Pajak Pertambahan Nilai

Dipublikasikan oleh admin pada

Barang Kena Pajak

  1. Pengertian

Barang adalah barang berwujud, yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, dan barang tidak berwujud.

Barang Kena Paja adalah barang yang dikenai pajak berdasarkan undang-undang PP1984:

Yang dimaksud dengan “Barang Kena pajak tidak berwujud” adalah:

  1. Penggunaan atau hak menggunakan hak cipta dibidang kesusastraan, kesenian, atau karya ilmiah, paten, desain atau model, rencana, formula, atau proses rahasia, merek dagang, atau bentuk kekayaan intlektual/industrial atau hak serupa lainnya.
  2. Penggunaan atau hak menggunakan peralatan/perlengkapan industrial, komersial, atau ilmiah
  3. Pemberian pengetahuan atau informasi dibidang ilmiah, teknikal, industrial atau komersial
  4. Pemberian bantuan tambahan atau pelengkap sehubungan dengan penggunaan hak atau hak menggunakan hak-hak tersebut pada huruf a, penggunaan atau hak menggunakan peralatan/perlengkapan tersebut, pada huruf b, atau pemberian pengetahuan atau informasi tersebut pada huruf c, berupa
    • Penerimaan atau hak menerima rekaman gambar atau remakan suara atau keudanya, yang disalurkan kepada masyarakat melalui satelit, kabel, serat optik, atau teknologi yang serupa
    • Penggunaan atau hak menggunakan rekaman gambar atau rekaman suara atau keudanya, untuk siaran televisi atau radio yang disiarkan/dipancarkan melalui satelit, kabel, serat optik atau teknologi yang serupa, dan
    • Penggunaan atau hak menggunakan sebagian aatau seluruh spektrum radio komunikasi.
    • Penggunaan atau hak menggunakan film gambar hidup (motion picture film), film atau pita video untuk siaran televisi, atau piita suara untuk siaran radio dan
    • Pelepasan seluruhnya atau sebagian hak yang berkenaan dengan penggunaan atau pemberian hak kekayaan intelektual/industrial atau hak hak lainnya sebagaimana tersebut diatas.

 

  1. Pengecualian BKP

Pada dasarnya semua barang adalah BKP, kecuali undang-undang menetapkan sebaliknya, jenis barang yang tidak dikanekan pajak pertambahan nilai (PPN) ditetapkan dengan peraturan pemerintah didasarkan atas kelompo-kelopmpok  barang sebagai berikut:

  1. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, seperti:
    • Minyak mentah (crude Oil)
    • Gas bumi tidak termasuk gas bumi seperti elpiji yang siap dikonsumsi langsung oleh masyarakat
    • Panas bumi
    • Asbes, batu tulis, batu setengah permata, batu kapur, batu apung, batu permata, bentonit, dolomit, felspar (feldspar), garam, batu (halite), grafit, granit/amdesit, gips, kalsit, kaolin, leusit, magnesit, mika, marmer, nitra, opsidien, oker, pasir dan krikil, pasir kuarsa, perlit, fosfat, (phospat), talk, tanah serap, (fullers earth), tanah diatome, tanah liat, tawas (alum), tras, yarosif, zeolit, basal, dan trakkit.
    • Batu bara sebelum diproses menjadi brikket batu bara dan
    • Biji besi, biji timah, biji emas, biji tembaga, biji nikel, biji perak, serta biji baksuit.
  1. Barang – barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak seperti:
    • Beras
    • Gabah
    • Jagung
    • Sagu
    • Kedelai
    • Garam baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium
    • Daging, yaitu daging yang tanpa diolah, tetapi telah melalui proses disembelih, dipotong, didinginkan, dibekukan, dikemas, atau tidak dikemas, digarami, dikapuri, diasamkan, diawetkan, dengan cara lain, dan/atau direbus
    • Telur, yaitu telur yang tidak diolah, termasuk telur yang dibersihkan , diasinkan atau dikemas
    • Susu, yaitu susu perah bauk yang telah melalui proeses dididnginkan maupun dipanaskan, tidak mengandung tambahan gula atau bahan lainnya, dan/atau dikemas atau tidak dikemas
    • Buah-buahan, yaitu buah-buahan yang segar yang dipetik, baik yang telah melalui proses dicuci, disortasi, dipotong, di iris, di grading, dan / atau dkemas atau tida dikemas
    • Sayur-sayuran, yaitu sayuran segar yang dipetik, di cuci, di tiriskan, dan/atau disimpan pada suhu rendah, termasuk sayuran segar yang dicacah
    • Makanan dan minuman yang disajikan dihotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi ditempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering dan
    • Uang, emas batangan dan surat-surat berharga (saham, obligasi, dan lainnya)

Kategori: pendidikan

1 Komentar

Pengertian surat ketetapan pajak, fungsi dan macama macam SKP · pada

[…] Pengertian Pajak Pertambahan Nilai […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *