Tumbuhan Monokotil

Dipublikasikan oleh admin pada

Secara umum, tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi dua yakni tumbuhan bekeping satu atau monokotil dan tumbuhan berkeping dua atau yang disebut tumbuhan dikotil. Untuk artikel kali ini kami akan bahas secara lengkap tentang tumbuhan monokotil.

Pengertian Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan berkeping satu atau monokotil ialah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga dimana bijinya tidak membelah karena hanya mempunyai satu daun lembaga. Tumbuhan monokotil ini dianggap sebagai takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan serta mendapat beberapa nama, seperti Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae.

Kelompok tumbuhan monokotil meliputi berbagai tumbuhan yang berguna untuk kehidupan manusia. Misalnya untuk sumber pangan, seperti sumber energi nabati, sumber bahan baku industri pakaian, zat pewarna, media penulisan, perumahan, dekorasi dan sebagainya.

Ciri ciri Tumbuhan Monokotil

Meskipun sudah dijelaskan bahwa ciri-ciri tumbuhan monokotil memiliki biji berkeping satu, masih ada banyak ciri tumbuhan monokotil lainnya, yaitu:

  • Memiliki biji berkeping satu atau tunggal.
  • Memiliki kambium yang terletak diantara floem dan xilem.
  • Terdapat berkas vaskuler (pembuluh angkut) pada bagian batang yang bertipe kolateral tertutup atau diantara xilem dan floem tidak memiliki kambium.
  • Xilem dan floem letaknya tersebar dan tidak teratur.
  • Di bagian batang dan akar tidak memiliki kambium sehingga tidak dapat terjadi pertumbuhan sekunder dan tidak akan tumbuh membesar. Akan tetapi ada juga tumbuhan monokotil yang berkambium, seperti sisal (Agave sisalana).
  • Berakar serabut.
  • Pada bagian ujung akar dilindungi oleh koleoriza sedangkan ujung batangnya dilindungi oleh koleoptil.
  • Secara umum monokotil berdaun tunggal kecuali jenis tanaman palem.
  • Secara umum monokotil berurat daun sejajar atau melengkung dan berpelepah daun.
  • Bagian bunga terdiri atas kelopak, mahkota, benang sari yang jumlahnya tiga atau kelipatan tiga.
  • Pada umumnya di bagian batang tidak bercabang, terdapat rambut-rambut halus, dan ruas-ruas pada batang terlihat jelas.
  • Secara umum berdaun tunggal, kecuali pada kelompok tumpuhan Pada urat daun sejajar atau melengkung dan berpelepah daun.

Jenis jenis Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil yang ada di dunia memiliki sekitar 50 ribu hingga 60 ribu jenis yang telah dikenal. Namun kali ini kami akan sebutkan beberapa diantaranya, yaitu:

  1. Orchidaceae, merupakan tumbuhan semak menahun. Tumbuhan seperti Anggrek berakar rimpang, daun berdaging dan jenis lainnya hidup secara epifit. Contoh dari suku Orchidaceae diantaranya: Vanda tricolor dan Spathologttis plicata (anggrek tanah).
  2. Musaceae, ialah kelompok tumbuhan dengan jenis pisang-pisangan. Jenis ini mempunyai bentuk pohon atau semak dengan batang semu dimana terdiri atas pelepah daun, tulang daun yang menyirip dan bunga yang membentuk karangan. Contoh jenis ini ialah Musa paradisiaca (pisang).
  3. Cactaceae, merupakan kelompok tumbuhan kaktus, dimana memiliki batang yang berfungsi menyimpan air (sukulen), memiliki daun kecil dengan bentuk sisik atau berbentuk duri tempel. Contohnya ialah Opuntia elatior (Buah yang dapat dimakan).
  4. Liliaceae, merupakan tumbuhan semak basah, dimana sebagian jenisnya ada yang berakar rimpang, umbi lapis, contoh dari jenis ini adalah Lilium regale dan bunga tulip.
  5. Amaryllidaceae, merupakan jenis tumbuhan semak basah menahun. Tumbuhan jenis ini berumbi lapis atau memiliki akar rimpang. Contoh dari jenis ini adalah Poliantes tuberosa (sedap malam) dan Zephyranthes rosea (kembang cokelat).
  6. Pandanaceae, merupakan tumbuhan monokotil yang berbentuk pohon perdu atau semak. Daun pandanaceae memiliki tulang daun sejajar dan terkumpul rapat. Daun yang gugur akan meninggalkan bekas pada batangnya. Contoh tumbuhan jenis ini ialah Pandanus tectorius (pandan).

Struktur Pada Tumbuhan Mokotil

Struktur pada tumbuhan monokotil pada umumnya hamper sama dengan struktur tumbuhan pada umumnya. Berikut uraian lebih lengkapnya mengenai struktur tumbuhan mokotil.

  1. Struktur Anatomi Akar

Pada umumnya struktur anatomi akar terdiri dari jaringan epidermis, sistem jaringan dasar yang berupa empulur, korteks dan endodermis; serta sistem berkas pembuluh. Pada bagian akar sistem berkas pembuluh terdiri dari xilem dan floem yang tersusun secara berselang-seling. Hal ini yang membedakan struktur anatomi akar tumbuhan monokotil dengan tumbuhan dikotil.

  1. Struktur Anatomi Batang

Pada umumnya batang terdiri dari epidermis yang berkutikula dan terkadang terdapat stomata, sistem jaringan dasar yang berupa korteks dan empulur, dan sistem berkas pembuluh yang meliputi xilem dan floem.

Xilem dan floem sendiri tersusun secara berbeda pada kedua kelas tumbuhan  monokotil dan dikotil. Xilem dan floem pada tumbuhan dikotil tersusun secara melingkar sedangkan pada tumbuhan monokotil letaknya tersebar.

  1. Struktur Anatomi Daun

Daun pada tumbuhan terdiri dari epidermis yang berkutikula serta terdapat stomata atau trikoma. Sistem jaringan dasar pada daun tumbuhan monokotil dan dikotil memiliki perbedaan. Dimana pada tumbuhan dikotil sistem jaringan dasarnya (mesofil) dapat dibedakan atas jaringan pagar dan bunga karang, sedangkan pada tumbuhan monokotil tidak demikian halnya terutama pada famili Gram.

Contoh Tumbuhan Monokotil

Ada banyak sekali contoh tumbuhan-tumbuhan monokotil di dunia ini. Berikut kami berikan beberapa contoh dan penjelasannya, sebagai berikut:

  • Kelapa (Cocos nucifera)

Bentuk akar: Akarnya memiliki serabut, tebal dan berkayu, berkerumun dan membentuk bonggol.

Batang : Memiliki batang yang beruas-ruas, sangat khas dengan tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik).

Daun : Daun tersusun secara majemuk dan menyirip sejajar tunggal

Bunga : Memiliki bunga yang tersusun majemuk.

Buah : Memiliki buah yang berukuran besar, dengan diameter 10 cm sampai 20 cm atau bisa lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat.

  • Keladi

Batang : memiliki metamorphosis batang yang membentuk umbi.

Akar : memiliki akar yang membentuk serabut dan berwarna putih.

Bunga : tumbuhan keladi memiliki bunga majemuk, dan berbentuk bongkol

Biji : tidak ada biji di tumbuhan keladi

Buah : tidak ada buah di tumbuhan keladi.

Daun : memiliki daun yang berbentuk perisai yaitu mempunyai tangkai daun.

  • Jagung (Zea Mays)

Akar (Radix) : Tumbuhan jagung memilikki sistem akar serabut (radix adventicia) yakni akar lembaga yang pada perkembangan selanjutnya akan mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang ukurannya sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang.

Batang (Caulis) : Batang tumbuhan jagung tegak dan mudah terlihat, batangnya memiliki ruas yang terbungkus oleh pelepah daun yang berasal dari buku-bukunya.

Daun (Folium) : Tumbuhan jagung memiliki daun yang sempurna atau lengkap karena terdapat helaian daun (lamina), tangkai daun (petiolus) dan upih atau pelepah daun (vagina).

Bunga (Flos) : Bunga pada tumbuhan jagung dimanfaatkan untuk alat perkembangbiakkan, jagung memiliki dua jenis bunga (jantan dan betina) dimana terpisah (diklin) tetapi dalam satu tanaman (monoecious).

Buah (fructus) : Buah tumbuhan jagung ialah buah sejati tunggal yang kering

  • Bawang Merah (Allium cepa L)

Akar : akarnya berbentuk serabut dan seperti benang berwarna putih.

Batang : di bagian subang atau cakram adalah batang yang sesungguhnya hanya kecil dengan ruas-ruas yang pendek.

Daun : daunnya tunggal, tebal, lunak , berdaging , dan memeluk umbi lapis.

Bunga : bunganya majemuk, berbentuk bongkol atau bertangkai silindris.

Buah : buahnya bulat, berwarna hijau.

Biji : bijinya berbentuk segitiga berwarna hijau.

  • Lengkuas (Alpinia Galangal)

Akar : memiliki akar rimpang besar dan tebal, berbentuk silindris yang berdiameter sekitar 2-4cm dan bercabang-cabang.

Batang :memiliki batang semu yang tegak tersusun oleh pelepah-pelepah daun.

Bunga : termasuk bunga majemuk yang berbentuk lonceng berbau harum.

Buah : memiliki buah berupa buah buni yang berbentuk bulat dan keras.

Biji  : berukuran kecil dan berbentuk lonjong dan berwarna hitam.

  • Nanas ( Ananas comosus L)

Daun : memiliki daun yang berkumpul dalam roset akar dan di bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah .

Bunga : bunganya majemuk dan dan bertangkai panjang.

Buah : buahnya adalah buni majemuk, bulat panjang dan berdaging berwarna hijau, jika masak warnanya berubah kuning.

Biji : bijinya kecil atau kadang tidak ada.

  • Padi (Oryza sativa L)

Akar : akar serabut

Batang : ukurannya pendek, struktur seperti batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang.

Daun : daun sempurna dengan pelepah tegak, daun seperti lanset, warna hijau muda hingga hijau tua, berurat daun sejajar.

Bunga : bunganya majemuk, tipe malai bercabang.

Buah : jenisnya bulir atau kariopsis yang sulit dibedakan mana buah dan bijinya, bentuknya hampir bulat hingga lonjong.

  • Pinang

Batang : bentuknya lurus langsing, hingga ketinggian 25 m dengan diameter lk 15 cm,

Daun : bentuknya tabung dengan panjang 80 cm, bertangkai pendek; helaian daun panjangnya sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi.

Bunga : seludang (spatha) yang panjang dan gampang rontok, ada dibawah daun, panjang hingga 75 cm.

Buah : buahnya buni bulat telur terbalik memanjang, merah oranye dengan dinding buah yang berserabut.

Biji : memiliki biji 1 berbentuk telur, dan seperti jala.

  • Melinjo (Gnetum Gnemon Linn)

Biji : Memiliki biji yang tidak terbungkus daging tetapi terbungkus kulit luar.

Daun : Daunnya tunggal berbentuk oval dengan ujung tumpul.

Bunga : tidak menghasilkan bunga

Buah : bijinya terbungkus oleh selapis aril yang berdaging.

  • Salak (Salacca Zalacca)

Batang: menjalar di bawah atau di atas tanah, berbentuk rimpang, sering bercabang, dengan diameter 10-15 cm.

Daun : majemuk menyirip, tangkai daun, pelepah dan anak daun berduri panjang, tipis.

Bunga : berada di dalam tongkol majemuk yang muncul di ketiak daun, bertangkai, dan tertutup oleh seludang.

Buah : berbentuk segitiga agak bulat atau bulat telur terbalik, runcing di pangkalnya dan bulat di ujungnya, panjang 2,5-10 cm, terbungkus oleh sisik-sisik yang mengkilap yang tersusun seperti genting, dengan duri kecil yang mudah putus di ujung masing-masing sisik. Dinding buah tengah (sarkotesta) tebal berdaging berwarna kuning krem sampai keputihan; berasa manis, masam, atau sepat.

Contoh Tumbuhan Monokotil Lainnya:

    •     Buah Kurma (Phoenix dactylifera)
    •     Timun (Timonius sericcus)
    •     Enau (Arenga pinnata)
    •     Vanili (Vannili planifolia)
    •     Srikaya (Annona squamosa)
    •     Melon (Cucumis melo)
    •     Sawo (Menikara kauki)
    •     Buah Naga (Hylocereus undatus)
    •     Buah Kiwi (Actinidia deliciosa)
    •     Anggur (Vitis vinivera)
    •     Malaka (Phylantus emblica)
    •     Strawberry (Fragaria daltoniana)

Lihat juga:

1, 2, 3


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *