Resiko

Dipublikasikan oleh admin pada

Jenis jenis Resiko

Jenis resiko cukup beragam bentuknya, mulai dari risiko kebakaran, kecelakaan, risiko kerugian, fluktuasi kurs, perubahan tingkat bunga, dan masih banyak lagi. Salah satu cara yang paling mudah untuk mengelompokkannya dengan melihat tipe dari resikonya.

 Resiko dibedakan menjadi risiko murni dan risiko spekulatif dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Risiko murni (pure risks)

Adalah suatu risiko dimana kemungkinan kerugian terjadi, akan tetapi kemungkinan tidak terdapat keuntungan. Beberapa contoh dari jenis risiko ini adalah risiko kecelakaan, kebakaran, rumah kebanjiran, dan lain lain.

  1. Resiko spekulatif

Merupakan risiko dimana kita mengharapkan terjadinya kerugian sekaligus mendatangkan keuntungan.  Contohnya usaha dibidang bisnis. Umumnya dalam kegiatan bisnis, kita mengharapkan keuntungan, walaupun terdapat potensi kerugian.

Contoh lain dari adalah, bilamana kita membeli saham. bila harga saham mengalami kenaikan (kita memperoleh keuntungan), bisa saja analisis kita salah, harga saham bukannya meningkat, akan tetapi malah turun (menderita kerugian). Risiko spekulatif juga dapat dikatakan sebagai resiko bisnis.

Kerugian atas risiko ini akan menimbilkan kerugian individu tertentu, akan tetapi dapat menguntungkan individu lainnya. Misalnya, suatu perusahaan mengalami kerugian dikarenakan penjualannya menurun, kemungkinan perusahaan lain akan mendapatkan keuntungan dari situasi tersebut. Secara total masyaraka tidak dirugikan oleh risiko spekulatif tersebut.

Disamping dua jenis risiko diatas, jenis resiko juga dapat dibedakan menjadi resiko dinamis dan statis.

  1. Risiko dinamis, merupakan risiko yang muncul akibat dari kondisi keseimbangan tertentu. Contoh  risiko terkena petir, merupakan risiko yang muncul akibat kondisi alam yang tertentu. Karakteristik risiko ini peraktis tidak berubah dari waktu ke waktu.
  2. Risiko statis, merupakan risiko yang muncul akibat dari perubahan kondisi tertentu. Misalnya, perubahan kondisi masyarakat, perubahan teknologi, memunculkan jenis jenis risiko baru. Misalkan, bila masyarakat semangkin kritis, sadar akan haknya, maka risiko hukum yang muncul karena masyarakat lebih berani mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan akan semakin tinggi.

Selain jenis resiko diatas, risiko juga dapat dikelompokkan menjadi risiko subjektif dan objektif.

  1. Risiko objektif, merupakan risiko yang didasarkan pada obsevasi parameter yang objektif. Misalnya, fluktuasi harga atau tingkat keuntungan investasi di pasar modal dapat diukur melalui standar deviasi, misal standar deviasi return saham adalah 25% per tahun
  2. Risiko subjektif yang berkaitan dengan persepsi seseorang terhadap suatu risiko. Dengan kata lain kondisi kondisi mental seseorang dapat menentukan kesimpulan tinggi rendahnya suatu resiko tertentu. Misalnya, untuk standar deviasi return pasar yang sama sebesar 25%, dua orang dengan keperibadian yang berbeda akan memiliki cara pandang yang berbeda. Disatu sisi Orang yang konservatif akan mengganggap risiko investasi dipasar modal terlalu tinggi. Di sisi lain orang yang agresif, resiko investasi dipasar modal dianggap tidak terlalu tinggi. Kedua orang tersebut melihat pada risiko objektif yang sama, yaitu standar deviasi return sebesar 25% per tahun.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *