan masa lampau
  2. Adanya kepentingan-kepentingan yang tertanam kuat dan
  3. Prasangka terhadap hal hal yang baru atau asing dan sebagainya.

Proses Perubahan sosial

  1. Penyesuaian masyarakat terhadap perubahan

Setiap anggaota masyarakat selalu merindukan ketenangan dan ketentraman. Ketenagan dan ketentaraman dalam masyarakat akan dapat dirasakan apabila tidak terdapat pertentangan dalam norma norma dan nilai nilai. Dengan demikian akan terdapat keseimbangan dalam masyarakat.

Jika keseimbangan dalam masyarakat terganggu, masyarakat dapat menolaknya atau mengubah susuanan lembaga lembaga kemasyarakatan dengan tujuan untuk menerima unsur baru. Apabila pengaruh dari unsur yang baru itu sifatnya dangkal maka norma norma dan nilai nilai sosial tidak akan terpengaruh olehnya. Akan tetapi bila unsur unsur baru dan unsru lama bertentangan sehingga mempengaruhi norma norma dan nilai nilai akan dengan sendirinya akan berpengaruh pula pada anggota anggota masyarakat. Hal tersebut mengganggu keseimbangan dalam masyarakat, sehingga diantara anggota masyarakat timbul ketegangan ketegangan dan kekecewaan-kekecewaan. Apabila ketidakseimbangan ini dipulihkan kembali, setelah terjadi suatu perubahan, maka keadaan tersebut dinamakan  suatu penyesuaian. Jika tidak mungkin dipulihkan lagi, maka keadaant tersebut dinamakan ketidaksesuaian sosial.

Selanjutnya perlu diketahui bahwa dalam masyarakat ada unsur-unsur yang cepat berubah dan ada pula unsur unsur yang mengalami perubahan yang lambat, dengan kata lain proses perkembangannya tidak berlangsung bersama sama.

  1. Saluran saluran perubahan sosial

Saluran saluran yang dilalui oleh suatu proses perkembangan sosial pada umumnya adalah lembaga lembaga kemasyarakatan misalnya dalam bidang pendidikan, pemerintahan, ekonomi dll. Apabila perubahan pada suatu lembaga kemsayarakatan mendapat penilaian yang tertinggi dari masyarakat, maka lembaga itu menjadi saluran utama dari perubahan perubahan sosial. Perubahan pada lembaga kemasyarakatan tersebut akan mempengaruhi lembaga lembaga lain. Dengan demikian perubahan tersebut saling kait berkait menyangkut interaksi pelbagi segi kehidupan.

perubahan sosial

Faktor faktor yang mempengaruhi perubahan sosial

  1. Keluarga

Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama. Dasar dasar kelakuan anak tertanam sejak di dailam keluarga, juga sikap hidup serta kebiasaan-kebiasaannya. Jadi keluarga mempunyai peranan yang menentukan dalam mempengaruhi perkembangan manusia sebagai makluk sosial. Oleh sebab itu sebagai lembaga pendidikan keluarga berkewajiban mendidik anak anaknya untuk mencapai kedewasaannya sehingga ia siap menghadapi persoalan persoalanyang timbul dalam masyarakat yang penuh dengan perubahan yang kompleks ini.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan, bahwa keluarga adalah merupakan kekuatan yang besar dalam perkembangan dan kemajuan masyarakat. Kokohnya suatu masyarakat tergantung kokohnya kesatuan keluarga, karena itu keluargalah keluar warga warga masyarakat yang akan mempengaruhi dan menentukan corak masyarakatnya pada masa yang akan datang.

Dengan demikian dapat dipahami, bahwa keluarga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan sosial

  • Sekolah

Sekolah adalah suatu lembaga untuk menyebarkan pengetahuan dan kecakapan pada lapisan lapisan masyarakat. Akan tetapi apabila diteliti lebih mendalam , fungsi sekolah itu lebih luas, bukan hanya sekedar tempat mempertajam otak saja, akan tetapi ia juga membantu keluarga dalam membentuk keperibadian dan sikap anak.

  • Kelompok

Sebagaimana hal-nya dengan keluarga dan sekolah, maka suatu kelompok dapat pula mempengaruhi perkembangan sosial.

Kejujuran, kecermatan dan keteraturan yang diajarkan dan dibiasakan dalam kelompok pramuka mempunyai pengaruh mendisiplinkan anak dan membentuk manusia yang cakap dan berkeperibadian yang kuat.

  • Individu

Individu tertentu dapat juga mempengaruhi perkembangan sosial. Seorang yang terkemuka mempunyai tempat tertentu dalam suatu masyarakat, karena pengaruhnya yang langsung dapat dipergunakan dalam perubahan keadaan lingkungannya.

Genius-genius yang kreatif, para ilmu pengetahuan dan pemimpin – pemimpin  dalam bidang keagamaan dapat pula mempengaruhi dan memperluas perkembangan sosial. Akan tetapi dalam hal ini perlu dipahami, bahwa individu tersebut tidak bekerja terpisah dari masyarakatnya karena dengan melalui kelompoknya pendapat pendapatnya itu diterima oleh masyarakat.

Bentuk bentuk perubahan sosial dalam masyarakat

Bentuk bentuk perubahan sosial adalah sangat luas yaitu mengenai nilai nilai sosial, kaedah kaedah sosial, pola pola tingkah laku, organisasi, susunan lembaga lembaga kemasyarakatan, lapisan lapisan dalam masyarakat, kekuasaan, wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya.

Bentuk bentuk perubahan sosial tersebut dapat tercermin antara lain pada bentuk perubahan dalam kebiasaan dan perubahan dalam tingkah laku.

  • Bentuk perubahan dalam kebiasaan

Mengenai bentuk perubahan dalam kebiasaan ini disebabkan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan tekonologi dan kemajuan pendidikan yang sedang kita alami dewasa ini.

  • Perubahan dalam tingkah laku

Sebagaimana halnya mengenai bentuk perubahan dalam kebiasaan begitu pula dalam tingkah laku juga disebabkan adanya perkembangan ilmu dan teknologi kemajuan pendidikan

  • Mode

Mode adalh cara dan gaya melakukan, membuat sesuatu yang sering berubah-ubah serti diikuti oleh orang banyak. Mode dapat kita lihat pada orang memotong dan menggunakan pakaian, baik wanita maupun pria.

Disamping itu mode itu tidak hanya tampak dalam bidang pakaian, mengatur rambut dan sebagainya, akan tetapi dapat pula diartikan cara seseorang mencapai hal hal yang baru dipangan-lapangan lain misalnya jenis jenis tarian, nyanyian, istilah istilah baru, penemuan dalam bidang teknik dan sebagainya. Dengan demikian dalam mode kita melihat hasrat akan pembaharuan, sebagai tantangan terhadap hal hal yang sudah lama (konservatif).

Tidak semua orang dapat mengikuti mode karena mode sering berubah-ubah itu membutuhkan uang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mode merupakan suatu tanda kemakmuran dan menentukan kedudukan sosial seseorang. Selanjutnya cara berpakaian dan berhias seseorang menentukan pula tingkah lakunya.’contoh

Seorang ibu yang mamakai bajua gaun, dan berambut pendek, maka cara ia duduk, berjalan dan sebagainya akan berbeda dengan seorang ibu yang memakain kain dengan kebaya dan rambut yang disanggul.

Demikian tentang materi perubahan perkembangan sosial budaya, silahkan lihat artikel menarik lainnya dibawah ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *