Lakukan Simulasi Kredit Sebelum Ajukan Pinjaman Ke Bank

Simulasi Cicilan Kredit– Terkadang menggunakan sutau produk kredit yang ada di bank menjadi suatu keputusan yang tepat. Karena memang jika suatu kebutuhan datang pada saat dan keadaan yang tidak tepat maka seseorang akan memikirkan untuk mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan masalahnya dengan baik. salah satu masalah yang sering membuat seseorang bingung dalam menyelesaikannya adalah masalah keuangan. Karena memang tidak bisa di pungkiri bahwa keuangan memang menjadi salah satu faktor penting dalam kebutuhan. Jadi wajar jika Anda memutuskan untuk menggunakan produk kredit di bank untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Namun meskipun begitu, suatu keputusan akan menjadi keputusan yang baik dan tepat jika sebelumnya di lakukan beberapa pertimbangan terlebih dahulu. memutuskan untuk menggunakan produk kredit di bank bukan lah suatu keputusan yang mudah untuk di ambil. Anda harus juga mempertimbangkan beberapa hal baik dari sisi baik maupun dari sisi negatif dari keputusan tersebut. Ketika hendak memutuskan untuk menggunakan produk kredit yang ada di bank Anda harus memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan produk kredit yang Anda ambil. Mengapa? Karena keputusan menggunakan produk kredit ini bukan hanya untuk jangka waktu singkat saja namun termasuk ke dalam jangka waktu yang cukup panjang, diantaranya dengan menghitung nilai angsuran dengan menggunakan simulasi cicilan kredit agar anda dapat menentukan atau membuat keputusan untuk kedepannya.

Anda haruslah cek kembali mengenai jangka waktu pengembalian kreditnya misalnya untuk produk KTA biasanya berkisar antara 1 hingga maksimal 5 tahun. Pemilihan jangka waktu pembayaran atau tenor sangat mempengaruhi kemampuan Anda. selain tenor Anda juga harus memperhatikan berapa nominal yang harus Anda ajukan ke bank untuk produk kredit tersebut. menentukan nominal pengajuan kredit bukan lah hal yang mudah. Anda harus melakukan perhitungan mengenai besarnya dana yang Anda butuhkan. Anda harus benar- benar tepat dalam memilih dan menentukan besarnya nominal kredit yang Anda ambil.

Nah, hal penting lainnya yang perlu dan wajib Anda perhatikan adalah melakukan perhitungan cicilan kredit sebelum Anda mengajukan kredit di bank. Untuk tenor dan besarnya nominal kredit sangat berhubungan dengan perhitungan yang Anda lakukan. Pertama, Anda menentukan tenor atau jangka waktu pembayaran kemudian menentukan jumlah nominal yang tepat untuk kredit yang Anda ajukan maka kemudian Anda bisa melakukan perhitungan cicilan yang akan Anda bayarkan. Perhitungan cicilan atau simulasi cicilan kredit sebelum mengajukan kredit sangat-lah penting untuk di lakukan karena dari simulasi cicilan inilah yang akan di gunakan untuk mengukur seberapa kemampuan Anda dalam membayar kredit.

Tujuannya adalah agar Anda tidak mengalami gagal bayar untuk kredit yang Anda ambil. Karena jika Anda mengalami kredit macet sebenarnya bukan hanya bank yang mengalami kerugian namun Anda sebagai nasabah pengguna produk kredit juga akan mengalami kerugian. Kerugian yang di maksud yaitu seperti ketika Anda mengalami keterlambatan dalam membayar cicilan setiap bulannya maka Anda akan di kenakan denda keterlambatan di mana denda tersebut di hitung per hari dan besarnya berbentuk presentase dari kredit yang Anda ambil. Jadi, bukan tambah ringan Anda malah justru menambah beban Anda sendiri ketika mengalami keterlambatan membayar cicilan.

Kerugian yang lain yang di alami oleh nasabah ketika mengalami kredit macet adalah selalu di hantui oleh para penagih- pengih kredit yang terus menerus datang ke rumah. ketika Anda sudah tidak mampu dalam membayar cicilan maka pihak bank tidak akan membiarkannya berjalan seperti yang Anda inginkan. Namun pihak bank tidak segan akan melakukan penagihan secara langsung dengan mendatangi rumah Anda. Bukan hanya satu kali, penagihan biasanya di lakukan beberapa kali. Tentu hidup anda menjadi tidak tenag karena selalu di hantui oleh kewajiban yang seharusnya Anda penuhi namun Anda tidak sanggup untuk memenuhinya.

Kerugian selanjutnya yang di rasakan oleh nasabah ketika mengalami kredit macet adalah nama Anda akan masuk dalam daftar hitam nasabah. Bank Indonesia sebagai bank sentral yang menaungi seluruh bank yang ada di Indonesia membudahkan pihak bank dalam menentukan apakah akan menerima suatu kredit yang diajukan seorang nasabah atau tidak. Ketika seorang nasabah mengajukan kredit di suatu bank maka pihak bank akan melakukan tahap BI Checking. Tahap ini adalah melihat bagaimana riwayat kredit yang ada pada seorang nasabah. Bank Indonesia menyediakan data yang dapat di akses oleh seluruh bank yang ada di Indonesia untuk melihat bagaimana riwayat kredit seseorang. Tahap ini sangat mempengaruhi di terima atau tidaknya kredit yang di ajukan oleh bank.

Data seluruh nasabah yang pernah melakukan kredit di suatu bank akan muncul dalam aplikasi tersebut. jadi kerugian bagi nasabah ketika Anda mengalamikredit macet adalah nama Anda akan masuk dalam golongan daftar hitam debitur secara otomatis. Dari data tersebut maka secara langsung pula Anda sudah tidak bisa alias sulit untuk dapat mendapatkan pinjaman lagi dari bank. Bank  maupun non bank tidak akan memberikan Anda kesempatan untuk dapat mendapatkan pinjaman non bank lagi jika sebelumnya Anda sudah mengalami kesalahan atau melanggar dari aturan kredit yang sebenarnya. Jangan Anda pikir hal ini berlaku pada bank yang sama pada bank ketika Anda mengajukan kredit sebelumnya, namun hal ini berlaku untuk seluruh bank karena data ini bisa di akses oleh seluruh bank yang ada di Indonesia.

maka dari itu, mengetahui kemampuan bayar sangat lah penting ketika Anda mengajukan kredit di bank. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk bisa mengetahui kemampuan bayar adalah dengan melakukan simulasi awal cicilan kredit yang nantinya Anda bayarkan. Berikut kami berikan contoh simulasi perhitungan cicilan KTA agar Anda mudah dalam melakukannya.
Contoh kasus:
Pak Wahyu hendak meminjam uang dengan produk KTA sebesar Rp 6 juta, dengan jangka waktu pinjaman atau tenor selama 1 Tahun. Suku bunga kredit yang di tetapkan ialah sebesar 12% setiap tahunnya.
Perhitungan:
Pinjaman : Rp 6 juta
Tenor : 1 tahun atau 12 bulan.
Bunga : 12% per tahun
Cicilan pokok per bulan : Rp 6.000.000,- / 12 = Rp 500.000,-
Bunga kredit perbulan : Rp 6.000.000,- x 12% / 12 bulan = Rp 60.000,-
Jumlah cicilan tetap per bulan = cicilan pokok + bunga pinjaman
= Rp 500.000,- + Rp 60.000,-
= Rp 560.000,- per bulan.

Dari perhitungan di atas maka dapat di ketahui bahwa cicilan kredit yang akan Anda bayarkan setiap bulan adalah sekita Rp 560.000,-. Setelah di temukan hasilnya maka Anda juga harus melihat seberapa penghasilan Anda setiap bulan apakh mampu melakukan pembayaran kredit setiap bulan. Jika cicilan tersebut atau jumlah hutang Anda tidak lebih dari 30% dari penghasilan maka bisa di katakan Anda aman dan boleh mengajukan kredit. Namun apabila lebih maka usahakan untuk tidak mengajukan pinjaman sebesar itu karena membebani keuangan Anda. Semoga bermanfaat

View Comments (1)

  • Dewi safitri says:

    Sy mo mengajukan pinjan pa bs