Tips Dalam Mengatur Keuangan Yang Sehat

Dipublikasikan oleh admin pada

Hampir semua orang memiliki penghasilan, baik penghasilan secara tetap maupun tidak tetap, dalam jumlah besar maupun kecil. Akan tetapi tidak semua dari mereka dapat mengelola penghasilannya secara benar menuju keuangan yang sehat.

Seyogianya menerapkan keuangan yang sehat tidak semudah apa yang dikatakan penasehat keuangan tersohor di luar sana. Akan tetapi, mereka dapat mengajarkan tips-tips keuangan tersebut bukan tanpa dasar. Faktanya, kebanyakan dari mereka telah merasakan jatuh bangun hingga akhirnya sukses dan menceritakan bagiamana pengalaman mereka.

Keuangan Yang Sehat

tips mengelola keuangan yang sehat
Kriteria keuangan yang sehat

Bagaiamana ciri-ciri keuangan yang sehat?

Pertanyaan diatas seringkali terdengar bahkan kita sendiri tidak luput dari pertanyaan tersebut. Jawabannya cukup subjektif.

Kebanyakan orang memiliki pendapat yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor misalnya tingkat pendidikan, lingkungan, stAndar hidup, tanggung jawab dan sumber pemasukan. Misalnya, seorang mahasiwa yang masih tahap belajar akan memiliki perspektif yang berbeda dengan seorang yang telah menikah dan memiliki  dua orang anak.

Bahkan banyak penasehat keuangan hAndal memisahkan tentang tips perecanaan keuangan yang masih sendiri dan yang sudah berkeluarga, hal ini tidak lain karena faktor-faktor diatas.

Terlepas dari alasan-alasan diatas, secara umum kriteria keuangan yang sehat baik yang sudah berkeluarga maupun masih sendiri, seperti berikut:

  1. Memiliki pendapatan tetap

Pendapatan tetap artinya penghasilan yang sah diterima setiap bulannya. Penghasilan tetap yang dimaksud disini dapat berupa gaji maupun sumber penghasilan lainnya. Bagaimana mungkin keuangan seseorang dapat dikatakan sehat atau stabil bila tidak memiliki pendapatan tetap sedangkan kebutuhan terus berjalan bahkan cendrung meningkat. Untuk itu, Anda harus mencari pemasukan yang tetap dengan mencari pekerjaan baru atau mendirikan usaha kecil-kecilan.

  1. Memiliki budget yang jelas

Poin ini masih erat kaitannya dengan yang pertama.  Dengan memiliki pendapatan yang teratur Anda akan mudah menentukan budget setiap pos anggaran.

Disisi lain dengan memiliki pos anggaran akan memudahkan dalam mengontrol anggaran pengeluaran yang jelas. Tujuannya tidak lain agar anggaran bulanan yang Anda miliki tidak defisit. Misalnya membuat anggaran seperti kebutuhan pokok dalam rentang satu bulan, biaya cicilan, jumlah uang yang disisihkan untuk ditabung dan keperluan lainnya.

  1. Memiliki dana darurat

Sedemikian pentingnya dana darurat, hampir semua penasehat keuangan memasukkan pos ini sebagai kewajiban yang harus ada dalam mengatur keuangan. Dana darurat harus dimiliki siapapun tanpa memAndang status sosialnya, baik coorporate maupun personal. Banyak yang mengatakan fungsi dana darurat digunakan ketika dalam keadaan genting saja. Akan tetapi lebih dari itu.

Sebaiknya dana darurat ditempatkan pada instrumen keuangan yang likuid seperti tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang.

Untuk besaran pos ini dapat disesuaikan dengan kemampuan, kebutuhan dan status sosial yang Anda miliki. Secara garis besar nilai dana darurat yang harus ada paling tidak 6 hingga 12 kali dari pengeluaran bulanan Anda.

  1. Dapat memenuhi kebutuhan tanpa harus bersusah payah

Bila Anda masih merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari–hari itu artinya keuangan Anda tergolong belum sehat.

  1. Mampu melunasi tagihan tepat waktu

Memiliki utang atau tagihan bukanlah suatu yang memalukan terlebih dijaman sekarang. Akan tetapi poinnya adalah seberapa besar kemampuan Anda membayar semua cicilan atau tagihan tersebut. Apakah Anda merasa tersiksa dalam melunasi utang-utang tersebut? Bila kenyataannya seperti itu maka kondisi keuangan dapat dikatakan bermasalah.

Untuk poin ini akan dijelaskan lebih detail tentang besaran anggaran pos tagihan Anda.

  1. Memiliki proteksi jiwa, kesehatan dan asset

Pada jaman dulu banyak orang malas membeli produk keuangan berupa proteksi jiwa seperti asuransi jiwa. Alasannya cukup klise, mereka beranggapan dengan memiliki asuransi jiwa menginginkan mereka cepat mati. Tapi jaman sudah berubah dan semakin modren dimana memiliki proteksi jiwa merupakan suatu keharusan.

Setidaknya dengan memiliki proteksi, Anda dapat melindungi aset-aset yang Anda miliki dari berbagai hal yang tidak diinginkan.

  1. Memiliki anggaran tabungan

Anggaran dana darurat dan tabungan merupakan dua hal yang berbeda dan harus dipisahkan. Untuk dapat dikatakan keuangan Anda dalam keadaaan sehat, setidaknya Anda harus memiliki tabungan senilai 5 kali gaji bulanan Anda. Dengan demikian keuangan Anda sudah dapat dikatakan sehat.

  1. Memiliki aset investasi

Pos ini seringkali terlupakan, bahkan banyak yang beranggapan dengan memiliki tabungan, maka pos untuk investasi sudah terwakili. Bila belum memiliki pos anggaran untuk investasi maka keuangan Anda belum sepenuh dapat dikatakan sehat.

Umumnya investasi dari waktu ke waktu nilainya cendrung meningkat tergantung dari jenis investasi. Selain itu investasi bukan tidak memliki risiko, untuk menghindari kerugian atas investasi tersebut Anda dapat melakukan diversifikasi investasi. Misalnya menempatkan sebagian uang Anda di pasar saham, di reksadana atau di instrumen keuangan lainnya.

  1. Memiliki dana pensiun

Semua orang akan menjalani masa tua, artinya masa produktif orang tersebut telah berakhir.  Usia produktif memiliki usia dengan rentang tahun 15 sampai 64 tahun. Maka perlu mempersiapkan dana pensiun untuk menyongsong hari tua anda.

Tips Mengatur Keuangan Masih Sendiri

cara mengatur keuangan yang masih sendiri
Mengelola keuangan masih sendiri

Tidak semua anak muda mengandalkan semua kebutuhan kepada orang tua, banyak dari mereka sudah memiliki penghasilan. Dengan memiliki penghasilan sendiri itu artinya Anda telah masuk ke fase baru yakni terbebas dari ketergantungan finansial dari orang tua.

Setelah memiliki penghasilan sendiri, tahap berikutnya adalah memanage penghasilan tersebut guna mewujudkan berbagai hal yang sebelumnya belum dapat terwujud. Selain terbebas ketergantungan secara finansial kepada orang, memiliki penghasilan sendiri akan membuat Anda lebih dewasa tentang pengelolaan uang, rasa tanggung jawab baru akan muncul yang mana sebelumnya belum pernah terpikirkan.

Akan tetapi tidak sedikit petuah orang tua mengatakan selagi masih sendiri (belum menikah) akan sulit mengatur keuangan, hal ini dikarenakan paradigma terhadap anak muda cendrung boros dan suka foya-foya.

Sukses muda itu tidak mudah. Ada banyak tantangan dan kerikil di depan yang harus dilewati. Saat Anda masih sendiri, rasa tanggung jawab bisa dikatakan masih rendah.

Seperti dijelaskan diatas tips dalam mengatur keuangan yang masih sendiri tentu tidak serumit orang yang telah menikah, hal dikarenakan beberapa faktor seperti dijelaskan sebelumnya. Untuk Anda yang masih sendiri, berikut adalah tips dan cara mengelola keuangan yang benar:

  1. Tentukan anggaran bulanan

Semua aktivitas tanpa perencanaan hasilnya tidak akan maksimal termasuk dalam hal menentukan anggaran bulanan. Membelanjakan uang tanpa perencanaan dapat membuat uang Anda habis di tengah bulan.

Untuk menentukan biaya yang dibutuhkan selama satu bulan, Anda harus mencatat secara detail apa saja yang Anda butuhkan selama satu bulan kedepan mulai dari uang makan, biaya transportasi, kewajiban (utang atau tagihan) hingga perawatan atau biaya liburan. Dengan  memiliki anggaran pengeluaran seperti ini semua pengeluaran Anda akan terkontrol.

  1. Pisahkan rekening Anda

Untuk Anda yang belum terbiasa dalam menabung dapat membuat rekening secara terpisah khusus untuk tabungan atau investasi. Tujuannya agar Anda dapat mengelola keuangan lebih terkontrol dan mencegah pengeluaran yang tidak semestinya.

Bila Anda merasa belum membutuhkan atau rasa malas membuka tabungan baru dan tetap menggunakan satu rekening, maka kondisi keuangan Anda bisa dikatakan masih abu-abu. Artinya uang untuk kebutuhan harian dan tabungan masih satu, hal ini berpotensi uang tabungan terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.

  1. Miliki proteksi diri sejak dini

Banyak yang beranggapan produk asuransi hanya untuk orang tua? Paradigma tersebut merupakan sesat. Ini karena risiko kesehatan dan jiwa bisa menimpa siapa saja tanpa mengenal status dan usia. Meski Anda saat ini merasa masih mudah dan tidak membutuhkan proteksi diri, perlu untuk diingat risiko Anda tetap meningkat seiring bertambahnya umur Anda. Dengan memiliki produk asuransi Anda telah memberikan perlindungan setidaknya untuk diri Anda sendiri. Semakin awal Anda memiliki asuransi dengan premi yang disesuaikan kebutuhan dan kemampuan itu semakin baik.

  1. Rencanakan investasi

Di atas telah dijelaskan ciri-ciri keuangan yang sehat, salah satunya memiliki anggaran untuk investasi. Semua orang menginginkan masa depan yang cerah termasuk Anda. Dengan demikian Anda harus merencanakan dan membuat pos sendiri untuk investasi. Tabungan dan investasi seperti dejelaskan diatas dua pos yang berbeda yang harus terpenuhi agar keuangan Anda dapat dikatakan sehat. Hal ini dikarenakan memiliki tabungan saja dianggap belum cukup.

Bila Anda masih canggung karena belum pernah berinvestasi, Anda tidak perlu khawatir karena ada banyak tips-tips seputar investasi untuk pemula yang bisa didapatkan dengan mudah di internet.

  1. Sisakan dana apresiasi dini

Karena telah bekerja selama satu bulan full, sebaiknya Anda membuat anggaran untuk kesenangan diri. Akan tetapi dana ini harus tetap dikontrol agar tidak berlebihan dan malah menguras kebutuhan yang utama. Banyak penasehat keuangan merekomendasikan agar dana ini tidak melebihi 10% dari total penghasilan bulanan Anda.

Tips Mengatur Keuangan Yang Sudah Berkeluarga

Tanggung jawab seorang kepala rumah tangga dengan yang masih sendiri tentu berbeda, demikian halnya dalam mengatur keuangan, tentu lebih rumit, baik dari sumber pemasukan maupun peruntukannya.

    tips dan cara mengatur keuangan keluarga yang baik
    Rencanakan Keuangan Bersama Pasangan anda
    1. Hitung semua biaya selama satu bulan

    Hitung semua pemasukan bersih selama satu bulan, selanjutnya tentukan pos angggaran biaya yang diperlukan selama satu bulan kedepan. Hal ini bertujuan agar gaji Anda peruntukannya tepat sasaran. Selain itu semua pengeluaran Anda akan lebih mudah diketahui kemana saja alirannya.

    Anda dapat mendiskusikan dengan pasangan biaya apa saja yang diperlukan selama satu bulan kedepan. Misalnya biaya asuransi kesehatan, keperluan rumah tangga (biaya listrik, air, PBB, perbaikan rumah, dll), kebutuhan anak, belanja bulanan, biaya transportasi, tabungan pensiun, dll.

    1. Alokasikan dana darurat

    Seperti dijelaskan di atas, dana darurat amat penting, dan sering kali terlupakan banyak orang. Ada banyak sekali kegunaan dari dana darurat selain saat kepepet. Misalnya seseorang menawarkan barang dibawah harga pasaran karena keperluan mendesak. Anda dapat menggunakan dana darurat tersebut untuk membeli barang itu.

    1. Mengambil pekerjaan sampingan

    Ada banyak sekali pekerjaan sampingan yang bisa dimanfaatkan meski dengan keterbatasan waktu. Umumnya pekerja kantoran bekerja selama kurang lebih 8 jam dalam sehari. Artinya pukul 17.00 pekerja kantoran sudah selesai bekerja. Waktu yang tersisa hingga pukul 21.00 Anda bisa manfaatkan untuk pekerjaan sampingan.

    Bila waktu luang Anda cukup banyak dapat memanfaatkan usaha sampingan seperti usaha kuliner, bisnis online, hingga jasa transportasi online. Tinggal sesuaikan dengan minat dan waktu luang Anda.

    1. Memasak di rumah dan mengurangi makan di restoran

    Menikmati makan direstoran sekali dalam sebulan bersama keluarga hal yang wajar saja, lain ceritanya bila menjadi kebiasaan. Hal ini dapat merperburuk kondisi keuangan Anda, karena makan di restoran umumnya tiga kali lebih mahal dari pada masak di rumah.

    1. Manfaatkan kupon promo dan diskon belanja

    Tidak bisa dipungkiri ketatnya persaingan usaha baik supermarket atau toko online seakan berlomba-lomba memberikan diskon atau promo guna menarik pembeli.  Melalui promo ini akan mengehemat pengeluaran Anda. Akan tetapi Anda jangan langsung percaya dengan promo yang ditawarkan toko tersebut, Anda harus membandingkan harga dengan toko lainnya karena bisa saja sebelum diberikan diskon, harga terlebih dahulu dinaikkan. Jadi Anda harus cermat melihat promo atau diskon dari sebuah toko.

    Nah, untuk Anda yang ingin memanfaatkan promo-promo dari tempat belanja online, saat ini sedang berlangsung Shopee 12.12 Birthday Sale. Dengan promo Shopee 12.12 Birthday Sale, Anda dapat membeli produk-produk kebutuhan bulanan dengan harga terjangkau.

    1. Kurangi utang yang sifatnya konsumtif

    Anda harus memahami dan memberi batasan, mana yang menjadi sifatya kebutuhan dan keinginan. Bila Anda mengikuti semua keinginan tidak akan ada habisnya, ujung-ujungnya akan terjebak dengan utang yang semestinya tidak perlu terjadi.

    1. Hemat listrik

    Banyak yang mengeluhkan tingginya biaya listrik yang mereka bayarkan setiap bulannya. Padahal mereka tidak menyadari hampir semua perabotan rumah tangga membutuhkan listrik agar dapat digunakan. Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menekan biaya listrik bulanan ada, seperti berikut:

      • Gunakan listrik dengan sistem pulsa
      • Cabut kabel dan peralatan yang terhubung dengan sumber listrik yang sudah tidak digunakan
      • Nyalakan lampu seperlunya saja
      • Gunakan AC dengan bijak
      • Pilih mesin cuci sesuai kebutuhan, upayakan low watt
      • Bijak menggunakan kulkas
      • Minimalisir penggunaan dispenser
      • Hindari penggunaan listrik secara bersamaan
      • Pilih setrika dengan pengatur otomatis
      • Buat ventilasi udara
      • Dan lain sebagainya
    1. Mulai menabung

    Diatas telah ditetapkan anggaran rutin selama satu bulan, akan tetapi jangan lupa untuk menabung terlebih pasangan yang sudah memiliki anak. Ingat, seiring bertambahnya usia anak, pengeluaran Anda juga ikut meningkat. Untuk itu mulailah untuk menabung. Sebisa mungkin alokasikan 20% dari gaji bulanan Anda.

    1. Sisihkan dana untuk liburan

    Baik yang masih sendiri terlebih yang sudah berumah tangga liburan itu masih penting karena Anda dan pasangan Anda sudah disibukkan dengan rutinitas selama sebulan penuh. Berlibur itu tidak harus mahal, yang penting Anda dan keluarga dapat terhibur guna menghilangkan penat dan stress, misalnya berlibur ke pantai, camping maupun kekebun raya.

    1. Pertimbangkan untuk berinvestasi

    Bila masih memungkinkan dengan budget yang ada, sebaiknya menggunakan dana tersebut untuk keperluan investasi. Ada banyak pilihan investasi malai dari investasi dibidang properti, finance maupun bidang lainnya.


    0 Komentar

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *