Tumbuhan Paku

Dipublikasikan oleh admin pada

Mengenal Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku atau nama latinya Pteridophyta menghasilkan spora, biasanya memiliki susunan daun yang membentuk bangun serta di bagian pucuk tumbuhannya terdapat bulu-bulu tipis. Garis keturunan tumbuhan paku terlihat yang sangat jelas, dimana fase gametofitnya berusia pendek dengan ukuran yang cukup kecil dan masih berbentuk thallus disebut protalium.

Sedangkan fase sporofitnya, terlihat sangat jelas dan dominan. Fase ini ialah bentuk tumbuhan yang biasa kita lihat yakni tumbuhan paku. Daun tumbuhan paku umumnya ada dua macam, tropofil dan sporofil. Tropofil merupakan daun khusus yang berfungsi untuk melakukan proses fotosintesis namun tidak mengandung spora. Sedangkan sporofil merupakan daun yang fungsinya untuk menghasilkan spora. Ada juga istilah troposporofil dimana dalam satu tangkai daun, terdapat anak-anak daun yang menghasilkan spora namun ada juga yang tidak menghasilkan spora. Bentuk sporofil ini ada yang sama dengan tropofil tapi ada juga yang berbeda dengan bentuk strobilus.

Berdasarkan hal tersebut, tumbuhan paku bisa dibedakan menjadi dua, tumbuhan paku homofilum dan tumbuhan paku heterofilum. Sedangkan spora tumbuhan paku memiliki perbedaan baik bentuk, ukuran, juga sifatnya. Tumbuhan paku ini dibedakan menjadi tiga yaitu tumbuhan paku homospora, tumbuhan paku heterospora, dan tumbuhan paku peralihan (tumbuhan paku yang memiliki sifat keduanya, baik sifat homospora maupun sifat heterospora).

Karakteristik

Tumbuhan paku termasuk jenis tumbuhan kormus berspora, yang berarti dapat dibedakan berdasarkan akar, batang dan daun. Tumbuhan ini disebut juga dengan Pteridophyta yang asal katanya dari bahasa Yunani. Pteridophyta diambil dari kata pteron yang artinya sayap, bulu dan kata phyta yang artinya tumbuhan. Namun di Indonesia, tumbuhan jenis ini lebih dikenal dengan tumbuhan paku.

Ciri tumbuhan paku baik dari ukuran, bentuk, struktur, serta fungsi tubuh yang mempunyai ukuran yang bervariasi dari yang tingginya 2 cm, seperti tumbuhan paku yang hidup di air, hingga tumbuhan paku yang hidup di darat yang memiliki tinggi mencapai 5 m, seperti paku tiang (Sphaeropteris). Bentuk tumbuhan paku yang saat ini masih ada juga bervariasi, ada yang berbentuk lembaran, seperti perdu atau pohon, dan ada pula yang seperti tanduk rusa.

Tumbuhan paku sendiri terdiri dari dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit dan generasi gametofit akan tumbuh bergantian dalam satu siklus tumbuhan paku. Generasi sporofit ialah tumbuhan yang menghasilkan spora sedangkan generasi gametofit ialah tumbuhan yang menghasilkan sel gamet (sel kelamin). Pada tumbuhan paku, sporofit memiliki ukuran lebih besar dan generasi hidupnya bisa lebih lama dibandingkan generasi gametofit. Oleh karena itu, generasi sporofit tumbuhan paku disebut generasi dominan.

Gametofit merupakan tumbuhan paku yang hanya berukuran beberapa milimeter dan dominasi tumbuhan paku mempunyai gametofit berbentuk hati yang disebut protalus. Gametofit mempunyai alat reproduksi seksual yakni jantan yang menghasilkan spermatozoid berflagelum dan alat reproduksi betina disebut arkegonium yang menghasilkan ovum.

Klasifikasi Tumbuhan

Klasifikasi tumbuhan paku merupakan tingkat takso Divisi Pteridophyta, dengan pembagian kelas diantaranya ialah:

  1. Kelas Psilotiinae

Kelas psilotiinae sering disebut dengan paku telanjang, asalnya dari kata psilos yang artinya telanjang. Hal ini dikarenakan tumbuhan paku ini masih termasuk tumbuhan primitif dan tidak memiliki daun. Sebagian besar dari anggota tumbuhan paku ini sudah punah, contoh Psilotum.

  1. Kelas Lycopodiinae

Kelas ini memiliki daun yang mirip dengan rambut atau sisik dan duduk daunnya menyebar. Tumbuhan jenis ini juga memiliki batang seperti kawat, maka dari itu tumbuhan ini sering disebut sebagai paku kawat. Contoh tumbuhan paku kelas ini ialah Lycopodium dan Selaginella.

  1. Kelas Equisetiinae

Equisetiinae berasal dari kata equus yang artinya kuda dan kata seta yang artinya tangkai. Anggota paku Equisetiinae mempunyai daun yang hampir sama dengan sisik dan transparan dengan susunannya berkarang (dalam satu lingkaran). Batangnya berongga dan atau beruas. Kelas Eqisetiinae ini mempunyai sporangium yang tersusun dalam stobilus serta memiliki bentuk seperti ekor kuda. Sporanya mempunyai elater berjumlah 4 buah. Contoh tumbuhan paku kelas ini adalah Equisetum.

  1. Kelas Filiciinae

Filiciinae ialah berasal dari kata filix yang artinya tumbuhan paku sejati. Tumbuhan paku kelas ini memiliki daun yang ukurannya besar dan duduk daunnya menyirip. Tumbuhan paku kelas ini ada yang hidup di air namun ada juga yang hidup di darat.

Tumbuhan paku yang hidup di darat, memiliki sporangium yang terbentuk dalam sorus, sedangkan tumbuhan paku yang hidup di air, memiliki sporangium yang terbentuk dalam sporokarpium. Tumbuhan paku kelas Filiciinae juga memiliki daun muda yang menggulung dan sorus terbentuk dibawah permukaan daun. Contoh dari tumbuhan paku jenis ini adalah Nephrolepis, Dryopteris.

Morfologi

Tumbuhan jenis ini disebut dengan tumbuhan kormus karena menyerupai tumbuhan tinggi. Hal ini dapat dilihat dari bentuk tumbuhan ini sendiri, yaitu :

  • Batangnya bercabang-cabang, ada yang berkayu dan memiliki tinggi hingga 2 meter.
  • Mempunyai urat-urat daun, namun ada juga yang tidak memiliki daun atau daun yang serupa dengan sisik.
  • Rhizoidnya sudah berkembang menjadi bentuk akar yang seutuhnya.
  • Mempunyai berkas pembuluh (xylem dan floem) dengan tipe radial atau konsentris.

Bentuk daun tumbuhan paku muda dan daun dewasa cukup berbeda. Pada tumbuhan paku muda, daunnya akan seperti menggulung, sedangkan tumbuhan paku dewasa daunnya bisa dibedakan menjadi :

  • Trofofil : Daun khusus untuk proses fotosintesis dan tidak mengandung spora.
  • Sporofil : Daun penghasil spora.
  • Trofosporofil : Dalam satu tangkai daun, terdapat anak-anak daun yang bisa menghasilkan spora dan ada yang tidak menghasilkan spora.

Untuk tumbuhan paku picisan, daunnya mempunyai sporofil yang memiliki bentuk lebih panjang atau bebeda dengan tropofilnya. Jenis tumbuhan paku tersebut termasuk ke dalam kelompok paku heterofil. Sedangkan tumbuhan paku yang mempunyai daun yang berbentuk sama disebut dengan paku homofil.

Habitat

Tumbuhan paku terbagi menjadi dua yaitu ada yang hidup sebagai saprofit dan ada juga yang epifit. Tumbuhan paku memiliki tempat lembab (higrofit) dan daerah tumbuhnya mulai dari pantai (paku laut) hingga sekitar kawah-kawah (paku kawah).

Reproduksi

Tumbuhan paku pada umumnya memiliki daur hidup yang mengalami perselangan dua generasi yaitu:

  • Generasi Aseksual

Tumbuhan paku jenis aseksual dikenal sebagai sporofit yang berupa tumbuhan paku dan bisa dibedakan antara daun, akar, juga batang. Tumbuhan  ini disebut dengan generasi diploid.

  • Generasi Seksual

Tumbuhan paku ini termasuk pada gametofit yang asalnya dari sporofit, sehingga gametofit ini memiliki sifat haploid. Gametofit ini akan membentuk gamet jantan (anterozoid) dan gamet betina (sel telur) sehingga generasi ini disebut dengan generasi haploid.

Peranan Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki banyak peranan dalam kehidupan manusia, diantaranya :

  • Tanaman hias : jenis tumbuhan paku yang umumnya bisa digunakan untuk tanaman hias diantaranya Adiantum (suplir), Nephrolepis, Platycerium (paku tanduk rusa), Alsophoila (paku tiang), Asplenium (paku sarang burung), dan sebagainya.
  • Bahan obat : jenis tumbuhan paku yang bisa digunakan untuk bahan obat ialah Equisetum (paku ekor kuda) untuk antidiuretik atau memperlancar seni, Cyclophorus untuk obat pusing dan obat luar, Platycerium bifurcata untuk obat tetes telinga luar, Dryopteris untuk obat cacing pita, dan Lycopodium untuk antidiuretik dan pencahar lemah dari sporanya.
  • Bahan sayuran : jenis tumbuhan paku yang dapat digunakan untuk bahan sayuran ialah Marsilea (semanggi), Pteridium aquilinum (paku garuda), dan sebagainya.
  • Kesuburan tanah : jenis tumbuhan paku yang dapat digunakan untuk kesuburan tanah yakni Azolla pinnata, karena dapat bersimbiosis dengan Anabaena (alga biru) sehingga mampu mengikat unsur nitrogen dari udara.
  • Gulma pertanian : jenis tumbuhan paku yang bisa digunakan untuk gulma pertanian ialah Salvinia natans (kayambang) yaitu pengganggu tanaman padi.
Lihat Keluar
Kategori: Tips dan Cara

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *