Status Sosial

Dipublikasikan oleh admin pada

Status sosial umumnya didasarkan pada berbagai unsur kepentingan manusia dalam lingkungan masyarakat, yaitu dari status pekerjaan, status dalam lingkungan kekerabatan, status jabatan hingga status agama. Adanya status maka orang dapat berinteraksi dengan baik terhadap sesamanya dalam pergaulan sehari-hari. Bahkan meskipun seseorang tidak mengenal orang lain secara individu, tetapi hanya mengenal statusnya saja.

Pengertian Status Sosial

Pengertian status sosial menurut Ralph Linton merupakan sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam lingkungan masyarakat. Seseorang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan dalam struktur sosial masyarakat yang lebih tinggi juga dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.

Sedangkan menurut Mayor Polak, status sosial merupakan status dimana sebagai kedudukan sosial seseorang dalam suatu kelompok serta dalam masyarakat.

Status mempunyai dua aspek yaitu pertama, aspeknya yang lebih stabil dan,  lebih dinamis. Mayor polak juga mengatakan bahwa status mempunyai aspek struktural yang bersifat hirarki dimana ada perbandingan tinggi atau rendahnya secara relative terhadap status-status lain dan aspek fungsional sebagai peranan sosial (social role) yang berkaitan dengan status tertentu.

Menurut Spencer status seseorang atau sekelompok orang akan ditentukan oleh suatu indeks. Indeks dalam hal ini dapat diperoleh dari jumlah rata-rata skor, contohnya yang dicapai seseorang di suatu bidang tertentu seperti pendidikan, pendapatan tahunan keluarga, serta pekerjaan dari kepala rumah tangga (breadwinner). Status kedudukan seseorang bisa ditinjau terlepas dari individunya. Jadi status ialah kedudukan obyektif yang memberikan hak & kewajiban kepada individu yang berada di  kedudukan tersebut.

Dari beberapa pengertian tersebut status sosial merupakan tempat seseorang secara umum dalam kelompok masyarakat berhubungan dengan orang lain, dalam hal kewajibannya. Jadi, Status sosial bukan hanya kumpulan kedudukan seseorang dalam  kelompok yang berbeda-beda, namun status sosial tersebut mempengaruhi kedudukan orang tersebut dalam kelompok sosial yang berbeda.

Macam-Macam Status Sosial

Status sosial pada suatu lingkungan masyarakat aterdapat  berbagai macam, diantaranya:

  1. Ascribed Status

Ascribed status merupakan jenis status yang diperoleh seseorang atau individu sejak lahir, contohnya seperti jenis kelamin, usia, ras, kasta, golongan, keturunan, suku dan lain sebagainya.

  1. Achieved Status

Achieved status merupakan jenis status sosial yang diperoleh sesorang karena adanya kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contohnya ialah seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya.

  1. Assigned Status

Assigned status merupakan suatu status atau kedudukan yang diberikan oleh suatu kelompok atau golongan kepada seseorang yang telah berjasa dan lebih memperjuangkan seseuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat banyak. Namun, terkadang kedudukan atau status tersebut diberikan karena seseorang telah lama menduduki suatu pangkat tertentu.

Faktor-Faktor Yang Menentukan Status Sosial

Secara kodratnya, manusia dilahirkan dengan kedudukan yang sama dan sederajatnya. Namun sesuai dengan kenyataannya setiap manusia dalam warga suatu masyarakat Pasti memiliki status atau kedudukan dan peranan.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya keadaan status sosial seseorang dalam masyarakat masyarakat, misalnya tingkat pendidikan, pemilikan kekayaan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, kondisi lingkungan tempat tingal, dan partisipasi dalam aktivitas kelompok dari komunitasnya.

  1. Tingkat Pendidikan

Pendidikan merupakan aktivitas serta usaha untuk meningkatkan kepribadian dengan cara membina potensi-potensi pribadinya baik rokhani (pikir, cipta, rasa, dan hati nurani) maupun jasmani (panca indera dan keterampilan-keterampilan). Untuk mewujudkan pribadi yang lebih baik, pendidikan diselenggarakan bisa melalui jalur pendidikan sekolah (pendidikan formal) maupun jalur pendidikan luar sekolah (pendidikan non formal).

Tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang bisa menentukan status seseorang dalam lingkungan masyarakatnya. Sebab dari jenjang pendidikan yang dimiliki seseorang akan menentukan peran orang tersebut dalam masyarakat. Misalnya individu yang hanya sekolah 6 tahun berarti hanya sekolah sampai jenjang SD, akan berbeda dengan orang yang sekolahnya sampai 12 tahun atau lulusan SLTA. Bahkan tingkat pendidikan orang tua bisa juga memiliki pengaruh tingkat pendidikan generasinya.

  1. Pendapatan

Pendapatan merupakan jumlah seluruh pendapatan kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya yang dapat berwujud dalam bentuk uang dan barang. Berdasarkan jenisnya, Badan Pusat Statistik (BPS) membedakan jenis pendapatan menjadi dua yaitu:

  • Pendapatan berupa barang

Pendapatan berupa barang ialah segala pendapatan yang bersifat regular dan biasa, namun tidak selalu berupa balas jasa dan diterima dalam wujud barang atau jasa. Barang &jasa yang diterima memiliki nilai yang sama dengan harga pasar sekalipun tidak diimbangi atau disertai dengan transaksi uang oleh yang menikmati barang dan jasa tersebut.

  • Pendapatan berupa uang

Pendapatan berupa uang dapat dibagi menjadi pendapatan sektor formal dan pendapatan sektor informal. Pendapatan sektor formal ialah segala bentuk penghasilan yang bersifat regular dan diterimakan biasanya karena balas jasa atau kontrasepsi di sektor formal yang meliputi pendapatan berupa uang, contohnya adalah gaji, upah dan hasil investasi dan maupun pendapatan lainnya.

Sedangkan pendapatan sektor informal merupakan segala penghasilan baik berupa barang ataupun uang yang diterima karena balas jasa atau kontraprestasi di sektor informal yang terdiri dari pendapatan dari hasil investasi, dari keuntungan sosial, maupun pendapatan dari usaha sendiri atau usaha yang dilakukan sendiri, komisi dan penjualan dari hasil kerajinan rumah.

Sama dengan tingkat pendidikan, tingkat pendapatan seseorang akan berpengaruh terhadap status sosialnya di masyarakat. Umumnya individu dengan pendapatan yang lebih tinggi akan memiliki kedudukan atau status sosial yang lebih tinggi pula. Pendapatan seseorang juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang didapatinya. Sehingga kedua faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain.

  1. Pemilikan Kekayaan atau Fasilitas.

Berbeda dengan pendapatan, pemilikan kekayaan atau fasilitas merupakan kekayaan dalam bentuk barang-barang dimana masih memiliki manfaat dalam menunjang kehidupan ekonominya. Fasilitas atau kekayaan itu diantaranya ialah:

  • Barang-barang berharga.

Barang-barang berharga merupakan Pemilikan kekayaan yang bernilai ekonomis dalam berbagai bentuk maupun ukuran seperti barang-barang perhiasan, televisi, kulkas dan lain sebagainya yang dapat menunjukkan adanya pelapisan dalam masyarakat.

Barang-barang berharga yang dimiliki oleh individu dapat menunjukkan keadaan sosial ekonomi orang tersebut. Barang berharga lainnya juga bisa berwujud tanah, sawah, bangunan dan lain sebagainya.

  • Jenis-jenis kendaraan pribadi

Selain barang berharga, status sosial juga dapat dipengaruhi oleh kepemilikan kendaraan-kendaraan pribadi individu. Umumnya seseorang dengan status sosial yang tinggi dipengaruhi karena kepemilikan kendaraan pribadi yang lebih bernilai. Misalnya orang dengan kendaraan mobil biasanya memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada individu yang memiliki sepeda motor.

  1. Jenis tempat tinggal

Status sosial dalam suatu masyarakat juga dapat dipengaruhi oleh jenis tempat tinggal seseorang. Untuk mengukur tingkat sosial ekonomi seseorang berdasarkan rumahnya, dapat diketahui melalui 1), status rumah yang ditempati, apakah rumah sendiri, rumah dinas, rumah sewa, menumpang pada saudara atau ikut orang lain. 2) kondisi fisik bangunan itu sendiri apakah berupa rumah permanen, dari kayu dan bambu. 3) besarnya rumah yang ditempati. Semakin besar dan luas rumah yang ditempati, maka akan semakin tinggi tingkat sosial ekonominya.

  1. Jenis Pekerjaan

Pekerjaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan terutama untuk menopang kehidupannya dan kehidupan keluarganya. Jenis pekerjaan sendiri dapat dibedakan menjadi:

  • Berusaha atau bekerja merupakan mereka yang berusaha atau bekerja atas resiko sendiri dengan tidak mempekerjakan pekerja keluarga ataupun buruh. Misalnya orang yang memiliki warung atau toko kelontong yang berdagang dengan resikonya sendiri.
  • Berusaha dengan dibantu buruh tidak tetap, adalah status pekerjaan bagi mereka yang berkegiatan atas resiko sendiri dan dalam usahanya mempekerjakan buruh tidak tetap. Misalnya: pengusaha warung yang dibantu oleh pembantunya.
  • Berusaha dengan dibantu buruh tetap, adalah mereka yang berusaha dengan resiko sendiri dan mempunyai sekurang-kurangnya satu orang pegawai tetap dimana karyawan tersebut menerima upah/gaji tetap, baik ada kegiatan maupun tidak. Misalnya: pemilik toko atau pengusaha sepatu.
  • Buruh/Karyawan/Pekerja/Pegawai, adalah mereka yang bekerja pada orang lain atau instansi atau kantor atau perusahaan dengan menerima upah/gaji baik berupa uang atau barang.
  • Pekerja tidak dibayar ialah status pekerjaan bagi mereka yang bekerja membantu mendapatkan penghasilan atau keuntungan seseorang dengan tidak mendapat upah/gaji baik berupa uang ataupun barang. Misalnya adalah istri yang membantu suaminya di sawah.
  1. Partisipasi dalam aktifitas kelompok.

Faktor lain yang dapat menentukan status sosial seseorang dalam suatu kelompok atau masyarakat ialah tingkat partisipasinya dalam aktifitas kelompok. Seseorang yang sering berpartisipasi dalam aktifitas kelompoknya akan memiliki status sosial yang lebih tinggi, begitu pula sebaliknya.

Partisipasi dalam masyarakat ini tidak lepas hubungannya dengan tugas yang harus dilakukan seseorang dalam kehidupan sosialnya. Misalnya ikut sebagai pengurus ataupun anggota PKK, LKMD, atau pengurus partai politik dan pejabat daerah.

Cara-Cara Menentukan Status Sosial

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menentukan status sosial seseorang atau individu dalam suatu kelompok masyarakat, diantaranya ialah:

  1. Golongan Sosial

Konsep golongan sosial ini tergantung pada cara seseorang menentukan golongan sosial itu sendiri. Status sosial timbul karena perbedaan status di kalangan golongan masyarakat. Ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu:

  • Metode obyektif, yaitu status sosial yang ditentukan berdasarkan kriteria obyektif antara lain jumlah pendapatan, tinggi rendahnya pendidikan dan jenis pekerjaan.
  • Metode subyektif, yaitu metode dimana golongan sosial dirumuskan menurut pandangan anggota masyarakatnya sendiri yang menilai dirinya dari hirarki kedudukan dalam masyarakat itu.
  • Metode reputasi, yaitu metode dimana golongan sosial dirumuskan menurut bagaimana anggota masyarakat menempatkan masing-masing dalam status sosial masyarakat itu.

Dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali sebutan golongan sosial misalnya ialah golongan masyarakat atas, menengah, dan bawah. Biasanya golongan masyarakat tingkat atas merupakan orang-orang dengan golongan ningrat, sedangkan dari golongan menengah diduduki oleh orang-orang kebanyakan yaitu tingkat yang sedang-sedang saja, dan untuk golongan bawah ditempati oleh orang-orang yang dari segi ekonominya sangat kekurangan.

  1. Kelas Sosial (Social Class)

Kelas sosial ialah kedudukan seseorang atau keluarga dalam lapisan masyarakat, dimana kedudukan atau golongan itu diperoleh secara sadar serta diakui oleh masyarakat umum. Kelas sosial sendiri terbagi berdasarkan aspek-aspek tertentu. Bisa berdasarkan keturunan, kondisi ekonomi maupun berdasarkan kelas politik dan pekerjaan.

Simpulan

Pengertian Status Sosial Menuut Para Ahli

Menurut Ralph Linton merupakan sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam lingkungan masyarakat.

Macam-macam Status Sosial
  1. Ascribed Status
  2. Achieved Status
  3. Assigned Status
Faktor-Faktor Yang Menentukan Status Sosial

Kunjungi tautan untuk selengkapnya

Lihat juga

Pengertian Struktur sosal Pengertian Interaksi sosial
Wawasan Nusantara Pengembangan Sumber daya manusia

Kategori: pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *