Tumbuhan Dikotil

Dipublikasikan oleh admin pada

Tumbuhan dikotil merupakan  tumbuhan yang mempunyai biji berkeping dua. Tumbuhan dikotil ini memiliki sepasang Daun Kotiledon (Daun Lembaga) dimana terbentuk sebagai tahap proses pembentukan biji pada tumbuhan. oleh sebab itu setiap tumbuhan dikotil mempunyai biji yang terbelah menjadi dua bagian.

Pengertian Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan berbunga yang mempunyai biji berkeping dua. Tumbuhan dikotil ini bijinya dilindungi oleh daun buah atau disebut karpel. Tumbuhan yang tergolong tumbuhan dikotil memiliki sepasang daun lembaga atau kotiledon. Daun lembaga ini sudah terbentuk sejak tahapan biji, oleh karenanya sebagian besar anggotanya memiliki biji-bijian yang mudah terbelah menjadi dua bagian. Hal inilah yang jadi pembeda antara tumbuhan dikotil dengan monokotil.

Ciri-Ciri Tumbuhan Dikotil

Selain dari pengertian tersebut di atas, ada beberapa ciri-ciri dari tumbuhan dikotil, diantaranya ialah:

  • Memiliki Biji Berkeping Dua

Ciri utama dari tumbuhan dikotil ialah memiliki biji berkeping dua. Pada umumnya, tumbuhan dengan biji berkeping dua terjadi pada tumbuhan yang berbunga. Tumbuhan biji berkeping dua ini akan terjadi suatu proses perkecambahan yang selanjutnya membentuk dan menghasilkan Daun Lembaga (Kotiledon).

  • Memiliki Akar Tunggang

Ciri selanjutnya ialah tumbuhan dikotil memiliki akar tunggang. Bagian akar tumbuhan dikotil ialah berupa Akar Tunggang, dimana akar tunggang untuk jenis tumbuhan ini akan terus tumbuh ke dalam tanah. Secara fisik, akar tunggang ini mempunyai ukuran yang cukup besar dan memiliki akar serabut yang cukup banyak. Pada akar tunggang ini yang berfungsi menyerap makanan atau unsur hara yang ada di dalam tanah.

Dalam akar tunggang, terdapat Pembuluh Pengangkut Makanan, yaitu Xilem dan Floem yang fungsinya untuk menyebarkan zat makanan ke seluruh bagian tubuh dari tumbuhan tersebut.

  • Tidak Mempunyai Tudung Akar

Tudung Akar ialah satu bagian atau lapisan yang berfungsi melindungi pada ujung akar. Tudung akar ini akan menjadi pelindung akar ketika menembus ke dalam tanah, supaya akar tumbuhan tersebut tidak mengalami kerusakan. Tudung Akar ini jugalah yang merupakan suatu perkembangan struktur sel yang membentuk organ dalam pada akar tumbuhan. Sayangnya, tumbuhan dikotil tidak terdapat tudung akar.

  • Memiliki Daun Menjari Atau Menyirip

Jenis tumbuhan dikotil mempunyai bentuk daun yang menyirip atau menjari. Ciri-ciri yang dapat digunakan untuk melihat apakah daun pada tubuhan tersebut menyirip atau menjari. Tulang Utama adalah tulang daun yang ada pada bagian tengah daun, umumnya tulang utama ini ukurannya lebih besar daripada tulang sekunder. Sedangkan tulang sekunder merupakan tulang daun yang bergantung di bagian tulang utama, dan berfungsi sebagai tempat menempelnya daun di sebuah tumbuhan.

  • Memiliki Akar & Batang Yang Besar

Tumbuhan Dikotil mempunyai sebuah batang dan akar yang besar dibanding dengan jenis tumbuhan yang lainnya. Tumbuhan dikotil ini mempunyai pembuluh angkut Xilem dan Floem yang fungsinya untuk menyalurkan zat makanan ke seluruh bagian dari tumbuhan, sehingga menyebabkan membesarnya batang dan akar suatu tumbuhan.

  • Memiliki Kambium Pada Batang

Kambium ialah suatu lapisan jaringan aktif tumbuhan yang ada di bagian jaringan pembuluh angkut Xilem dan Floem. Kambium sendiri memiliki 2 jenis bagian, yaitu Kambium Gabus dan Kambium Veskular. Jika pertumbuhan kambium ke arah dalam maka membentuk kayu. Sedangkan pertumbuhan kambium ke arah luar membentuk jaringan kulit.

  • Memiliki Dua, Empat, Atau Lima Kelipatan Bunga

Ciri terakhir tumbuhan dikotil ialah memiliki dua, empat atau lima kelipatan bunga. Maksudnya, pada jenis tumbuhan dikotil di bagian bunganya memiliki bunga dengan jumlah dua, empat atau lima atau kelipatan helai.

Struktur Tumbuhan Dikotil

Daun

Daun ialah bagian tumbuhan yang umumnya memiliki bentuk lembaran pipih dan berwarna hijau. Fungsi daun ialah sebagai tempat pembuatan makanan bagi seluruh tubuh tumbuhan melalui proses fotosintesis. Untuk tumbuhan dikotil, tulang daun berbentuk menjari atau menyirip dan mempunyai jaringan tiang.

Stomata yang ada pada daun sebagai organ penting bagi respirasi daun. Berbentuk seperti lubang kecil lonjong yang dikelilingi dua sel epidermis khusus yang disebut dengan sel penutup dan hanya ada pada daun yang berwarna hijau.  Stomata daun ada di permukaannya dan sangat mungkin tumbuhan melakukan pertukaran gas. Struktur daun terdiri dari:

    • Epidermis

Epidermis ialah meliputi sel-sel kipas dan stomata. Epidermis daun sendiri dapat berubah menjadi trikoma yang berfungsi untuk melindungi dan memantulkan radiasi cahaya matahari.

    • Jaringan dasar

Jaringan dasar berada diantara kedua epidermis, yakni epidermis atas dan bawah. Mesofil adalah daerah utama tempat terjadinya fotosintesis.

    • Berkas pengangkut

Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun dan mempunyai susunan seperti pada batangnya. Berkas pengangkut ini adalah gabungan dari xylem dan floem.

Batang

Batang ialah bagian dari tumbuhan yang ada di permukaan tanah yang fungsinya sebagai tempat tumbuhnya daun dan sarana lintasan air, mineral serta makanan. Di bagian ujung batang dan daunnya disebut juga kuncup terminal, sedangkan kuncup ketiak disebut dengan kuncup aksilar.

Tumbuhan yang berkayu biasanya berbatang keras, tebal dan panjang. Permukaan batang yang tua akan terasa kasar dan terdapat lentisel di bagian-bagian tertentu. Lentisel ini fungsinya sebagai tempat keluar masuknya gas pada tumbuhan. Jaringan penyusun batang tumbuhan dikotil, ialah sebagai berikut:

    • Epidermis

Epidermis merupakan jaringan paling luar batang yang disusun oleh sel-sel hidup dengan dinding sel yang sangat tipis. Epidermis ini menutupi organ tumbuhan pada tumbuhan dikotil. Selnya berbentuk seperti balok, tipis, rapat, dan tidak memiliki ruang antar sel. Sebagian epidermis ada yang berubah menjadi sisik atau bulu yang berfungsi melindungi agar tumbuhan tetap memiliki air dengan zat kitin yang ada pada batang.

    • Korteks

Korteks berada di antara lapisan endodermis dimana terdiri dari dua sel, yaitu kolenkim dan parenkim. Kolenkim fungsinya sebagai jaringan dasar, pengisi dan penyimpan zat. Sedangkan parenkim fungsinya sebagai jaringan penunjang.

    • Endodermis

Endodermis berada langsung di bawah lapisan epidermis. Endodermis ini adalah penebalan dinding sel dari suberin dan lignin yang bentuk pita (pita caspary) dengan irisan melintang bentuk U.

    • Kambium

Kambium merupakan pembeda antara tumbuhan dikotil dengan tumbuhan monokotil. Kambium ini ketika ke dalam akan membentuk xylem dan jika keluar membentuk floem. Berdasarkan letaknya ada dua tipe kambium, yaitu:

Kambium vascular, ialah kambium yang berada di antara berkas pengangkut dan parenkim.

Kambium intervaskular, ialah kambium yang berada di antara dua berkas pengangkut.

Aktivitas kambium mengakibatkan terbentuknya lingkaran tahun (annual ring). Lingkaran tahun ini bentuknya lapisan melingkar berselang-seling berupa garis dan berfungsi untuk memperkirakan umur pohon.

    • Floem

Sel penyusun floem mencakup sel-sel tapis, komponen pembuluh tapis sel pengantar, serat floem dan parenkim floem. Floem berfungsi sebagai penyalur zat makanan dari hasil fotosintesis dari daun menuju seluruh bagian tumbuhan. Floem berada di berkas pembuluh atau di bagian luar cambium.

    • Xylem

Sel penyusun xylem terdiri dari elemen trakea, serat xilem dan parenkim xilem. Xylem fungsinya sebagai penyalur air dan mineral dari akar menuju daun dan berada di dalam berkas pembuluh atau di bagian dalam cambium. Xilem pada tumbuhan berbunga mempunyai dua tipe sel, yakni trakeid dan unsur pembuluh dan keduanya adalah sel mati.

Akar

Akar ialah organ tumbuhan yang terletak di dalam tanah dan fungsinya menyerap air dan mineral dari tanah, melekatkan dan sebagai pondasi agar tumbuhan dapat tubuh tegak dan kokoh. Akar berasal dari calon akar yang ada pada embrio. Struktur luar akar meliputi batang akar, cabang akar, bulu akar dan tudung akar. Pada ujung akar ialah titik tumbuh yang dilindungi oleh tudung akar (kaliptra) yang terbentuk oleh kaliptrogen.

Untuk tumbuhan dikotil, tidak terlihat jelas batas antar ujung akar dengan kaliptra. Sistem akar tumbuhan dikotil yang tunggang diakibatkan oleh akar kecambahnya yang mengalami pertumbuhan terus menerus, dan bagian pangkal akar berukuran lebih besar dari bagian ujung akar utama. Meskipun termasuk tunggang, akarnya tetap mempunyai cabang meskipun tidak serabut. Secara anatomi, akar tersusun oleh empat lapisan jaringan pokok, yaitu:

Pertama, Epidermis, berfungsi sebagai penyerap air.

Kedua, Korteks, berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat

Ketiga, Endodermis, berfungsi untuk mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.

Keempat, Silinder pusat (stele), terdiri dari perisikel, xilem dan floem.

Mekanisme Reproduksi Tumbuhan Dikotil

Vegetative

Vegetative terdiri atas dua yaitu alami dan buatan. Secara alami, tumbuhan berkembang biak tidak kawin tanpa bantuan tangan manusia agar terjadi pembuahan atau anakan baru.

Reproduksi secara vegetatif buatan dapat dilakukan dengan merunduk, menyambung dan mencangkok. Mencangkok yang dilakukan pada tanaman dikotil dengan metode membuang sebagian kulit dan kabium secara melingkar pada cabang. Selanjutnya daerah lukanya dibalut menggunakan tanah atau media lain dan diikat kencang serta dibiarkan sampai tumbuh akar.

Generative

Alat perkembangbiakan angiospermae ialah bunga. Bunga terdiri dari perhiasan bunga dan alat kelamin bunga. Perhiasan bunga sendiri terdiri dari kelopak dan mahkota bunga. Alat kelamin bunga sebagai alat perkembangbiakan.

Di bagian  dalam dari lingkaran perhiasan bunga ialah alat kelamin bunga. Sedangkan alat kelamin bunga terdiri dari benang sari yang alat pembiakan jantan dan putik menjadi alat pembiakan betina. Benang sari terletak pada lingkaran sebelah luar dari putik.

Macam-macam Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan yang paling banyak jenisnya, berikut ini adalah beberapa jenis dari tumbuhan dikotil:

Jarak-jarakan atau Euphorbiaceae

Tumbuhan dikotil kelompok euphorbiaceae adalah tumbuhan jarak misalnya ubi.

Jambu-jambuan atau Myrtaceae

Contoh tumbuhan dikotil jambu-jambuan atau myrtaceae ialah pohon salam, jamblang dan lain sebagainya.

Terong-terongan atau Solanaceae

Contoh tumbuhan dikotil untuk kelompok terong-terongan ialah  terong, tomat, kentang dan kecubung.

Polong-polongan atau Leguminoceae

Contoh tumbuhan dikotil kelompok polong-polongan ialah kacang-kacangan dan pete.

Komposite atau Compositae

Contoh dari tumbuhan dikotil jenis kompositae adalah bunga matahari.

Rubiaceae atau kelompok kopo.

Contoh tumbuhan dikotil jenis rubiaceae ialah macam-macam kopi, bunga nusa indah, bunga kaca piring dan lainnya.

Malvaceae atau kapas-kapasan

Contohnya tumbuhan dikotil jenis kapas-kapasan ialah kapas, waru, kembang sepatu dan sidaguri.

Rutaceae atau jeruk

Contoh dari jenis ini ialah tumbuhan jeruk atau familinya.

Kaktus-kaktusan atau cactaceae

Contoh dari tumbuhan dikotil jenis ini adalah jenis kaktus.

Cemara-cemaraan atau causarinaceae

Contoh dari tumbuhan dikotil jenis cemara-cemaraan ialah pohon cemara.

Sirih-sirihan atau piperaceae

Contoh dari jenis ini adalah lada dan sirih.

Petai-petaian atau mimosaceae

Contoh dari petai-petaian adalah petai dan jengkol.

Lihat juga

1, 2


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *