Reksadana

Dipublikasikan oleh admin pada

Pengertian Reksadana

Menurut undang-undang no. 8 tahun 1995  pasal 1, ayat (27) tentang Pasar Modal , reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana masyakarat, pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi yang telah mendapat izin dari Bapepam.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan tahun 2002 yang terdapat dalam PSAK no 49, reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya di investasikan dalam bentuk portofolio efek oleh manajer investasi. Efek yang dimaksud dapat berupa surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, sahamobligasi, tanda bukti hutang, dan unit penyertaan kontrak investasi kolektif.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan reksadana adalah kumpulan dana yang di peroleh dari masyarakat, pihak pemodal atau investor selanjutnya dikelola Manajer Investasi & di investasikan pada berbagai  jenis portofolio investasi efek atau produk #keuangan lainnya.

Jenis Reksadana

Sebelum melakukan investasi alangkah baiknya mengenali jenis dan karakteristik reksadana tentang potensi keuntungan serta resiko kemungkinan terjadi dikemudian hari. Reksadana dapat dibedaka berdasarkan bentuk badan hukum dan portofolionya.

 Reksadana Berdasakan Bentuk Hukumnya 

Sesuai dengan UU No 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal,  jenis reksadana berdasarkan bentuk dibedakan menjadi  reksadana berbentuk perseroan dan reksadana berbentuk investasi kolektif.

  1. Reksadana Berbentuk Perseroan

Merupakan perusahaan berbentuk perseroan, dimana sisi bentuk #hukumnya tidak berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaannya terletak pada jenis usaha yang dijalankan, yakni pengolahan portofilio investasi.  Lebih lengkapnya dapat dilihat pada undang-undang Pasar Modal, pasal (1), huruf a:

Reksadana berbentuk perseroan adalah emiten yang kegiatan usahanya menghimpun dana dengan cara menjual saham, dan selanjutnya dana yang diperoleh dari penjualan saham tersebut di investasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan di pasar modal atau & pasar uang.

Berdasarkan sifatnya, reksadana berbentuk perseroan dibedakan menjadi perseroan tertutup & reksadana perseroan terbuka, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Badan hukumnya adalah perseroan terbatas
  • Pengelolaannya didasarkan pada kontrak antara direksi perusahaan dengan manajer investasi yang telah di unjuk
  • Penyimpanan reksa dana didasarkan pada kontrak antara manajer investasi dengan kustodian

Perlu untuk diketahui reksadana berbentuk perseroan saat ini sudah tidak ada yang aktif.

  1. Reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif

Merupakan reksadana yang paling lazim, dimana terdapat kontrak antara manajer investasi & bank kostodian yang mengikat pemegang unit penyertaan. Manajer investasi diberikan kewenangan untuk mengelola investasi kolektif sementara bank kustodion memiliki wewenang untuk melaksanakan penitipan & administrasi investasi kolektif.

Dana yang terkumpul dalam bentuk rekadana ini tidak menerbitkan saham, melainkan dengan unit penyertaan sampai sebesar jumlah yang ditetapkan dalam kontrak investasi kolektif itu sendiri. Investor yang berpartisipasi akan mendapat bukti penyertaan berupa surat konfirmasi dari bank kustodion.

Pengertian reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif menurut undang-undang pasar modal yang terdapat pada pasal 18 ayat (1), hurub b adalah:

Kontrak investasi kolektif adalah kontrak antara manajer investasi dan bank kustodion yang mengikat pemegang unit dimana manajer investasi diberikan kewenangan untuk mengelola portofolio investasi kolektif & bank kustodion diberikan kewenangan untuk  melaksanakan penitipan kolektif.

Seperti dijelaskan diatas investasi reksadana ini tidak menerbitkan saham untuk mengumpulkan dana, akan tetapi menerbitkan unit penyertaan kepada masyarakat pemodal & selanjutnya dana yang terkumpul tersebut akan di investasikan pada berbagai jenis efek yang diperdagangkan dipasar modal & pasar uang.

 Reksadana Menurut Sifatnya 

  1. Reksadana Tertutup

Merupakan reksadana yang memiliki jumlah saham tetap & tidak menentukan secara teratur penerbitan saham baru. Jenis reksadana ini hanya dapat menjual unit penyertaan kepada investor/pemodal sebanyak unit penyertaan yang sudah ditetapkan pada anggarand asar perusahaan. Bila sewaktu – waktu perusahaan ingin menerbitkan unit penyertaan melebihi yang telah ditetapkan, maka perusahaan tersebut harus mengubah anggaran dasar-nya terlebih dahulu.

Disebut sebagai reksadana tertutup karena setelah menawarkan unit penyertaan dalam bentuk saham, yang jumlahnya tetap, reksadana dana ini tidak lagi mengeluarkan saham baru, pemodal yang berniat mendapatkan saham reksadana ini dapat membelinya melalui pasar skunder berusa efek. Oleh sebab itu, reksadana tertutup pada umumnya dicatatkan di bursa efek dengan tujuan agar pihak pemodal dapat memperjualbelikan unit penyertaan mereka miliki tersebut di bursa.

Ciri-ciri reksadana tertutup

  • Hanya dapat mengeluarkan atau menjual sahamnya sebatas modal dasar
  • Saham yang telah dijual kepada investor tidak dibeli kembali atau
  • Investor dapat menjual kembali saham yang dibeli kepada reksadana
  • Saham reksadana tercatat di bursa efek

 

  1. Reksadana Terbuka

Investor yang membeli saham pada reksadana tertutup tidak dapat menjual kembali saham kepada perusahaan reksadana tersebut, sebaliknya pada reksadana terbuka pemilik modal yang membeli saham dapat menjual kembali sahamnya ke reksadana tersebut, tanpa mengenal batas jumlah saham yang diterbitkan.

Reksadana yang berbentuk perseroan disebut sebagai perusahaan investasi yang menawarkan dan membeli saham-sahamnya dari pihak investor sampai sejumlah unit penyertaan telah dikeluarkan.

Ciri-ciri reksana terbuka:

  • Dapat mengeluarkan atau menjual saham atau unit penyertaan baru secara terus menerus sepanjang investor bersedia membelinya
  • Saham atau unit penyertaan tidak perlu dicatatkan di bursa efek, dan dapat diperjualbelikan diluar bursa efek
  • Pemodal atau investor dapat menjual kembali unit penyertaan/saham kepada reksadana
  • Harga jual atau beli unit penyertaan saham didasarkan pada Nila Aktiva Bersih yang setiap harinya harus dihitung oleh bank kustodian.

 Reksadana Berdasarkan Portofolionya 

Sesuai dengan peraturan Bapepam-LK No. IV.C.3  tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih Reksadana terbuka.

  1. Reksadana Pasar Uang

Merupakan reksadana yang dana yang terkumpul dialokasikan pada efek pasar uang, yaitu efek bersifat utang berjangka kurang dari satu tahun seperti SBI, deposito, & sebagainya. Sesuai dengan prinsip investasi, tingkat resiko yang pada investasi ini tergolong rendan, sebaliknya tingkat keuntungan yang didapatkan cukup terbatas, keuntungan dari hasil investasi ini sangat mirip dengan suku bunga deposito, karena hampir sebagian besar portofolio investasi reksadana pasar uang terdiri dari deposito.

Sesuai dengan penjelasan diatas, reksadana ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai investasi jangka pendek sebagai pelengkap tabungan atau deposito.

  1. Reksadana pendapatan tetap

Adalah reksadana yang minimal 80% alokasi investasinya pada efek bersifat utang jangka panjang (jangka waktunya lebih dari satu tahun). Reksadana dana ini cocok dijadikan sebagai investasi jangka menengah (kurang dari 5 tahun)

Potensi resiko kerugian yang terdapat pada jenis reksadana ini lebih tinggi dibandingkan dengan reksana pasar uang, akan tetapi hasil yang didapatkan juga lebih tinggi daripada deposito, dengan kata lain resiko berfluktuatif dengan harga obligasi.

  1. Reksadana saham

Merupakan reksana dana yang melakukan investasi setidaknya 80% dari nilai portofolio ke efek bersifat ekuitas (saham). dibandingkan dengan jenis reksadana kedua diatas, potensi resiko dan keuntungan relatif lebih tinggi. Jenis investasi ini cocok dijadikan sebagai investasi jangka waktu panjang (3 thn atau lebih).

Umumnya, peminat jenis reksadana ini adalah orang yang mengerti tentang potensi investasi pada saham untuk jangka waktu panjang, dengan demikian dana yang digunakan untuk investasi merupakan dana jangka panjang. Disisi lain, investasi reksadana saham merupakan alternatif yang paling tepat untuk investor yang tidak berani melakukan investasi saham secara langsung.  Alasannya karana keterbatasan kemampuan untuk menganalisa & memilih jenis saham, terbatasnya dana untuk melakukan diversifikasi, dan terbatasnya waktu untuk memonitor kondisi pasar.

  1. Reksadana campuran

Merupakan kombinasi antara efek ekuitas dan efek bersifat uang yang tidak termasuk pada kategori diatas. Sementara untuk potensi kerugian dan return berada diantara reksadana tetap dan reksadana saham.

Jenis reksadana ini dapat berorientasi pada saham, obligasi atau pasar uang. Sementara dari segi pengelolaan investasi, fleksibilitas ini dapat dimanfaatkan untuk berpindah-pindah dari saham ke obligasi atau deposito maupun sebaliknya, bergantung pada kondisi pasar dengan aktivitas trading, atau biasa disebut sebagai usaha melakukan market timing. Market timing merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan guna meningkatkan hasil dari investasi dan menurunkan resiko

  1. Reksadana lainnya diatur oleh Bapepam-LK

Merupakan jenis reksadana yang diatur melalui peraturan Bapepam-LK No.IV.C.4 tentang pedoman pengelolaan reksadana terproteksi, reksadana penjaminan, & reksadana indeks. Jenis reksadana ini biasa disebut sebagai reksadana terstuktur.

Kategori: Investasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *