Laporan keuangan

Dipublikasikan oleh admin pada

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah laporan pertanggungjawaban manajer atau pimpinan Perusahaan atas pengelolaan Perusahaan yang dipercayakan kepadanya pihak pihak luar perusahaan yaitu; pemilik perusahaan (pemegang saham ), pemerintah (instansi pajak), kreditor (bank atau lembaga keuangan) dan pihak lainnya yang berkepentingan.

Laporan keuangan pada hakikatnya bersifat umum, dalam arti laporan tersebut ditujukan untuk berbagai pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Investor atau penanam modal (pada perusahaan berbentuk perseroan disebut pemegang saham ) mempunyai kepentingan untuk mengetahui potensi modal yang ditanamkan dalam perusahaan guna menghasilkan pendapatan (pendapatan yang dterima pemegang saham adalah deviden) kreditor berkepentingan dalam pemberian pinjaman kepada perusahaan dan pemerintah (khususnya instansi pajak) berkepentingan dalam penentuan beban pajak yang harus dibayar oleh perusahaan. Bagi investor dan kreditor, laporan keuangan memberikan informasi yang relevan (historis dan kuantitatif) mengenai posisi keuangan, perubahan posisi keuangan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Disamping ketiga pihak tersebut ada pengguna lain dari laporan keuangan, yaitu karyawan, pelanggan dan masyarakat.

Pengguna Laporan Keuangan

Ada beberapa pengguna baik intern maupun ekstren yang berkepentingan dalam data akuntansi maupun sajian laporan keuangan perusahaan, yaitu sebagai berikut:

  1. Manajer atau pimpinan perusahaan

Pengguna utama dari data akuntansi adalah manajer perusahaan itu sendiri. Manajer dituntut untuk mengambil keputusan tanpa tahu masalah yang mungkin akan muncul. Untuk mengurangi tingkat ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan, informasi akuntansi sangat berguna.dengan melihat catatan keuangan perusahaan tahun yang lampau dan saat ini. Manajer akan mendapatkan gambaran kecendrungan yang akan terjadi dan indikasi kemungkinan dimasa depan.

  1. Pemegang Saham atau Pemilik Perusahaan

Pemakai utama kedua data akuntansi adalah pemegang saham atau pemilik perusahaan. Pemilik yang menanamkan uangnya ke dalam perusahaan berkepentingan langsung atas maju mundurnya perusahaan. Mereka biasanya mendapatkan laporan tahunan perusahaan yang didalamnya mencakup neraca, perhitungan rugi laba dan laporan keuangan lainnya.

  1. Pemerintah

Pemerintah juga merupakan pengguna data akuntansi Perusahaan, khususnya kantor pelayanan pajak. Kantor pajak perlu tahu laba yang diperoleh perusahaan setiap tahun, untuk perhitungan pajaknya.

  1. Kreditor

Kreditor baik bank maupun lembaga keuangan lainnya juga berkepentingan dengan data akuntansi perusahaan, untuk mengetahui  kemampuan perusahaan mengembalikan kredit yang akan atau telah diambil. Biasanya kreditor mengharapkan laporan keuangan secara periodik, untuk mengetahui perubahan hasil keuangan perusahaan.

  1. Karyawan Perusahaan.

Karyawan perusahaan (di luar negeri, biasa bergabung dalam organisasi perburuhan) biasanya juga ingin mengetahui laporan keuangan perusahaan. Bagi organisasi buruh ini, laporan keuangan diperlukan guna tawar menawar kontrak kerja berikutnya

Isi Laporan Keuangan

Sesuai dengan prinsip akuntansi indonesia 1984 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia: Laporan keuangan terdiri dari: Neraca, Perhitungan Laba-Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan dan catatan atas laporan keuangan. Dalam Standar Akuntansi Keuangan tahun 1984 yang dikeluarkan ikatan akuntansi indonesia, istilah laporan keuangan meliputi Neraca, Laporan Rugi-Laba, Laporan Posisi Keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara  seperti, misalnya sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana) dan catatan atas laporan keuangan, laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan baagian integral dari laporan keuangan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan terdiri dari :

  1. Neraca (Balance Sheet)
  2. Perhitungan Laba-Rugi atau Rugi Laba (income statement atau profit and loss statement)
  3. Laporan Perubahan Posisi Keuangan (the Statement of Changes in Financial Position) yang menyajikan:
  • laporan arus kas (Cash flow statement) dan atau
  • Laporan Arus Dana atau Laporan sumber dan penggunaan dana (Fund Flow Statement) dapat dilengkapi dengan
  • Laporan Saldo Dana atau laporan perubahan laba yang ditahaun (the statement of Retained Earning)
  1. Catatan Atas Laporan Keuangan (Footnotes or Notes to the Financial Statement). Laporan lain dan materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Umumnya laporan keuangan dibuat dalam periode satu tahun buku; bila periode pembukuan dimuli 1 januari dan berakhri 31 Desember (sesuai dengan tahun takwim). Sedang bila periode pembukuan dimulai 1 april sampai 31 maret (sesuai tahun anggaran pemerintah). Sekarang telah banyak perusahaan yang menyajikan laporan keuangannya secara komporatif, yaitu dengan menyajikan angka angka untuk dua periode (tahun) buku, yaitu tahun yang dilaporkan dan tahun sebelumnya

Neraca

Neraca merupakan laporan mengenai keadaan harta kekayaan perusahaan, atau keadaan posisi keuangan perusahaan. Neraca memberi tahu kita mengenai seberapa kuat posisi keuangan dengan memperlihatkan bagian yang dimiliki perusahaan dan bagian yang dipinjam dari kreditor untuk suatu jangka waktu tertentu. Neraca adalah laporan kondisi keuangan suatu perusahaan yang disusun secara sistematis, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Lihat gambar dibawah ini:

Neraca pada dasarnya menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada saat (hari dan tanggal) tertentu meskipun perusahaan masi terus menjalankan usahanya. Neraca juga mencerminkan hasil pencatatan semua transaksi keuangan perusahaan sejak perusahaan tersebut didirikan, dalam arti neraca adalah suatu catatan kumulatif. Dengan adanya berbagai transaksi maka pos pos dalam Neraca akan selalu berubah dari waktu ke waktu. Neraca untuk saat (hari dan tangal) tentu menunjukkan kepada kita kekayaan dan kewajiban perusahaan pada saat itu.

Komponen Neraca

Neraca terbagi menjadi dua bagian, yaitu disebelah kiri diperlihatkan Aktiva, dan disebelah kanan diperlihatkan Kewajiban dan Modal. Kedua sisi selalu dalam keadaan seimbang (jumlah aktiva sama dengan jumlah kewajiban dan modal). Pada kolom aktiva diperlihatkan semua barang  dan kekayaan yang dimiliki perusahaan, termasuk juga tuntutan kepada pihak yang belum diterima. Di kolom kewajiban atau hutang perusahaan, dan juga modal disajikan semua kewajiban atau hutang perusahaan, dan juga modal (dana yang berasal dari pemegang saham jika perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas) yang harus dikembalikan kpd pemilik apabila perusahaan dibubarkan. Aktiva disajikan menurut urutan likuiditas, kewajiban menurut urutan jatuh tempo, sedang modal berdasar sifat kekekalan.

pengertian laporan keuangan

Komponen neraca dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu:

  • Aktiva atau harta
  • Kewajiban atau Hutang
  • Modal atau Ekuitas

Sturuktur Neraca

Sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia dan Standar Akuntansi Keuangan. Pos pos neraca diklasifikasikan sesuai gambar diatas.

Aktiva atau Harta

Aktiva yang terdapat pada kolom sebelah kiri Neraca mencerminkan struktur kekayaan perusahaan, yang menunjukkan dana perusahaan ditanamkan atau dialokasikan pada pos pos apa saja. Aktiva biasanya terdiri dari aktiva lancar, Investasi (penyertaan), aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva lain lain.

Aktiva lancar : Secara umum aktiva lancar meliputi kas dan semua aktiva yang dalam jangka waktu singkat atau jangka waktu pendek akan kembali lagi dalam bentuk kas. Jangka waktu biasanya tidak lebih dari satu tahun terhitung dari tanggal neraca.

  • Kas dan Bank

Ini adalah apa yang sering kita harapkan, yaitu semua tagihan dan uang dibarankas dan uang yang tersimpan di bank. Uang yang tersimpan di bank bisa dalam bentuk rekening tabungan, atau giro, maupun deposito.

  • Surat Berharga atau Efek (Marketable Securities)

Aktiva ini adalah investasi jangka pendek dari kelebihan dana yang tertanam pada kas, atau kas yang tidak terpakai yang tidak segera diperlukan. Biasanya diinvestasikan dalam bentuk surat berharga (commercial paper dan goverment securities).

  • Piutang Dagang

Disini kita menemukan suatu nilai rupiah yang belum kita terima dari langganan atau konsumen meskipun barang sudah kita serahkan sebelum dibayar. Pelanggan biasanya diberi waktu 30, 60 atau 90 hari untuk membayarnya. Jumlah yang akan kita terima dari pelanggan adalah seperti apa yang terlihat pada pos dalam neraca.

  • Persediaan

Persediaan untuk perusahaan pabrikasi (perusahaan yang menghasilkan atau memproduksi barang) terdiri dari tiga kelompok yaitu bahan mentah, (raw materials) yang dipergunakan dalam proses produksi, barang setengah jadi (work in process) yang masih perlu proses lebih lanjut, dan barang jadi (finished goods) yang siap untuk dipasarkan. Persediaan untuk perusahaan perdagangan (perusahaan jual beli) hanya terdiri dari persediaan barang dagangan (merchandise inventory) yang selalu siap untuk dipasarkan.

  • Biaya Dibayar di Muka

Pembayaran dimuka bisa muncul pada situasi sebagai berikut: pada tahun perusahaan membayar asuransi kebakaran untuk jangka waktu tiga tahun, dan perusahaan menyewa komputer yang berdasarkan kontrak harus dibayar dimuka untuk jangka waktu dua tahun. Pada Neraca terlihat suatu pos yang tidak kita harapakan yang akan terus dipakai sampai tahun depan. Jika pembayaran  dimuka tidak dilakukan, perusahaan masih akan memiliiki lebih banyak uang kas. Karena itu pembayaran dimuka dimana perusahaan belum menggunakan atau menerima jasa pelayanannya, dan baru akan menerima jasa palayanan tahun berikutnya, dikelompokkan dalam Biaya Dibayar di Muka pada sisi Aktiva.

  • Investasi atau Penyertaan Jangka Panjang

Perusahaan dapat menanamkan kelebihan dananya sebagai suatu investasi  dalam jangka panjang. Penyertaan dalam jangka panjang ini dapat dimaksudkan untuk menguasai atau memiliki perusahaan lain (dengan membeli saham perusahaan yang bersangkutan di Bursa Efek; seperti kasus Putera Sampurna membeli saham Astra).

Aktiva TetapAdalah berhubungan dengan hak milik, bangunan, dan peralatan. Aktiva ini bukan untuk dijual akan tetapi digunakan untuk kegiatan perusahaan, berproduksi, menyimpan barang, mengirim dan memamerkan produksinya. Aktiva ini termasuk tanah, hak atas tanah dan bangunan, mesin, peralatan, perabotan kantor, mobil, truk, dan sebagainya.

Penyusutan atau depresiasiIstilah penyusutan (depreciation) ini telah didefinisikan untuk keperluan akuntansi sebagai penurunan nilai penggunaan aktiva tetap disebabkan karena pemakaian dan waktu. Aktiva tetap bisa juga menurun nilainya karena keuangan disebabkan adanya penemuan baru dan adanya teknik yang lebih yang canggih sehingga peralatan yang ada menjadi kadaluarsa atau ketinggalan jaman.

Aktiva tetap tak berwujudAktiva yang tidak berwujud (intangible assets) didefinisikan sebagai aktiva yang secara fisik tidak ada tetapi mempunyai nyata bagi perusahaan. Contoh, hak paten, (patent) yang dimiliki perusahaan, hak cipta (copy right), merk dagang (trade mark), franchise dan goodwill.

Aktiva lain lain Aktiva lain – lain adalah aktiva yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam aktiva lancar, investasi atau penyertaan, aktiva tetap atau aktiva yang tidak berwujud. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah, aktiva tetap yang tidak digunakan, piutang kepada pemegang saham, beban yang ditangguhkan, dan aktiva lancar lainnya.

Kewajiban atau Hutang

Kewajiban dicatat sebesar  nilai jatuh temponya, yaitu nilai uang dari pengorbanan ekonomis yang wajib dilakukan untuk menyelesaikan hutang tersebut.

Kewajiban Lancar Atau Hutang Jangka Pendek

Bagian ini biasanya terdiri dari semua hutang yang harus segera dibayar pada tahun depan (berdasar data Neraca 31 Desember 199x adalah hutang yang harus dilunasi pada tahun 199x + 1 mendatang). Bisa dikatakan kalau aktiva lancar berhubungan erat dengan kewajiban lancar atau hutang jangka pendek, karena aktiva lancar merupakan sumber dari mana pembayaran untuk melunasi hutang jangka pendek dilakukan. Berikut ini jenis jenis dari kewajiban lancar.

  • Hutang dagang

Hutang dagang menunjukkan jumlah dimana perusahaan meminjam  dari rekan perusahaan atau kreditor, dari mana telah dibeli barang secara kredit. Perusahaan biasanya mempunyai waktu 30, 60, 90 hari untuk melunasinya. Terkadang untuk memberi daya tarik untuk segera membayar, penjual memberikan potongan tunai kepada pembeli, katakan 2%. Karena itu jika suatu hutang dagang sebesar Rp.1000 dengan termin “2%” dalam 10 hari, net 30 hari artinya pembayaran hutang dalam jangka waktu 10 hari akan diperoleh potongan Rp.20 (2% dari Rp.1000) sehingga perusahaan cukup membayar Rp.980 saja untuk melunasi hutangnya.

  • Hutang Wesel

Bila uang dipinjam dari bank atau pihak lain, maka akan muncul di neraca ada pos Hutang Wesel, sebagai bukti bahwa surat perjanjian tertulis telah diberikan kepada pihak yang memberikan pinjaman.

  • Biaya Yang Masih (Belum) Dibayar

Hutang adalah uang yang telah dipinjam dari rekan usahanya. Pada waktu waktu tertentu perusahaan kadang juga meminjam dari karyawan, dengan belum dibayarnya gaji dan upah yang sudah menjadi hak mereka, juga dari bunga  yang belum dibayar kepada bank atau pemegang obligasi perusahaan yang telah memberikan pinjaman kepada perusahaan’ juga asuransi yang belum dibayar, pensiun yang belum dibayar, atau hal yang sejenis.

  • Pajak Yang Belum Dibayar (Hutang Pajak)

Hutang kepada instansi pajak sebenarnya sama dengan biaya yang belum dibayar. Akan tetapi karena alasan kegunaan, biasanya dipisahkan secara tersendiri sebagai pajak penghasilan yang belum dibayar.

Jumlah kewajiban lancar atau hutang Jangka pendek merupakan penjumlahan dari semua pos diatas dibawah klasifikasi kewajiban lancar

Kewajiban Jangka Panjang : Kewajiban atau hutang jangka panjang ini jangka waktu pengembaliannya adalah lebih dari satu satu tahun setelah tanggal yang tertera  pada neraca. Hutang jangka panjang dengan bank atau lembaga keuangan biasanya diikat dengan perjanjian yang didalamnya memuat jumlah pinjaman yang disetujui, tingkat bunga pinjaman, jumlah angsuran, serta sifat dan luasnya ikatan yang ada.

Kewajiban lain lain :Kewajiban yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam kewajiban lancar aau kewajiban jangka panjang yang disajikan kewajiban lain lain, antara lain pendapatan yang ditangguhkan, uang jaminan jangka panjang yang diterima dari pelanggan, atau hutang pada perusahaan afiliasi.

Modal atau Ekuitas

Modal perusahaan adalah kekayaan bersih perusahaan setelah dikurangi semua hutang hutangnya. Untuk keperluan akuntansi, bagian ini dibagi menjadi tiga yaitu: modal saham (capital stock), agio saham (capital surplus) dan akumulasi laba yang ditahan (retained earning)

Modal saham

Pengertian umum modal saham adalah merupakan saham yang mencerminkan kepentingan pemegangnya sebagai pemilik perusahaan. Saham ini dinyatakan dengan sertifikat saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham. Ada beberapa jenis saham yang masing masing sedikit berbeda satu sama lain:

  • Saham preferen

Saham preferen (preferred stock) ini mempunyai beberapa prefensi atau kelebihan/keistimewahan dari jenis saham lainnya, dimana diberikan hak mendapatkan keuntungan (deviden) dari saham terlebih dahulu, atau mendapatkan bagian aktiva kalau perusahaan dibubarkan atau dilikuidasi, atau hak akan keduanya.

  • Saham biasa

Pemegang saham preferen berhak memperoleh deviden tertentu (persentase terhadap nilai saham) setiap lembar saham per tahunnya sebelum pemegang saham biasa mendapatkan deviden. Tetapi perlu dicatat bahwa deviden  tersebut adalah jumlah yang bisa diterima setiap pemegang lembar saham preferen setiap tahunnya. Saham biasa (common stock) tidak punya batas jumlah deviden setiap tahunnya, sehingga pada tahun tahun perusahaan mendapatkan banyak keuntungan pemegang saham biasa juga mendapatkan deviden cukup besar, sedangkan pada waktu keuntungan perusahaan turun  deviden yang diperoleh juga kecil.

  • Agio saham

Merupakan jumlah yang dibayarr oleh para pemegang saham diatas nilai pokok saham. Misalnya saham biasa mempunyai nilai pokok RP.1000 per lembarnya, kita asumsikan perusahaan menjual 3000 lembar saham dan mendapatkan Rp.4.400.000 dari penjualan tersebut. Dengan demikian ada Rp.4.400.000 dari neraca di pos Pemegang saham, yang dialokasikan dalam Modal Saham dan Agio Saham.

  • Akumulasi Laba Yang Ditahan

Cara terbaik untuk menerangkan akumulasi laba atau keuntungan yang ditahan (retained earning) adalah pada waktu perusahaan pertamakali didirikan, dimana tidak terdapat akumulasi laba yang ditahan. Pada akhir tahun pertama, jika labanya adalah Rp.80.000 dan deviden yang dibayarkan pada saham preferen adalah Rp.3000 tetapi pada deviden untuk saham biasa belum ditentukan apakah akan dibayar, maka Neraca akan memperlihatkan Akumulasi laba yang ditahan sebesar Rp.5000

Contoh Neraca

fungsi laporan keuangan

Perhitungan Laba Rugi

Perhitungan laba rugi merupakan laporan mengenai kemajuan perusahaan. Pada dasarnya laporan tahun ini apakah untung atau rugi, dan berapa banyak untuk atau ruginya. Laporan ini menggambarkan  kemajuan usaha perusahaan selama satu periode tertentu atau selama satu tahun buku.

Perhitungan laba rugi merupakan informasi mengenai jumlah yang diterima dari penjualan dan pendapatan lain, dikurangi dengan biaya dan beban  pengeluaran yang telah dikeluarkan perusahaan untuk beroperask atau melaksanakan kegiatannya. Hasilnya adalah suatu laba atau keuntungan bersih atau kerugian untuk tahun tersebut. Biaya atau beban yang dikeluarkan biasanya terdiri dari harga pokok penjualan, biaya overhead seperti gaji dan upah, ongkos sewa atau alat tulis, penyusutan, bunga pinjaman, dan pajak.

jenis laporan keuangan

Komponen Perhitungan Laba Rugi

Perhitungan laba rugi berbentuk laporan memanjang kebawah (skontro) yang terdiri atas:

  1. Penjualan
  2. Harga pokok penjualan
  3. Beban usaha
  4. Pendapatan dan beban lain lain
  5. Pajak penghasilan

Struktur perhitungan laba rugi

manfaat laporan keuangan

Pos pos pada perhitungan laba rugi diklasifikasikan sebagai berikut:

Dalam perhitungan laba rugi akan didapatkan laba atau keuntungan profit bila penerimaan/revenue lebih besar dari pada beban/cost. Sebaliknya akan berakibat rugi/loss. Dalam bahasa inggris laporan ini disebut loss statement atau income statement

  • Penjualan bersih

Penjualan adalah sumber utama yang paling penting dari penghasilan dan biasanya selalu ditempatkan posisi paling atas perhitungan laba rugi. Penjualan bersih merupakan jumlah yang diterima  dengan nilai barang yang dikembalikan dan cadangan dikurangi dengan nilai barang yang dikembalikan  dan cadangan turunnya harga. .

  • Harga Pokok Penjualan

Pada perusahaan pabrikasi atau perusahaan yang memproduksi barang, harga pokok penjualan meliputi semua biaya  yang ada dalam perusahaan untuk mengolah bahan mentah, tenaga kerja, dan overhead pabrik seperti supervisi, sewa listrik, perawatan dan perbaikan. Sedangkan pada perusahaan dagang, harga pokok penjualan adalah merupakan harga pembelian barang dagangan. Harga pokok penjualan biasanya merupakan bagian terbesar dari biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.

laporan keuangan

  • Laba Kotor Penjualan

Laba kotor penjualan diperoleh dari penjualan bersih perusahaan dikurangi dengan harga pokok penjualan

  • Beban Usaha

Beban usaha Terdiri

  1. Biaya penjualan
  2. Biaya adminstrasi dan umum
  3. Penyusutan
  • Laba usaha

Dengan mengurangi laba kotor penjualan dengan semua beban usaha  atau biaya operasi akan diperoleh laba usaha usaha atau operasi

Pendapatan dan Beban Lain lain

Terdiri dari:

  1. Pendapatan lain lain dan
  2. beban lain
  • Laba sebelum pajak penghasilan

Laba sebelum pajak penghasilan dapat diperoleh dari laba usaha perusahaan ditambah dengan jumlah pendapatan (beban) lain lain. Bila pendapatan dan beban lain lain positif (jumlah pendapatan lain lain lebih besar dari pada beban lain lain), maka akan berdampak positif terhadap laba sebelum pajak demikian pula sebaliknya.

  • Pajak penghasilan

Dibayar sesuai dengan undang yang berlaku

  • Laba bersih sesudah pajak penghasilan

Diperoleh dng mengurangkan laba atau penghasilan sebelum kena pajak dengan pajak penghasilan yang harus dibayar oleh perusahaan.

Contoh laporan keuangan

berdasarkan informasi yang diterima dari neraca lajur per 31 desember 2014 perusahaan maju pesat seperti berikut:

  1. Diterima sebesar Rp.10.000.000 atas penjualan produk x kepada pt ABC
  2. pendapatan atas sewa sebesar Rp.4.500.000
  3. Persedian awal barang dagang per tanggal 1 januari 2014 adalah Rp.3.500.000
  4. persedian akhir barang dagang pertanggal 31 desember 2104 adalah sebesar Rp. 4.200.000
  5. Pembelian bahan baku sebesar Rp.3.000.000
  6. Biaya angkut dan transportasi masuk sebesar Rp.750.000
  7. biaya gaji dan komisi atas penjualan sebesar Rp.1.750.00
  8. baiya iklan sebesar Rp.500.000
  9. biaya angkut dan transportasi keluar sebesar Rp.700.000
  10. Tagihan telpon sebesar 250.000
  11. penyusutan peralatan ditaksir sebesar Rp. 300.000
  12. penyusutan gedung ditaksir sebesar Rp.500.000
  13. administrasi Rp.150.000
  14. pajak penghasilan sebesar 5%

Berdasarkan informasi diatas kita dapat menyusun  laba/rugi sebagai berikut:

Perusahaan Dagang Maju Pesat

Laporan laba rugi

per 31 des 2014

Pendapat

 penjualan                                                                            Rp.10.000.000

 pendapatan atas sewa                                                       Rp.4.500.000

Total pendapatan                                                                       Rp.14.500.000

Beban

Harga pokok penjualan                                             Rp.3.050.000

Beban penjualan                                                         Rp3.250.000

Administrasi                                                                Rp.150.000

Total beban                                                                                 Rp.6.450.000

Laba bersih sebelum pajak                                                       Rp.8.050.000

pajak 10%                                                                                   Rp.805.00

laba  bersih/ net income                                                            Rp.7.245.000

Arus Kas/Cash Flow

Pengertian arus kas ialah semua yang menyangkut aliran kas baik dari pengeluaran dan pemasukan kas perusahaan dalam satu periode tertentu. Hal hal yang harus diperhatikan dalam cash flow antara lain ialah:

  • Dari mana kas sumber dari kas tersebut dalan satu periode (Aktivitas)
  • Berapa banyak perubahan saldo yang dipengaruhi dalam satu periode (Investasi)
  • Berapa banyak kas yang digunakan dalam satu periode  (pendanaan)

Untuk lebih jelasnya perhatikan berikut

fungsi laporan keuangan

Laporan Perubahan Modal

Pengertian laporan perubahan modal ialah sautu laporan keuangan  penyebab terjadinya perubahan modal suatu perusahaan dalam satu periode tertentu.

Hal hal yang mempengaruhi laporan perubahan modal yaitu sebagai berikut:

  1. Keuntungan yang tidak dibagikan/laba ditahan awal tahun
  2. Laba bersih dalam dalam satu periode tertentu
  3. Deviden yang dibagikan
  4. yang tidak dibagikan diakhir tahun.

Untuk lebih jelas perhatikan contoh dalam gambar berikut

jenis jenis laporan keuangan

Demikian sekilas tentang pengertian laporan keuangan serta contohnya semoga bermanfaat.

 

Lihat juga:

 

Kategori: pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *